Tampilkan postingan dengan label 234-PK2005. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 234-PK2005. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2008

Jaga citra dengan sportivitas


KETUA Propinsi (Pengprop) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengharapkan 16 tim peserta turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005 menjaga citra even ini dengan menjunjung tinggi sportivitas. Sportivitas, kata Lebu Raya, merupakan modal untuk mencapai prestasi sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

"Saya minta semua peserta menjaga citra invitasi sepakbola ini dengan sportivitas. Boleh kejar prestasi tetapi harus sportif karena invitasi ini hendaknya lebih mengeratkan persaudaraan dan kebersamaan kita," ujar Frans Lebu Raya saat membuka turnamen itu di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (21/8) petang.

Acara pembukaan dihadiri Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho, Wakil Pemimpin Umum, Marcel Weter Gobang, Pemimpin Perusahaan PT Timor Media Grafika, Daud Sutikno, Pimpinan PT HM Sampoerna Tbk Cabang Kupang, Danang Pamungkas, Pemimpin Redaksi SKH Pos Kupang, Dion DB Putra, Kepala Cabang BRI Kupang, Gatot Satrio, Ketua Panitia, Pieter Fomeni dari Mitra Sportindo Event Organizer serta undangan lainnya.

Frans Lebu Raya yang juga Wakil Gubernur NTT itu menggarisbawahi pentingnya sportivitas semua pihak yang terlibat dalam even ini mengingat keributan atau kekisruhan masih saja terjadi dalam sejumlah turnamen. "Saya harapkan tidak terjadi hal semacam itu selama kejuaraan ini berlangsung," ujarnya.

Frans Lebu Raya mengucapkan terima kasih kepada Dji Sam Soe, Pos Kupang dan Mitra Sportindo yang memprakarsai terselenggaranya even tersebut. "Selaku Ketua Pengda PSSI NTT, saya ucapkan terima kasih karena ada pihak lain yang mendukung upaya memajukan sepakbola di NTT. Mudah-mudahan ini adalah awal untuk mengembalikan pamor PSKK sebagai barometer sepakbola di NTT," katanya.

Ia juga mengharapkan agar invitasi tersebut jangan hanya sekali ini digelar tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan. "Dari waktu ke waktu prestasi sepakbola NTT makin meningkat. Terbukti dengan lolosnya PSN Ngada dan Persewa Waingapu ke Divisi III Liga Indonesia. Saya meyakini kalau kompetisi bergulir maka sepakbola kita akan terus berkembang," katanya.

Frans Lebu Raya pada kesempatan tersebut juga memberikan tambahan bonus uang kepada juara pertama hingga kelima dan pemain terbaik even masing-masing Rp 500 ribu. "Bonus dari saya hanya untuk motivasi tidak lebih dari itu. Juara atau tidak ditentukan oleh Anda sendiri," ujarnya disambut aplaus para pemain.

Acara pembukaan invitasi sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup I di Stadion Oepoi berlangsung semarak. Diiringi drumband SMAK Giovanni Kupang acara diawali dengan defile 16 kontingen peserta. Selain itu juga dibentangkan sebuah bendera berukuran 2,5 x 2,5 meter yang bergambarkan logo FIFA Fair Play. Usai pembukaan dilanjutkan pertandingan perdana antara kesebelasan Persado Oesao melawan Putra Samudera yang berakhir seri 1-1. Sebelum kedua tim berlaga, Frans Lebu Raya melakukan tendangan bola pertama di tengah lapangan. (eko)

Mandiri lebih beruntung


SEPERTI diprediksikan, duel babak semifinal Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup antara PS Britama melawan Mandiri FC berlangsung ketat, menarik dan menghibur penonton. Pertemuan dua tim berkualitas tinggi di Stadion Oepoi-Kupang, Senin (5/9/2005) petang itu berlangsung ketat selama 120 menit dengan skor 1-1. Tetapi akhirnya Mandiri FC lebih beruntung. Mereka menang adu penalti 5-4.

Di babak final, Kamis (8/9/2005), Mandiri FC akan melawan pemenang laga QFC BTN vs Sandelwood, Selasa (6/9/2005). Sedangkan Britama akan memperebutkan juara ketiga melawan tim yang kalah petang nanti.

Pertandingan Britama melawan Mandiri berlangsung dalam tempo tinggi dan keras. Namun pada menit-menit awal, kedua tim terkesan bermain ekstra hati-hati. Serangan yang dibangun tidak terburu-buru, lebih mengandalkan umpan terobosan dari tengah. Para pemain belakang mengamankan daerahnya dengan menendang bola sejauh mungkin dari area gawang.

Striker Mandiri, Zulkifly Umar sempat mengejutkan pemain Britama dengan gol cepatnya ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Namun, gol tersebut dianulir Wasit Alberth Lisnahan karena Zulkifly terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap libero Britama, Ibrahim Tupong. Keputusan Lisnahan sempat diprotes para pemain Mandiri namun wasit tetap pada keputusannya.

Pertandingan selanjutnya yang disaksikan sekitar 2.500 penonton tersebut berlangsung ketat dan keras. Begitu tingginya suhu pertandingan membuat sejumlah pemain sempat bersitegang setelah berbenturan fisik saat memperebutkan bola.

Hendra Takunama membuat Britama lebih dulu unggul lewat golnya pada menit ke-35. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Hendra yang mendapat bola mental dari Lambert Kadju dengan mudah menaklukkan kiper Mandiri, Ronald Mukhtar. Keunggulan 1-0 untuk Mandiri bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, pertandingan yang dipimpin wasit Alberth Lisnahan dibantu Yaya Huru dan Ferdy Takoy tersebut tetap memikat. Sorak-sorai pendukung kedua tim terus membahana sepanjang pertandingan.

Striker Mandiri, Zulkifly Umar dan Fanus Patipelohi tercatattiga kali mendapat peluang emas yang gagal dimanfaatkan. Namun, stoper Mandiri, Us, berhasil menyelamatkan timnya dengan gol yang dicetak pada menit ke-79. Lima menit setelah gol balasan Mandiri, sebuah tendangan lambung Jimi Lebao kurang sempurna dipetik Ronald Mukthar. Bola yang jatuh terlihat melewati garis, namun wasit Lisnahan tetap menginstruksikan pertandingan dilanjutkan. Hal tersebut sempat menyulut protes pemain dan ofisial Britama. Mereka menilai bola tendangan Jimi Lebao sudah melewati garis gawang, namun Lisnahan tetap pada keputusannya bahwa bola belum masuk.

Hingga akhir pertandingan kedudukan tetap 1-1. Begitupun saat perpanjangan waktu 2x15 menit tidak ada lagi gol yang tercipta. Saat adu penalti, Jimi Lebao dan Yohanes Ie gagal mengeksekusi bola untuk Britama dan hanya Kristoforus Umbu Yogar, Hendra Takunama, Odus Piri dan Victor Kapitan yang berhasil. Sementara dari Mandiri, selain Lambert Kadju yang gagal, Pieter Fomeni, Nelson Sula, Mad Ivan, Fanus Patipelohi dan Zulkifly Umar sukses jadi algojo.

Dalam pertandingan ini, Wasir Alberth Lisnahan memberikan kartu kuning untuk kapten Mandiri, Lambert Kadju serta dua pemain Britama, Imam Santoso dan Hendra Takunama. Lambert Kadju sudah dua kali menerima kartu kuning sehingga akan absen pada partai final.

Manajer Mandiri FC, Frangky Amalo yang ditemui usai pertandingan tidak bisa mengembunyikan kegembiraannya. "Anak-anak bermain sangat bagus. Mereka menempatkan diri sebagai underdog, sehingga bermain lepas namun dengan motivasi tinggi," ujar Amalo.

Amalo mengakui kalau PS Britama memiliki pemain-pemain dengan kualitas tinggi, namun fakta pertandingan menunjukkan bahwa Mandiri bisa mengimbangi mereka dan menang adu penalti. "Pemain-pemain kami siap kalah dan menang. Jadi kami bermain tanpa beban," kata Amalo. (eko)

PSKK Harus Jadi Klub Yang di Segani di NTT

PERSATUAN Sepak Bola Kota Kupang (PSKK) berobsesi menjadi sebuah klub yang tangguh dan disegani oleh klub-klub lain di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam setiap turnamen sepak bola di provinsi kepulauan ini.

"Untuk mewujudkan obsesi tersebut, tidak ada pilihan lain kecuali melakukan turnamen atau kompetisi secara teratur dan berkelanjutan antarklub yang ada di Kota Kupang guna menjaring bibit-bibit pesepakbola berbakat di kota ini," kata Manajer Pertandingan Dji Sam Soe-HU Pos Kupang Cup I, Danang Pemungkas di Kupang, Jumat (19/08).

Dia mengemukakan hal ini berkaitan dengan keinginan PT HM Sampoerna Cabang Kupang bekerjasama dengan Harian Umum Pos Kupang dan Mitra Sportindo sebagai Event Organizer menyelenggarakan turnamen sepakbola antarklub di Kota Kupang.

Turnamen yang diikuti 16 klub di Kota Kupang itu akan berlangsung dari 21 Agustus-8 September mendatang.

"Kota Kupang sangat potensial, tetapi karena kurangnya kompetisi, sehingga potensi yang tersedia tidak bisa dipadukan menjadi sebuah tim yang tangguh dan disegani," kata Danang yang didampingi Pemimpin Redaksi HU Pos Kupang, Dion DB Putra dan Mitra Sportindo Event Organizer, Pieter Fomeni.

Karena itu, PT HM Sampoerna sebagai sebuah perusahan yang sudah sejak lama memiliki komitmen untuk memajukan olahraga di Tanah Air merasa terpanggil untuk membangun olahraga di NTT, khususnya sepak bola.

Turnamen ini diharapkan dapat mengilhami lahirnya embrio jalannya kompetisi secara terencana, berkala dan berkesinambungan, dengan didukung manajemen yang profesional untuk membangun sebuah tim yang solid, handal dan berkualitas.

Selain itu, dari turnamen ini pula akan lahir bibit-bibit atau atlet berbakat yang nantinya bisa direkrut untuk memperkuat PSKK di turnamen antarperserikatan di NTT maupun di tingkat nasional, kata Danang.

Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang, Dion DB Putra menambahkan, tanggungjawab pembinaan olahraga tidak bisa lagi dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah.

"Semua komponen masyarakat harus terlibat aktif untuk secara bersama-sama membangun olahraga di daerah ini. Jangan tunggu pemerintah, karena pemerintah juga punya keterbatasan dalam membangun dunia olahraga," katanya.

Dia berharap, turnamen ini bisa berjalan secara berkesinambungan setiap tahun agar sepakbola Kota Kupang yang sudah mati suri selama ini bisa bangkit dan menjadi tim yang paling disegani di NTT.

"Masyarakat Kota Kupang sangat rindu melihat PSKK menjadi klub yang disegani di NTT seperti ketika empat kali berturut-turut menjuarai El Tari Memorial Cup pada 1988, 1991, 1993 dan 1995. Masyarakat Kota Kupang tidak ingin PSKK hanya menjadi sumber poin bagi tim lain," kata Dion Putra. (eko)

SYALOM