Tampilkan postingan dengan label 234-PK2006. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 234-PK2006. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2008

Tunas Muda spektakuler


SEPAKBOLA tak bisa ditakar secara matematis. Kualitas individu, pengalaman bertanding dan ambisi belum cukup untuk mengantar sebuah tim menuju kemenangan. Motivasi bertanding, tekad untuk menang dan ‘tak merasa diri besar’ juga merupakan kekuatan yang tidak bisa disepelekan.

SSB Tunas Muda menampilkan itu semua di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (4/8) petang. Melawan PS Britama Kupang, SSB Tunas Muda tampil spektakuler untuk memetik prestasi yang tidak banyak diprediksi komunitas masyarakat gila bola (Mas Gibol) Kota Kupang. Bermain imbang 1-1 dalam pertandingan waktu normal 120 menit, tim asuhan Johni Lumba dan Anton Kia itu membungkam tim unggulan, PS Britama Kupang 3-2 dalam drama adu penalti. Tunas Muda lolos ke final untuk melawan AS Roma. Final ideal yang ditunggu Mas Gibol.

Bermain di atas angin, Britama Kupang menguasai permainan sejak kick-off dimulai wasit Herman Willa. Alfred Come, Umbu Yogar, Castello dan Jimi Lebao menguasai irama permainan. Umpan-umpan matang mereka cukupo menekan pertahanan Tunas Muda. Absennya Primus Sivelmus karena akumulasi kartu kuning ternyata tidak berpengaruh pada lini depan Britama. Ferdy Pere yang bertandem dengan Hendra Takunama memainkan perannya dengan baik.

Namun mereka harus berusaha keras untuk menaklukkan Leandro, Pinto Fernandez, Pinto dan Regi Kapilawi di lini belakang Tunas Muda. Permainan lugas Pinto dkk membuat gawang Dion Fernandez selamat dari kebobolan. Usaha-usahaBritama Kupang membuahkan hasil pada menit ke-18. Berawal dari umpan Hendra, Ferdy Pere yang berdiri bebas menanduk bola masuk ke gawang Dion.

Keunggulan bagi Britama tidak mengubah tempo permainan. Namun, anak-anak Tunas Muda mulai berani menekan. Maksi Kami yang menjadi penyerang lubang berhasil mengkoordinir permainan. Terbukti pada menit ke-27 Tunas Muda menciptakan kemelut di depan gawang Britama yang berawal dari tendangan sudut. Tak kuat menahan gempuran, bek Britama, Gadri menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. Wasit Herman Willa menunjuk titik penalti dan Maksi Kami sukses menaklukkan Ridwan Kamahi. Kedudukan 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua permainan masih berlangsung imbang. Tunas Muda yang begitu termotivasi karena mampu menyamakan kedudukan bermain hidup di semua lini. Sementara di kubu Britama, para pemain terlihat kelelahan. Sadar akan kondisi pemainnya, Helmon Liko menarik Alfred, Umbu Yogar dan Ferdy Pere dan memasukkan Syahlan Umar, Keny dan Sole. Pergantian ini menambah daya dobrak Britama. Namun, usaha-usaha mereka dengan mudah diamankan Dion Fernandez yang tampil cemerlang.

SSB Tunas Muda yang memasukkan Vian Tokan, Ardy Ora, Beny dan Ridwan dapat merusak pola permainan Britama. Alderon dari kiri dan Thomas dari kanan, memaksa lini belakang Britama berjibaku menghalau bola. Suhu pertandingan pun makin meninggi. Tak urung benturan-benturan keras sering terjadi. Tak segan-segan Herman Willa mengeluarkan kartu kuning bagi pemain yang melakukan pelanggaran. Britama yang kena batunya ketika bek kanannya, Algadri harus meninggalkanlapangan karena terkena akumulasi dua kartu kuning.

Bermain dengan sepuluh orang, Helmon Liko rupanya tidak mau mengambil risiko. Sole ditarik untuk memainkan Usman Asafah mengisi posisi bek kanan. Unggul dalam jumlah pemain, Tunas Muda terus menekan. Terhitung dua kali Maksi Kami yang sudah berhadapan dengan gawang yang kosong gagal mencetak gol. Hingga waktu 2x45 selesai, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Pertandingan dilanjutkan dengan tambahan waktu 2x15 menit. Namun hingga masa perpanjangan waktu usai, juga tak ada gol yang tercipta. Penentuan pemenang dilakukan lewat adu penalti. Saat Adu penalti, Dion tampil sebagai pahlawan. Tendangan Castello Branco dan Jimi Lebao berhasil ditepisnya, sedangkan tendangan Hendra Takunama hanya membentur mistar gawang lalu bergulir keluar. Britama hanya berhasil mencetak dua gol lewat Keny Mau dan Thimos Hayon. Sementara dari kubu Tunas Muda, Thomas dan Ardy gagal menaklukkan Ridwan Kamahi sedangkan Pinto, Alderon dan Maksi Kami sukses.

Stadion Oepoi pun pecah dengan teriakan histeris pemain Tunas Muda begitu Maksi Kami mencetak gol penentu. Isak tangis tak tertahankan dari pemain dan ofisial Tunas Muda. Dion Fernandez digendong dan diarak dalam lapangan. Tak ketinggalan ibu-ibu pun turun dari tribun berbaur dalam lapangan. Lolos ke final, Tunas Muda melalui perjalanan yang spektakuler. (eko)


Britama kurang beruntung

MENGACU pada kualitas tim, PS Britama Kupang seharusnya mampu mengalahkan SSB Tunas Muda. Namun, Britama Kupang kurang beruntung dan tidak bisa memanfaatkan peluang yang mereka peroleh. Demikian komentar kapten PS Britama Kupang, Kristoforus Umbu Yogar usai pertandingan melawan Tunas Muda di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (4/8) petang.

Contoh ketidakberuntungan Britama adalah peluang emas yang diperoleh lewat Ferdy Pere pada waktu normal 2x45 menit dan Hendra Takunawa. Hendra gagal mencetak gol dari titik penalti pada masa perpanjangan waktu. Seandainya Hendra sukses, Britama bisa menang 2-1.

Gagal ke final, Umbu Yogar jujur mengaku kecewa namun tetap menerima hasil pertandingan itu. Secara tim, Umbu mengatakan kalau Britama Kupang sudah bermain cukup baik sesuai pola dan strategi yang diinstruksikan Pelatih Helmon Liko. Namun, tambahnya, pola itu tidak berkembang secara maksimal. "Kami sudah kalah dan tidak mau mengkambinghitamkan siapa-siapa. Tetapi semua orang yang ada di stadion melihat bahwa kami banyak dirugikan," ujar Umbu. Umbu mencontohkan keputusan wasit saat timnya mendapat hukuman penalti. Seharusnya, demikian Umbu Yogar, wasit meniup pelanggaran untuk Britama, karena sebelum Gadri menyentuh bola, pemain Tunas Muda lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap kiper Ridwan Kamahi.

Umbu Yogar juga memuji penampilan pemain-pemain Tunas Muda yang meski masih berusia belia, namun menampilan permainan berkualitas dan pantang menyerah. Umbu mengharapkan agar pemain-pemain Tunas Muda terus dibina secara baik agar suatu saat bisa mengharumkan nama daerah.

Pelatih SSB Tunas Muda, Johni Muda dan Anton Kia tak bisa menyembunyikan rasa sukacitanya atas hasil tersebut. Dengan berlinang air mata bahagia, Johni dan Anton mengaku nyaris tidak percaya kalau timnya sudah lolos ke final. "Ini hasil yang benar-benar spektakuler. Ketika kami lolos ke semifinal, saya sudah katakan bahwa ini sudah merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Namun, kini kami sudah di final, sesuatu yang tidak pernah kami bayangkan. Saya pikir ini adalah hasil perjuangan keras anak-anak dan dukungan semua pihak," ujar Johni. (eko)


Britama SoE incar juara III

GAGAL lolos ke final tentunya mengewakan PS Britama Kupang karena gagal mencapai target yang sudah dipatok. Namun perasaan itu harus dibuang jauh karena sore ini, Sabtu (5/8), mereka akan bertemu dengan PS Britama SoE untuk memperebutkan tempat ketiga turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006.

Pertandingan penuh nuansa. Bagi Britama Kupang, partai ini mungkin tidak lagi bergengsi, tetapi tidak bagi Britama SoE. Klub dengan latar belakang sponsor yang sama bukan berarti yang satu harus mengalah. Gengsi daerah akan menjadi taruhan. Britama SoE tidak akan mengalah karena melawan ‘saudaranya’ sendiri.

Tekad untuk mencatat prestasi jauh-jauh hari sudah diungkapkan manejer Britama SoE, Adi Bisinglasi. "Kami memiliki target sendiri dalam turnamen ini. Kami ingin memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda yang ada. Bermain penuh dan total karena tak ada kata kalah bagi kami sebelum pertandingan berakhir," ujar Adi Bisinglasi.

Pelatih Britama SoE, Mathias Bisinglasi pun mengungkapkan hal yang sama. Mathias mengatakan, ia sudah merancang strategi untuk menghadapi Krisforus Umbu Yogar dkk. Sadar kalau lawan memiliki pemain yang bagus baik tim inti maupun cadangan, Mathias akan menurunkan skuad terbaiknya. "Kami akan menurunkan semua pemain terbaik yang ada. Kami tetap berusaha mencuri kemenangan atau meraih juara III karena target kami bukan hanya habis di turnamen ini," tandasnya.

Bagaimana dengan Britama Kupang? Umbu Yogar dkk tidak ingin dipermalukan di kandangnya sendiri. Target lolos ke final sudah lepas, namun bukan berarti mereka tidak menginginkan tempat ketiga. Britama Kupang yang tahun lalu merebut juara tiga dengan mengalahkan PS Sandel Wood tidak mau menyerah kalah begitu saja. Toh juara dengan merebut juara ketiga berarti prestasi tim asuhan Helmon Liko itu stabil.

Artinya, Krisforus Umbu Yogar dkk harus melupakan ‘kesedihan’ setelah dikalahkan SSB Tunas Muda, Jumat (4/8). Bermain penuh untuk merebut kemenangan tetap menjadi target. "Meski melawan Britama SoE, kami tetap akan bermain penuh untuk memenangkan pertandingan. Semua pemain kami siap, meski ada beberapa yang mendapat akumulasi kartu kuning," ujar Umbu Yogar.

Dua bek kiri dan kanan Britama Kupang, Algadri dan Marcel Bitol memang terkena larangan bertanding. Namun penggantinya, Usman Asafah dan Victor Kapitan memiliki kualitas yang seimbang. Kembalinya Primus Sivelmus akan membuat lini depan Britama Kupang semakin tajam. Namun untuk meraih kemenangan, mereka harus benar-benar melupakan ‘kesedihannya’ seperti tekad Umbu Yogar. Pasalnya, anak-anak SoE yang tentu bermain lepas akan menjadi momok yang mematikan kalau dibiarkan bebas memainkan bola.

Menarik untuk memberikan prediksi tentang hasil pertandingan ini. Britama Kupang akan berusaha untuk menyamai prestasi tahun lalu. Sedangkan Britama SoE yang sudah puas lolos ke semifinal akan bermain tanpa beban. Ada juga kemungkinan kalau jalannya pertandingan akan monoton dan tanpa greget karena keduanya tak saling menjegal. Kalau ini yang terjadi maka permainan bisa berlangsung anti-klimaks. (eko)

Menang atau tersingkir


MOTANG Rua dan AS Roma mengalami nasib yang sama dalam laga perdana. AS Roma kalah 0-2 dari Britama Kupang sedangkan Motang Rua kalah 0-1 dari Putra Samudera. Nasib buruk itu menjadikan pertemuan kedua tim ini, Kamis (20/7), merupakan partai hidup mati. Menang adalah harga mati atau kalah untuk tersingkir. Menegangkan sejak awal pertandingan membuat suhu pertandingan sore ini akan berbeda.

AS Roma merupakan klub ternama di Kota Kupang. Sejumlah pemain besar lahir dari klub asal Kuanino-Kupang ini. Hengkangnya sejumlah pilarnya ke klub lain memang membuat tim ini agak goyah. Namun Zet Adoe tidak mengultuskan kekuatan individu, tetapi kerjasama dalam tim. Artinya, AS Roma masih bisa menang dengan kekuatan sekarang. "Sepakbola adalah permainan tim, bukan milik individu tertentu. Saya sudah minta anak-anak untuk kerja sama, kompak dan tidak cepat menyerah. Kami akan mencuri poin kemenangan untuk mendapatkan peluang lolos," ujar Zeth Adoe.

Zeth mengaku buta dengan kekuatan Motang Rua. Zeth menganggap semua tim sama bagus dan setiap pertandingan yang dilakoni timnya dianggap partai final. "Kami tidak boleh terlena dengan meremehkan kekuatan lawan. Kami harus bermain dengan ciri khas kami, tanpa didikte oleh permainan lawan," ujar Zeth Adoe. Zeth yakin dengan kemampuan timnya. "Kami targetkan kemenangan. Saya pikir para suporter akan tetap mendukung kami,"tambahnya.

Bagaimana dengan Motang Rua. Pelatih Ferry Cangkung pasti meminta para pemainnya bermain lebih ngotot terutama dalam penyelesaian akhir. Ferry dan tim asuhannya sangat paham dengan strategi dan kualitas lawannya. Dia sudah menyiapkan Hyero dan Atus untuk mengganggu konsentrasi Ferry Awang dan Jose Fatima di lini pertahanan AS Roma.

"Ini adalah partai hidup mati. Meski lawan sangat kuat, namun kemenangan harus kami rebut. Kami akan berusaha mengeluarkan semua kemampuan terbaik kami," ujar Ferry Cangkung.

Sadar kalau lawannya memiliki pemain-pemain lini kedua seperti Oncil, Yus Ressi, Roby dan Hasim yang bisa mencetak gol dari jauh, Ferry akan meminta pemainnya untuk mematikan mereka sebelum mencapai kotak 16 meter. Bermain aman untuk memaksa AS Roma tertekan. Di saat itulah, Motang Rua akan menyerang balik lewat kecepatan Hyero dan Atus.

Permainan terbuka pasti diragakan AS Roma. Mengandalkan Yus sebagai pengatur serangan mereka harus mencetak gol sejak dini. Pasalnya, pemain-pemain AS Roma akan kehilangan daya juang jika berkali-kali sulit memecah kebuntuan timnya. Faktor ini tentunya sudah diantisipasi Zeth Adoe dan Goerge Nafi. Yang pasti peluang kedua tim untuk memenangkan pertandingan adalah seimbang. Bedanya, AS Roma yang akan mengandalkan kekompakan tim dan faktor pelatih bertangan dingin bisa menang kalau lebih dulu mencetak gol. Sebaliknya Motang Rua meski memiliki semangat juang yang tinggi, namun sering kesulitan dalam mencetak gol. (eko)

Beban QFC BTN

KIPRAH runner-up turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005, QFC BTN belum memuaskan penggemarnya. Dalam laga perdana melawan Pertamina, QFC BTN ditahan imbang 1-1. Karena itu kemenangan atas Rasta FC merupakan target satu-satunya tim asal Kolhua itu dalam pertandingan, Kamis (20/7) ini. Target ini bisa menjadi beban mental jika tidak dikelola secara baik.

Kalah 0-1 dari Britama SoE bukan berarti Rasta bermain buruk. Keyakinan untuk bersaing masih ada dalam diri Deny Benggu dkk sehingga pertandingan sore ini diprediksi berlangsung ketat. QFC BTN memiliki kelebihan dalam hal kekompakan. Tim dengan nama lengkap Qanasex FC yang didirikan Lisnahan bersaudara sejak 1997 ini sudah memperlihatkannya saat melawan Pertamina.

Meski demikian, sang pelatih Novrianto Lisnahan tidak ingin diposisikan sebagai tim unggulan. Lisnahan sadar kalau lawan-lawannya di Grup B sangat berkualitas. "Kami hanya ingin bermain dengan baik tanpa dibebani target. Kemenangan adalah impian semua tim, namun kami juga harus sadar dengan kekuatan yang ada. Prinsip kami kemenangan harus direbut secara sportif," ujar Lisnahan.

Dengan pola klasik 4-4-2, Lisnahan masih mengandalkan Hendrik dan Vicky untuk mendobrak pertahanan Rasta. Kedua striker ini akan dilayani Fajar, Eky, Oleng dan Life dari tengah. Sementara di belakang, Pe’u dan Leo akan saling mengisi untuk memudahkan Dody menangkap bola bersih. Di sinilah kekuatan QFC. Kiper Dody Lisnahan hanya bisa ditaklukkan kalau lawan bisa menciptakan kemelut di depan gawangnya. Itulah pekerjaan rumah Ferry Gago. Mengandalkan pemain senior Dedy Benggu, Rasta memiliki peluang itu. Namun, Hengky Patiwel harus mendapat dukungan dari rekan-rekannya. Kalau Hengky bekerja sendirian, ia akan mudah dibendung lawan dan tak akan menghasilkan umpan matang buat Deny atau Lorens Lay.

Duel ini akan berlangsung menarik. Di saat anak-anak Rasta ingin merebut poin agar membuka peluangnya lolos ke delapan besar, mereka tidak hanya berhadapan dengan pemain QFC tetapi juga penontonnya. Fanatisme suporter QFC adalah kekuatan lain dari pasukan Lisnahan. (eko)


Hujan gol di Oepoi

PACEKLIK gol turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006 berakhir pada hari kelima, Rabu (19/7). Pertandingan kedua Grup A antara PS Britama Kupang melawan Putra Samudera melahirkan hujan gol di Stadion Oepoi-Kupang. Tercatat tujuh gol berhasil dicetak kedua tim saat Britama Kupang menang tipis 4-3 atas Putra Samudera.

Empat gol Britama Kupang dipersembahkan Primus Sivelmus, Jimi Lebao, Hendra Takunawa dan Ferdy Pere, sedangkan Putra Samudera mencetak dua gol lewat Jefry Dethan dan Oscar. Satu gol Putra Samudera lainnya adalah gol bunuh diri pemain belakang Britama Kupang, Kiser Mbou.

Britama Kupang kini memimpin klasemen Grup A dengan enam poin dan secara obyektif pasti lolos ke perempatfinal karena hanya butuh hasil seri melawan Motang Rua Manggarai dalam pertandingan terakhir. Putra Samudera dengan koleksi tiga poin masih berpeluang lolos ke perempatfinal. Syaratnya mengalahkan AS Roma dalam pertandingan terakhir. Kemenangan Britama Kupang juga berpengaruh pada pertandingan antara AS Roma melawan PS Motang Rua Manggarai, Kamis (20/7) ini.

Meski menurunkan komposisi tim yang agak berbeda dengan pertandingan pertama melawan AS Roma, pasukan Helmon Liko tetap kompak. Castello, Keny dan Zola yang diturunkan lebih dulu memainkan perannya dengan baik. Meski demikian, serangan yang dibangun melalui Keny dan Zola lebih banyak berputar-putar di tengah lapangan.

Hal itu memaksa striker Hendra Takunawa turun menjemput bola dari lini kedua. Hendra berperan sebagai penyerang lubang yang menopang Primus. Primus berhasil membuka gol untuk Britama menit ke-23. Dua menit kemudian, giliran Jimi Lebao yang mencetak gol memanfaatkan kemelut di depan gawang Maksi Boboy. Kedudukan 2-0 untuk Britama Kupang bertahan hingga turun minum.

Pertandingan seru berlangsung selama babak kedua dengan terciptanya lima gol. Ketika babak kedua baru berjalan satu menit, Putra Samudera berhasil memperkecil ketinggalannya. Berawal dari serangan balik Dedy Dethan, Jefry Dethan berhasil melewati hadangan lini belakang Britama. Saat Jefry hendak melakukan eksekusi, pemain Britama, Tupong menjegalnya dari belakang. Wasit, Yaya Huru langsung menunjuk titik penalti. Oscar Patty yang menjadi algojo berhasil menaklukkan kiper Ridwan Kamahi. Gol ini meningkatkan tempo permainan dan motivasi bertanding Putra Samudera.

Tak ingin terkejar keunggulannya, Helmon Liko memasukkan Petrus Kellen, Ferdy Perre, Umbu Yogar, Victor Kapitan dan Kiser Mbou menggantikan Keny, JimiLebao, Tupong, Zola dan Castello Branco. Hasilnya luar biasa. Dua gol dicetak Britama melalui Hendra Takunawa dari titik penalti menit ke-42 dan Ferdy Pere dua menit kemudian. Tertinggal 1-4, anak-anak Putra Samudera menyerang secara total. Para pemain berani melepaskan tembakan langsung dari lini kedua.

Jefry Dethan berhasil mencetak gol keduanya dalam turnamen ini lewat aksi individu yang cukup bagus pada menit ke-52. Semangat pantang menyerah pemain-pemain Putra Samudera ini patut diacungi jempol. Tekanan beruntun membuat lini belakang Britama kewalahan. Malapetaka terjadi pada menit ke-55. Bermaksud menghalau bola, sundulan Kiser Mbou justru menjebol gawang sendiri. Kedudukan 3-4 untuk Britama.

Sadar kalau lawannya juga mengincar kemenangan, Britama mulai memainkan bola. Umbu Yoga yang baru sembuh dari cedera otot betis berusaha memotivasi rekan-rekannya. Satu tendangan Umbu Yogar menit ke-60 melewati mistar gawang. Begitupun usaha Primus lima menit menjelang pertandingan berakhir. Hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan 4-3 untuk Britama Kupang tidak berubah. Umbu Yogar mengatakan timnya sudah bermain maksimal. Umbu mengakaui kalau timnya sempat terlena dengan keunggulannya. Dia juga salut kepada pemain Putra Samudera yang menunjukkan daya juang luar biasa. (eko)


Tunas Muda mengecewakan

SEMPAT diunggulkan memenangkan pertandingan, penampilan perdana klub SSB Tunas Muda mengecewakan saat melawan PS Bahari Namosain di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (19/7). SSB Tunas Muda ditaklukkan Bahari Namosain 1-0 lewat gol tunggal Ibo lima menit menjelang pertandingan berakhir.

Dalam pertandingan yang dipandu wasit Alberth Lisnahan dibantu Herman Willa dan Stefanus Bria itu, Tunas Muda sebenarnya lebih mendominasi jalannya pertandingan. Sebaliknya Bahari Namosain bermain tidak maksimal. Namun, tim asuhan Muhammad Bil Afif tersebut lebih berpengalaman dan mampu memanfaatkan peluang yang sangat minim menjadi gol.

Alur bola yang dimainkan kedua tim sekadar berputar-putar di luar lini kedua. Penguasaan bola berada di kaki para pemain SSB Tunas Mudah. Namun instruksi-instruksi yang diberikan duet pelatih, Johni Lumba dan Anton Kia dari pinggir lapangan tidak dijalankan dengan baik. Steven Pake yang menjadi penghubung antar-lini kurang berani membuka ruang lewat sayap. Meski didukung Egi dan Ardy, Steven kurang ngotot dalam mendobrak jantung pertahanan Bahari yang cukup rapi. Kurangnya suplai bola matang membuat striker SSB Tunas Muda, Maksi Kami jarang mendapat ruang tembak ideal di mulut gawang. Maksi Kami dalam pertandingan ini mendapat pengawalan ketat. Begitu menguasai bola, dua atau tiga pemain Bahari langsung menempelnya sehingga dia kesulitan untuk berkelit. Umpan-umpan terobosan yang sering dilepas David Pramono dan Ardy pun mudah dibaca Alimin yang sangattenang mengkoordinir pertahanannya.

Anak-anak Bahari Namosain juga tidak bagus dalam menyusun serangan. Meski di lini tengah, Mujibu, Pablo dan Rahman menguasai bola, namun begitu umpan dilepas, lini depan Namosain selalu terlambat menyambutnya. Akibatnya, mereka kesulitan mendapatkan peluang matang menjebol gawang Andre Lessa. Kejadian seperti ini berlanjut hingga pertengahan babak kedua.

Johni Lumba dan Anton Kia melakukan sejumlah pergantian. Egi, Alderon, Ridwan dan Kadar diganti Ordus, Pinto, Thomas dan Hans. Namun pergantian SSB Tunas Muda tidak efektif dibandingkan dengan Bahari. Masuknya Den Sogen, Ibo dan Nandar ternyata membawa keberuntungan. Bahari mencetak gol kemenangan lima menit menjelang bubar.

Pelatih Bahari Namosain, Muhammad Bil Afif, mengatakan puas dengan hasil yang diraih timnya. Afif mengakui kalau SSB Tunas Muda bermain lebih baik tapi mereka pantas menang. "Kami sudah mempersiapkan kemenangan ini dan akan kami evaluasi untuk pertandingan mendatang," ujarnya. (eko)

Adonara jumpa Britama Kupang


BON Kota Adonara memastikan satu tiket babak perempatfinal setelah menang 3-1 atas Juku Eja dalam pertandingan terakhir grup di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (26/7). Di perempatfinal, Bon Adonara langsung berjumpa tim kandidat juara, PS Britama Kupang, Jumat (28/7).

Adonara lolos dengan status runner-up Grup C setelah mengantongi lima poin atau unggul satu poin dari Persado Oesao (4 poin). Juara Grup C direbut juara bertahan, PS Mandiri dengan tujuh poin dan akan bertemu runner-up Grup A, AS Roma di perempatfinal.

Pertandingan antara Bon Adonara melawan Juku Eja berlangsung menarik. Adonara didukung ribuan suporternya yang memadati tribun stadion. Teriakan, yel-yel dan nyanyian terdengar sepanjang pertandingan. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap suhu permainan di dalam lapangan.

Janji Juku Eja bahwa akan tampil total dalam pertandingan ini, benar-benar mereka buktikan. Tanpa beban, mereka berani bermain terbuka dengan bola-bola pendek yang akurat. Tidak dimainkannya Mad Ivan dan Kaharudin Koken Ali membuat lini tengah menjadi milik Juku Eja. Serangan beruntun Juku Eja memaksa Alfons yang menjadi palang pintu terakhir Bon Adonara harus bekerja ekstra.

Seolah sadar kalau dia melakukan spekulasi skuad inti yang keliru, Pelatih Bon Adonara, Asril Laba menarik Lubis dan Muklas untuk memasukkan Ivan dan Koken. Hendro Atamuan yang kali ini bertandem dengan Ali di depan lebih menggigit menekam jantung pertahanan Juku Eja. Dan, gol pertamaberhasil dicetak Syukur. Ali yang menerima umpan dari belakang sukses melewati hadangan lini belakang Juku Eja, namun saat memasuki kotak penalti, Ali dijegal bek Juku Eja, Herman. Wasit Alberth Lisnahan langsung menunjuk titik penalti, dan Syukur yang menjadi algojo menaklukkan Rudy.

Stadion Oepoi bagai hendak runtuh. Teriakan histeris dari ribuan suporter Adonara bergemuruh. Para pemain dan ofisial saling berpelukan merayakan gol Syukur. Namun, keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Berawal dari tendangan pojok, terjadi kemelut di mulut gawang Adonara. Bola liar yang jatuh dekat Devid berhasil ditendangnya ke gawang yang sudah ditinggalkan Saka Geroda. Stadion Oepoi bungkam. Suporter Adonara memandang tak percaya. Anak-anak Juku Eja pun meryakannya bersama suporternya yang mulai menaruh asa.

Tetapi perjuangan menuju sebuah kemenangan belum berakhir. Menit ke-29 Iwan Kona yang muncul dari lini kedua berhasil menaklukkan Rudy. Kedudukan 2-0 untuk Adonara. Hasil ini membuat suhu pertandingan makin meninggi. Juku Eja yang dikoordinir Abbas Bustam terus menekan. Namun mereka rupanya tak punya kemampuan untuk mencetak lebih dari satu gol. Adonara justru berhasil mencetak gol ketiga melalui pemain pengganti, Ferry Langkamau. Keunggulan 3-0 untuk Bon Kota bertahan hingga pertandingan berakhir. (eko)

Tunas Muda ke perempatfinal

TIM Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda lolos ke perempatfinal setelah menang 4-1 atas BNI 46 Kupang pada pertandingan akhir penyisihan Grup D di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (26/7). Gol Tunas Muda dicetak Pinto menit ke-2, Pinto Fernandez (17) dan Maksi Kami (36 dan 50). Satu- satunya gol BNI 46 dipersembahkan Thomas Paja.

SSB Tunas Muda lolos ke perempatfinal dengan koleksi poin enam. Poin ini sama dengan Bahari Namosain, namun Tunas Muda unggul selisih gol. Satu tempat diperempatfinal akan diperebutkan Bahari dan Sandel Wood sore ini, Kamis (27/7). Bila Bahari menang atau seri melawan Sandel Wood maka Tunas Muda akan menjadi runner-up Grup D. Namun, bila Sandel Wood mengalahkan Bahari maka Tunas Muda akan menjadi juara grup. Sementara tim runner-up akan ditentukan hasil perhitungan selisih gol antara Bahari dan Sandel Wood. Bahari untuk sementara memiliki koleksi gol yang lebih baik, sehingga untuk lolos Sandel Wood minimal menang empat gol tanpa balas.

Pertandingan antara Tunas Muda melawan BNI 46 berlangsung lamban. BNI 46 yang sudah tidak memiliki peluang untuk lolos menurunkan pemain lapis keduanya. Hal ini membuat Tunas Muda langsung mencetak gol pertama ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Tendangan pemain belakang Tunas Muda, Pinto, seharusnya bisa ditangkap kiper BNI 46, Alfred Djami. Namun tangkapan Alfred tidak sempurna, sehingga bola lolos dari celah kakinya.

Gol yang menyejutkan itu tidak menciutkan nyali anak-anak BNI 46. Thomas Paja yang menjadi motor tim tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Pelatih BNI 46, Boby memasukkan tiga pemain yakni Adi, Agus dan Zulham menggantikan Gery, Noh dan Marten. Namun, Boby terlambat karena Pinto Fernandez yang lolos dari sektor kanan pertahanannya membuat SSB Tunas Muda unggul 2-0 sebelum turun minum.

Babak kedua baru berjalan satu menit Maksi Kami kembali menjebol gawang Alfred Djami. Masuknya Andy untuk memperkuat lini tengah BNI 46 pun tidak banyak membantu. Maksi Kami justru menambah koleksi gol SSB Tunas Muda menjadi empat pada menit ke-50. Gol ini bertahan hingga pertandingan berakhir. (eko)

Awas kejutan Adonara

SEMUA mata kini tertuju pada Bond Adonara. Jauh-jauh datang dari Flores Timur, mereka tentu memiliki tekad dan persiapan yang matang. Tak ada yang menyangkalinya kalau tim ini pantas masuk dalam daftar unggulan juara. Duel pertamanya melawan juara bertahan, Mandiri FC merupakan salah satu partai big match di Grup C.

Tidak banyak yang tahu kekuatan tersembunyi Bond Adonara. Materi pemainnya cukup komplet di semua lini. Pelatih Aba Atta sudah tahu apa yang dilakukannya untuk menghadapi juara tahun lalu, Mandiri FC petang ini di Stadion Oepoi-Kupang. Walau sangat diperhitungkan, Aba Atta tidak sesumbar. "Kami tahu bahwa lawan yang dihadapi berat, tetapi kami sudah siap. Kami datang dari Adonara dengan target untuk mencapai apa yang sebenarnya menjadi tujuan bermain sepakbola," ujar Aba Atta.

Aba Atta terkesan malu-malu melontarkan target kemenangan atas juara bertahan. Dia tidak mau menyebut apa tujuan sepakbola yang dimaksud. "Strategi sudah kami susun dan semua pemain sudah siap menjalankan pola yang akan dimainkan nanti," ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/7).

Aba Atta tidak ragu dengan kemampuan Hen Atamuan, Ferry Langkamau, Mad Ivan, Khaerudin Ali, Alfons, Zaka dan kawan-kawan. Dia sangat dekat dengan anak asuhannya yang disebut-sebut sebagai tim bayangan Perseftim Flores Timur, sehingga keyakinan yang dilontarkannya bisa menjadi bukti sore ini.

Bagaimana dengan Mandiri? Pius Pake yang kali ini dipercaya Manajer Frangky Amalo sebagai pelatih pasti akan berusaha mempertahankan gengsi sebagai juara bertahan. Dengan sejumlah pemain yang sudah hengkang ke klub lain, Pius Pake dituntut bekerja keras untuk meramu tim baru yang kompak dan solid. Bersama asistennya, Lukman Hakim, pola 4-4-2 kiranya menjadi salah satu senjata untuk meredam Bond Adonara.

Zulkifly Umar yang kemungkinan bertandem Cristian Mozad di depan akan didukung Pieter Fomeni, Mad Malik, Ima Blegur dan Lambert Kadju yang sesekali akan muncul dari lini kedua. Kekuatan ini yang harus diwaspadai lini belakang Bond Adonara. Pasalnya, kalau Alfons dan Mad Ivan terlena dalam mengawal Zulkifly Umar, Pieter Fomeni bisa muncul dari lini kedua untuk mencetak gol sama baiknya dengan seorang striker.

Masalahnya adalah dua sayap Mandiri masih lemah. Kalau Pius Pake tidak cepat menemukan pemain yang cocok di lini ini, maka pilar belakang Adonara akan lebih berkonsentrasi untuk mematikan Zulkifly dan Pieter. Kalau ini terjadi, maka para pemain Adonara akan bebas melayani Hen Atamuan untuk menjebol gawang Mandiri yang dikawal bekas rekannya di Perseftim, Ronald Muchtar.

Duel petang ini akan menjadi ujian awal bagi kedua tim. Mandiri sebagai juara bertahan harus menjaga martabatnya sebagai sang jawara. Bagi Bond Adonara, dukungan masyarakat Flores Timur di Kupang yang sangat besar akan menjadi kekuatan bagi mereka untuk memberikan kejutan. Kalau Adonara tidak demam lapangan dan bisa beradaptasi, maka pertandingan ini bakal berlangsung menarik. Artinya, Mandiri FC harus mewaspadai kejutan itu. (eko)


Tangan dingin pelatih

SEMASA menjadi pemain, Mathias Bisinglasi sangat disegani baik saat berposisi sebagai striker maupun playmaker. Pensiun sebagai pemain, Mathias Bi-singlasi kembali dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Mathias Bisinglasi dikenal piawai meramu skuad dengan materi pas-pasan menjadi tim yang menakutkan. Dia juga sangat ahli membaca permainan. Strategi yang dipasangnya dan kapan saatnya mengganti seorang pemain selalu tepat dan penuh perhitungan. Tak salah kalau klub Britama SoE melamarnya menjadi pelatih.

Mengawali debutnya di Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006, Britama SoE akan bertemu Rasta FC. Diung-gulkan memenangkan pertandingan ini, Mathias Bi-singlasi tidak ingin mengomentarinya lebih jauh. "Kami hanya ingin bermain dengan baik. Skuad yang akan kami turunkan lebih banyak pemain muda. Kami memang berusaha untuk terus melakukan regenerasi. Meski masih muda, tapi saya yakin mereka akan bermain dengan baik," ujar Mathias Bisinglasi.

Rasta sebenarnya klub lama di Kota Kupang. Minimnya kompetisi membuat klub yang melahirkan pemain-pemain besar seperti Primus Sivelmus, Deny Bengu, Memy Tomboi, Napoleon Amtiran dan lainnya kini tengah berusaha untuk kembali bangkit. Para pemainnya baru mulai dikumpulkan, kini mereka telah siap berkompetisi.

Melawan Britama SoE yang akan diperkuat beberapa pemain ternama seperti Juneidi Bana, Apris Misa, Muhamad Hendra, Imam Santoso, Eman Soi, Yoris, Yakobus Piri dan Leonard Bisilisin, Rasta tidak boleh lengah. Pressing ketat sepanjang 2x35 menit harus dilakukan secara konsisten. Di sini stamina prima sangat penting untuk diperhatikan. Duel ini sangat penting bagi kedua tim untuk meraih poin penuh. Hasil imbang 1-1 yang diperoleh QFC BTN dan Pertamina FC membuat peluang semua tim relatif sama. Artinya, Rasta ataupun Britama SoE yang memenangkan pertandingan ini, peluangnya untuk lolos ke perempatifnal sangat terbuka. (eko)


QFC dan Pertamina imbang

RUNNER-up Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005, QFC BTN Kolhua- Kupang hanya bermain imbang 1-1 dengan tim debutan Pertamina FC dalam pertandingan pertama Grup B di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (16/7) petang. Gawang Pertamina lebih dulu jebol oleh gol bunuh diri dari kaptennya Lucio Viera tapi disamakan lewat gol pemain pengganti Pertamina, Man Api.

Pertandingan antara QFC melawan Pertamina berlangsung menarik. QFC yang masih mengandalkan skuad lamanya tampil menekan sejak pertandingan yang dipimpin Yaya Huru dibantu Ferdy Takoy dan Fanus Bria dimulai. Mengandalkan Vicky dan Hendrik, QFC menguasai jalannya pertandingan pada 15 menit pertama. Permainan bola dengan satu dua sentuhan serta penguasaan daerah yang cukup baik membuat irama permainan berlangsung menarik.

Namun, duet lini belakang Pertamina, Roni dan Lucio cukup kompak dalam menghalau serangan QFC. Serangan beruntun QFC akhirnya membuahkan hasil pada imenit ke-17. Saat ditekan, Lucio bermaksud mengontrol bola liar hasil tendangan permain QFC, Eky. Namun bola melenceng menuju gawangnya sendiri. Kiper Pertamina, Ade yang sudah terlanjur maju tidak bisa menjangkau bola yang terlalu tinggi dan menjebol pojok kiri gawangnya.

Meski ketinggalan satu gol, semangat tempur anak-anak Pertamina asuhan Santos ini patut diacungi jempol. Berhadapan dengan permianan QFC yang keras dan tak kenal kompromi, mereka memainkan bola-bola pendek yang cukup efektif. Meski demikian, Tony Louis dan Americo Frietes tidak mudah menembus area penalti Pertamina. Dengan tenang, libero Pertamina, Pe’u selalu berhasil meredam tusukan Tony dan Americo yang lebih banyak mengandalkan kecepatan larinya.

Masuknya beberapa pemain pengganti di babak kedua membuat perubahan pada daya serang Pertamina. Man Api dan Antonio menghidupkan seransgan Pertamina. Meski penampilan kiper QFC BTN, Dody Lisnahan cukup bagus dalam menahan serbuan Pertamina, namun di menit ke-43, Dody akhirnya takluk juga. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Man Api yang mendapat bola liar hasil tendangan bebas dari sayap kiri berhasil menjebol gawang QFC.

Hasil imbang 1-1 membuat jalannya permainan berlangsung menarik. Masuknya Dalman dan Charles Lisnahan menambah tekanan QFC BTN. Sebaliknya, Pertamina juga memiliki beberapa peluang melalui dua tendangan jauh Man Api, namun masih bisa diamankan Dody. Hingga pertandingan berakhir kedua tim tetap bermain imbang 1-1.

Dalam pertandingan kedua di Grup B, QFC BTN akan bertemu Rasta FC sedangkan Pertamina berhadapan dengan Britama SoE. Rasta dan Britama SoE akan saling berhadapan, Senin (17/7) petang di Stadion Oepoi-Kupang. (eko)



Motang Rua takluk

KLUB Motang Rua langsung takluk 0-1 atas Putra Samudera (Pusam) dalam pertandingan pertama Grup A di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (16/7). Gol tunggal Pusam dicetak Jefry Dethan menit ke-45.

Dengan koleksi tiga poin, Putra Samudera berada diposisi kedua klasemen sementara Grup A di bawah Britama Kupang yang unggul selisih gol. Sementara Motang Rua berada di posisi ketiga atau hanya unggul selisih satu kemasukan dari AS Roma. Dengan hasil ini maka Motang Rua harus memenangkan pertandingan keduanya melawan AS Roma. Ini tentu sangat berat karena AS Roma yang berada di posisi buntut klasemen sementara tentu ingin memetik poin guna membuka peluangnya ke babak delapan besar.

Pertandingan antara Motang Rua melawan Pusam dalam waktu 2x35 menit itu berlangsung dalam tempo sedang. Motang Rua yang mengandalkan Hyero sebagai ujung tombak bermain cukup baik dan mampu menekan pertahanan Pusam yang dikawal dua mantan pemain KFC Tarus, Yusuf Namok dan Yeri Lefi. Meski demikian, mereka kesulitan untuk mencetak gol.

Di babak pertama, Hyero memiliki tiga peluang emas dan Atus memperoleh empat peluang. Sayang semua peluang yang bagus itu gagal menjadi gol. Padahal penampilan kiper Pusam, Maxi Boboy sering menimbulkan kemelut. Namun di saat gawang Pusam kosong, eksekusi dari Hyero ataupun Atus selalu melenceng jauh dari gawang.

Sebaliknya, pemain-pemain Pusam terlihat lebih banyak mengandalkan duet strikernya, Jefry Dethan dan Dedy Dethan untuk melakukan tekanan melalui serangan balik. Beberapa kali umpan dari Erick Seran membuat Dedy dan Jefry berhasil masuk ke jantung pertahanan Motang Rua, namun masih dapat diamankan Beny. Hingga turun minum skor tetap imbang 0-0.

Malapetaka menimpa Motang Rua pada awal babak kedua ketika mereka harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima pemainnya, Vincentius. Vincentius dikeluarkan wasit Alberth Lisnahan karena menyikut pemain Pusam, Charles Giri. Keluarnya Vincentius cukup berpengaruh pada lini tengah Motang Rua. Atus mulai sedikit mundur untuk membantu Erlan mengatur irama permainan dari lini tengah.

Dengan kekuatan sepuluh orang, serangan Motang Rua tidak efektif apalagi Pusam bermain lebih baik pada babak kedua. Dalam suatu serangan balik cepat, Pusam berhasil mencetak gol ke gawang Motang Rua pada menit ke-45. Berawal dari serangan yang dibangun melalui Charles, Dedy yang mendapat bola di luar garis enambelas berhasil melewati hadangan Vian dan Gusti. Dedy yang dihadang Beny mengirim umpan kepada Jefry yang dengan tendangan kerasnya berhasil menaklukkan kiper Beny.

Ketinggalan satu gol, pelatih Motang Rua, Ferry Cangkung melakukan sejumlah pergantian. Hal yang sama juga dilakukan Pusam. Tekanan-tekanan Pusam semakin bertenaga. Sebaliknya, Motang Rua terlihat bermain tidak tenang dan sering melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu. Hingga wasit Alberth Lisnahan dibantu Ferdy Takoy dan Yaya Huru mengakhiri pertandingan tidak ada gol tambahan yang tercipta. (eko)

Adonara ingin menang


BERITA UTAMA Sabtu: 22 Jul 2006 19:50


KEMENANGAN yang diraih PS Mandiri atas Juku Eja, Jumat (21/7/2006), membuat persaingan di grup C makin panas. Tak heran kalau pertandingan antara Bon Kota Adonara melawan Persado Oesao sore ini, Sabtu (22/7) di Stadion Oepoi bakal menarik. Target kemenangan adalah harga mati bagi kedua tim kalau masih ingin bertahan.

Bon Kota Adonara tidak bisa berhitung untung atau rugi dalam pertandingan ini. Satu poin yang dikantongi bisa membuat Hen Atamuan dkk tersingkir kalau gagal menaklukkan Persado Oesao. Persado Oesao pun demikian. Tiga poin yang dimilikinya bukan berarti mereka sudah aman, sehingga akan bermain aman melawan Adonara. Persado akan bertemu PS Mandiri yang juga mengincar kemenangan di pertandingan terakhirnya di grup C.

"Kami targetkan kemenangan dalam pertandingan ini agar bisa lolos ke delapan besar. Kami akan menurunkan semua pemain terbaik yang ada, dan mereka sudah siap melawan Oesao," ujar pelatih Bon Kota, Asril.

Kalau tekad ini yang ditanamkan Asril kepada anak-anak asuhannya, maka tontonan berkualitas akan mewarnai jalannya permainan. Dengan kualitas individu pemain yang berada di atas rata-rata, Bon Kota memang tengah menebar ancaman di turnamen ini. Namun mereka masih lemah dalam penyelesaianakhir. Dukungan dari lini kedua terutama dari sayap Adonara harus dimaksimalkan bila Mansyur dan Jumardi melakukan aksi sapu bersih. Di saat seperti ini, Asril harus berani mengambil spekulasi untuk mendorong Hen Atamuan ke depan. Pengalaman Hen Atamuan sebagai striker bisa digunakan untuk mencetak gol di saat para striker mandul.

Strategi sapu bersih bisa saja dipakai oleh Persado Oesao. Persado yang memiliki duet striker, Dino Lopes dan Niko yang memiliki kecepatan dan skill yang bagus tak akan canggung memainkan bola-bola panjang. Niko dan Dino memiliki kualitas untuk berani duel dengan lini belakang lawan. Satu lagi kelebihan Persado Oesao adalah bisa mencetak gol lewat tendangan-tendangan bola mati. Artinya, lini belakang Bon Kota tidak boleh melakukan pelanggaran dekat kotak 16 dan jangan terkecoh dengan pergerakan tanpa bola Dino atau Niko.

"Sama halnya dengan mereka, kami juga menginginkan kemenangan. Pertandingan ini akan menarik tapi kami tidak akan tertekan dengan suhu di dalam dan luar lapangan. Kami akan bermain lepas dan kalau bisa akan berusaha mencetak gol lebih dulu," ujar pelatih Persado, Ferdy Lape.

Ferdy Lape benar, bahwa suhu pertandingan luar dan dalam akan meninggi. Di dalam lapangan, duel hidup mati dua tim yang mengejar kemenangan akan disemaraki sorakan suporter fanatik kedua tim. "Kami tahu bahwa mereka memiliki suporter yang sangat fanatik, namun kami juga akan mendatangkan pendukung. Saya hanya berharap agar semangat fair play tetap dijunjung tinggi, dan kepada wasit untuk tidak terpengaruh dengan suhu permainan," ujar Ferdy Lape.

Kedua tim memasang target kemenangan. Bon Kota Adonara mewakili Perseftim Flores Timur, sedangkan Persado Oesaomengusung nama PS Kabupaten Kupang. Artinya, duel wakil dua kabupaten ini akan menghasilkan fanatisme dan ego mempertahankan kehormatan daerah. Satu yang harus diingat kedua tim adalah merebut poin menuju ambisi menggapai gelar juara. Siapa yang siap, dia pasti menang. Bermain tenang, konsentrasi penuh dan jangan lupa mencetak gol. (eko)


Kematangan Sandelwood

SANDELWOOD hadir kembali di Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006 dengan motivasi baru. Jauh sebelum turnamen ini digelar, sang pelatih, Paul Ngongo Bili sudah menyatakan kesiapan timnya. Kemenangan yang diraih atas BNI 46 dalam pertandingan perdananya adalah bukti nyata.

Dalam penampilan pertamanya, Sandelwood memang terlihat belum begitu padu. Namun melawan SSB Tunas Muda, sore ini Sabtu (22/7) di Stadion Oepoi, mereka harus padu untuk menyiapkan stamina prima sepanjang pertandingan. Mengandalkan Bambang Tokan, Adrianus Adi, Marsi Ambotang, Hengky Lakinan dan Johni Manu, kekuatan Sandelwood terletak di lini tengah. Mereka juga memiliki Ancis Keraf yang sudah menemukan kembali ketajamannya.

"SSB Tunas Muda pasti mengincar kemenangan. Ini membuat mereka akan bermain penuh dan berusaha menekan kami. Kami akan berusaha untuk melayani permainan mereka dengan kekuatan yang ada untuk bisa meraih kemenangan," ujar kapten Sandelwood, Bambang Tokan.

Bambang Tokan mungkin benar. Kekalahan yang diderita SSB Tunas Muda dari Bahari FC memang sedikit mengecewakan duet pelatih Anton Kia dan Johni Lumba. Untuk itu, target kemenangan adalah mutlak, kalau tidak ingin tersingkir sebelum melakoni pertandingan terakhirnya. Nama besar yang dimilikiJohni Lumba dan Anton Kia nampaknya akan menjadi taruhan. Mengusung nama Sekolah Sepakbola (SSB), Tunas Muda harus menunjukkan skill lebih dari lawannya. Artinya, hasil dari latihan yang dilakukan selama ini harus dibuktikan dengan prestasi.

Bagi SSB Tunas Muda, faktor pelatih memang sangat menentukan. Secara kualitas, anak-anak SSB komplet di semua lini, baik pemain inti maupun cadangan. Namun emosi dan kematangan yang masih menjadi masalah. Hadirnya beberapa pemain senior, seperti Maksi Kami dan lainnya, harus dimanfaatkan untuk terus memberikan motivasi bagi pemain lainnya. Pasalnya, anak-anak SSB Tunas Muda sering kehilangan konsentrasi saat melawan tim dengan pertahanan yang cukup bagus. Kalau sudah demikian, mereka sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang tidak perlu.

Di sini strategi dan bimbingan dari pelatih sepanjang pertandingan yang terus dilakukan. Karena kalau dilepas, jangan harap bisa mengalahkan Sandelwood yang tentu bermain lepas. (eko)



Odus loloskan Britama SoE

GOL tunggal gelandang senior PS Britama SoE, Odus Piri ke gawang Pertamina FC di menit ke-54 dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (21/7), mengantar timnya ke perempatfinal turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang 2006 dari Grup B. Britama SoE menyusul ‘saudaranya’ Britama Kupang yang lebih dulu lolos dari Grup A.

Britama SoE yang mengalahkan Rasta FC di pertandingan pertamanya mengantongi enam poin. Meski nantinya kalah dalam pertandingan terakhirnya dari QFC BTN, namun tidak berpengaruh untuk tiket perempatfinal. Pertamina sendiri dengan kekalahan ini memiliki peluang yang berat untuk lolos. Dengan satu poin miliknya, Pertamina harus mengalahkan Rasta FC yang sudah tersingkir, tapi dengan syarat gol yang banyak. Pasalnya, mereka hanya memiliki peluang kalau QFC (empat poin) kalah dari Britama SoE. Dan, kalau Britama dan QFC BTN bermain imbang, maka apapun hasil melawan Rasta, Pertamina tetap tersingkir.

Pertandingan antara Pertamina melawan Britama SoE berlangsung menarik. Turun dengan kekuatan penuh yang didukung puluhan suporter yang didatangkan dari SoE, anak-

anak Mathias Bisinglasi ini bermain cukup bagus. Spanduk bertuliskan ‘Britama SoE datang untuk menang’ yang dibentangkan di depan kursi pemain cadangan, nampaknya menjadi motivasi tersendiri bagi pemain-pemainnya.

Sementara Pertamina yang juga turun dengan komposisi penuhberusaha memainkan bola-bola panjang dengan mengandalkan kecepatan Antonio dan Tony Louis di depan. Namun, lini belakang Pertamina menjadi timpang menyusul ditariknya Romy yang cedera otot paha. Akibatnya, konsentrasi para gelandangnya untuk membantu serangan menjadi terganggu karena harus sering turun membantu pertahanan. Libero Pertamina, Lucio yang biasanya melakukan terobosan dari belakang, harus berkonsentrasi penuh untuk mengawal Juneidi Bana dan Apris Misa.

Memanfaatkan lebar lapangan, Britama SoE berusaha menyerang lewat Dedy Taniu dan Yostan Boymau. Odus dan Hendra yang sesekali membuka pergerakan beberapa kali terlihat melakukan spekulasi tendangan dari jauh. Meski beberapa peluang berhasil diciptakan kedua tim, namun hingga turun minum tidak ada yang bisa mencetak gol.

Di babak kedua, masuknya Alo Boro menggantikan Juneidi Bana berhasil menghidupkan tekanan-tekanan Britama SoE. Dedy Taniu yang didorong ke depan berduet dengan Apris Misa berhasil menekan pertahanan Lucio. Meski demikian, naluri gol yang tidak begitu bagus dari Dedy dan Apris membuat semua peluang yang diciptakan, baik lewat umpan Hendra, Nales maupun Odus dibuang percuma.

Di saat anak-anak Britama SoE kesulitan mencetak gol, Odus menunjukkan kematangannya sebagai pemain senior. Muncul dari lini kedua, Odus yang menyerang lewat sayap kanan melepas tendangan yang tidak bisa diantisipasi kiper Pertamina, Wily Dambu. Stadion Oepoi bergemuruh menyambut gol ini. Tempo permainan pun menjadi meningkat.

Pemain-pemain Pertamina yang merasa bisa mengimbangi Britama SoE melakukan serangan frontal dari semua lini.Dullah, Bram, Fathuda membuat Eman Soi dan Omris Boymau harus jatuh bangun menyelamatkan pertahanannya. Meski demikian, penampilan Imam Santoso yang cukup cemerlang, berhasil menggagalkan peluang Pertamina. Britama SoE juga memiliki satu peluang dari Odus, namun tendangannya masih melenceng di atas mistar gawang. Hingga wasit meniup pluit panjang, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Manajer Britama SoE, Adi Bisinglasi yang mengomentari hasil tersebut memuji penampilan pemain-pemainnya. Adi mengaku kalau sempat cemas melihat permainan Pertamina yang cukup bagus, namun motivasi lebih yang ditunjukkan timnya membuat kemenangan layak diraih.

"Saya sempat cemas melihat Pertamina yang bermain cukup bagus. Tapi saya juga memiliki keyakinan bahwa kami datang untuk memenangkan pertandi-ngan. Kunci kemenangan kami adalah pemain-pemain kami bermain sangat lepas dan memiliki motivasi yang tinggi untuk menang. Kami kini sudah di per-empatfinal dan siap menuju prestasi yang lebih besar," ujar Adi Bisinglasi. (eko)



Mandiri buka peluang

PESTA gol kembali terjadi di Stadion Oepoi, Jumat (21/7). Mandiri Kupang berhasil membantai PS Juku Eja 5-1. Hasil ini membuka peluang Mandiri untuk lolos ke perempatfinal. Bagi Juku Eja, meski belum tersingkir, namun peluang lolos sangat berat.

Hasil yang dicapai Bon Kota Adonara melawan Persado Oesao sore ini, Sabtu (22/7), akan sangat menentukan posisi Juku Eja. Apabila Persado yang memiliki poin tiga kalah, maka Abbas Bustan dkk masih memiliki peluang, tapi mereka harus menang besar atas Bon Adonara di pertandingan terakhirnya. Namun apabila Persado menang atau mengimbangi Bon Adonara maka Juku Eja akan langsung tersingkir.

Pertandingan antara Mandiri melawan Juku Eja di awal babak pertama pertandingan yang dipandu Yaya Huru, dibantu Ferdinand Takoy dan Stefanus Bria itu sempat berlangsung imbang. Meski tanpa kehadiran striker andalannya, Ilham, namun Juku Eja berhasil menekan pertahanan Mandiri lewat Devid. Terhitung dua peluang berhasil diperoleh Juku Eja di sepuluh menit pertama yang gagal dimanfaatkan.

PS Mandiri memiliki dua peluang gol lewat strikernya, Zulkifly Umar. Namun karena kurang tenang, Zulkifly selalu gagal mengeksekusi bola. Tidak ingin kecolongan di lini belakang, pelatih Mandiri, Pius Pake menarik Cristian Mozad dan memasukan Lambert Kadju. Amannya pertahanan menyusul masuknya Lambert membuat konsentrasi serangan Mandiri semakin bagus. Dan, gol yang ditunggu-tunggu pun datang.

Berawal dari umpan Abdul Muis, Hidayat melakukan solo run yang cukup cepat. Kerja sama satu dua dengan Zulkifly Umarberhasil mengecoh pertahanan Juku Eja. Tendangan Zulkifly masih bisa ditepis kiper Joefry, namun bola yang jatuh dekat Hidayat dengan mudah ditendang ke dalam gawang. Keunggulan Mandiri tidak bertahan lama, karena Zulkifly berhasil memecahkan kemandulannya dengan golnya empat menit kemudian. Kedudukan 2-0 untuk Mandiri bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua dengan sejumlah pergantian yang dilakukannya, Juku Eja sempat mendikte permainan Mandiri. Buktinya, mereka mampu memperkecil ketinggalan lewat gol indah Hasim menit ke-42. Gol itu sempat mengejutkan Mandiri. Habisnya stamina beberapa pemain utamanya membuat pergantian terus dilakukan. Dan, pergantian itu membuahkan hasil lewat tiga gol yang dicetak Zulkifly Umar, Ricko Jawa dan Lempe. (eko)

SYALOM