Tampilkan postingan dengan label 234-PK2007. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 234-PK2007. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2008

Mandiri jumpa AS Roma

DUA tim unggulan, Mandiri FC dan AS Roma akan bertemu di babak perempatfinal. Kepastian itu diperoleh setelah Mandiri bermain 1-1 me-lawan Putra Nagekeo dalam pertandingan akhir penyisihan grup di Sta-dion Oepoi-Kupang, Rabu (4/7/2007). Pada saat yang sama, AS Roma menang 3-0 atas Celebes Makassar.

Dengan empat poin yang dikantonginya, Mandiri FC tampil sebagai runner-up Grup C. AS Roma yang mengumpulkan poin sempurna jadi juara Grup B. Perempaftinal antara Mandiri melawan AS Roma akan berlangsung, Jumat (6/7/2007).

Lolosnya Mandiri melalui pertandingan yang ketat. Melawan Putra Nagekeo yang butuh tiga poin untuk lolos, Mandiri tidak bisa bermain lepas. Bahkan sepanjang babak kedua, Mandiri selalu berada di bawah tekanan Nagekeo. Tim asuhan Felix Dando dan Helmon Liko begitu mendominasi jalannya pertandingan.

Meski demikian, upaya-upaya me-reka selalu kandas di lini belakang Mandiri yang dikoordinir Lambert Kadju dan Alimin. Selain itu, kiper Mandiri, Ronald Muchtar membuat penyelamatan gemilang sehingga menggagalkan semua peluang emas Nagekeo.

Nagekeo unggul lebih dulu pada menit ke-20. Pemain senior Klethus Gabhe lewat akselerasinya berhasil menaklukkan Ronald. Gol itu mengejutkan anak-anak Mandiri. Tak ingin kecolongan, Pelatih Mandiri, Lukman Hakim langsung menarik tiga pemain, Ones, Ngurah dan Thomas untuk memasukkanJacky, Beni dan Pieter. Strategi ini cukup manjur. Terbukti serangan-serangan mereka lebih bertenaga untuk menekan pertahanan Nagekeo.

Akhirnya pada masa injury time babak pertama, Pieter Fomeni berha-sil menyamakan kedudukan. Terjadinya gol balasan itu berawal dari kesalahan pemain bertahan Nagekeo, Us Dhiu. Us Dhiu yang menguasai bola sengaja menjegal kaki pemain Mandiri, Atus. Dan, Pieter yang menjadi algojo melepaskan tendangan ke tiang jauh yang tidak ditangkap sempurna kiper Nagekeo, Hans Dore.

Di babak kedua, suhu permainan sempat memanas. Target kemenangan membuat Putra Nagekeo tiada henti menggempur pertahanan Mandiri. Pertandingan cenderung keras dan terjadi sejumlah pelanggaran. Beberapa pemain di antaranya, bahkan nyaris berkelahi. Beruntung ketegangan itu bisa didinginkan sehingga tidak ada kericuhan berkelanjutan.Suasana pertandingan menjadi kurang elok ditonton.

Putra Nagekeo sebenarnya memperoleh sedikitnya tiga peluang emas pada babak kedua. Dua tembakan dan satu sundulan nyaris menjebol gawang Mandiri. Dalam suatu kesempatan, pemain depan Nagekeo tinggal menghadapi gawang yang terbuka lebar, tetapi bola yang diceplos tidak mengarah ke mulut gawang. Skor imbang 1-1 bertahan hingga wasit Idris Boli meniup pluit panjang. (eko)


Celebes Makassar tersingkir

PERJUANGAN PS Celebes Makassar untuk meraih satu tiket perempatfinal dari Grup B berakhir sudah. Celebes kalah 0-3 melawan AS Roma dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (4/7/2007).

Selama babak penyisihan grup, Celebes meraih tiga poin hasil satu kemenangan atas PS Golewa dan dua kali kalah dari Bon Kota Adonara dan AS Roma. AS Roma tampil sempurna dengan sembilan poin dari tiga kemenangan. Tidak hanya itu, AS Roma hingga saat ini juga menjadi tim tersubur dengan mencetak sebelas gol. Striker Decky Kadja menjadi top skorer sementara dengan empat gol.

Pelatih AS Roma, Zeth Adoe tidak ingin kehilangan muka dari pertandingan ini. Meski sudah pasti lolos, namun dia tetap menurunkan skuad utama. Buktinya, baru satu menit pertandingan berjalan, Oncil Detaq membuka keunggulan AS Roma. Gol ini berawal dari serangan cepat yang dirancang Jimi Hosana. Umpan terobosan yang tidak disangka lini belakang Celebes langsung disambut Oncil yang melepaskan tendangan lob ke sudut jauh. Kiper Celebes, Jufri, yang terlanjur maju tidak bisa menjangkau bola.

Setelah gol ini, Celebes sebenarnya mampu mengimbangi permainan AS Roma. Permainan ngotot anak-anak asuhan Hamril Warsita dan Rudi memaksa pemain depan AS Roma untuk turun membantu pertahanan. AS Roma lebih banyak mengandalkan serangan balik dengan memanfaatkan kecepatan Oncil, Erens, Decky dan Yus. Hingga turun minum tidak ada tambahan gol.

Babak kedua berjalan 15 menit saat Zeth Adoe mena-rik Oncil, Hasim dan Jimi untuk memasukkan Kesa, Johni dan Okto. Baru satu menit masuk, Kesa mencetak gol kedua AS Roma lewat tendangan first time indah. Beberapa saat kemudian, giliran Okto yang mencetak gol ketiga AS Roma.

Zeth Adoe mengatakan, seharusnya AS Roma mencetak lebih dari tiga gol, namun banyak peluang yang disia-siakan. (eko)


Komitmen Dji Sam Soe untuk sepakbola

HASIL yang maksimal tidak serta merta dicapai. Butuh pengorbanan dan waktu yang lama. Sama halnya dengan menggelar turnamen sepakbola. Untuk mendapatkan pemain yang berkualitas, turnamen harus digelar secara kontinyu.

Dji Sam Soe sebagai sponsor utama turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup memiliki komitmen untuk secara rutin menggelar turnamen sepakbola. Komitmen itu diungkapkan Regional Marketing Manager Bali dan Nusa Tenggara, PT HM Sampoerna Tbk, Tiarso Widodo di sela-sela menonton pertandingan antara AS Roma melawan Celebes Makassar di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (4/7/2007).

Menurut Widodo, tujuan Dji Sam Soe untuk menggelar turnamen di Kupang untuk menggairahkan sepakbola NTT. NTT, kata Widodo, sebenarnya memiliki talenta pemain bola yang sangat potensial, namun mereka belum diasah secara benar melalui kompetisi reguler.

"Dji Sam Soe dan sponsor pendukungnya ingin agar suatu saat nanti sepakbola NTT bisa berbicara di tingkat nasional. Potensi untuk itu ada. Baik pemain maupun penonton sangat mendukung. Tapi untuk mencapai target itu tidak langsung jadi. Menggelar turnamen pun tidak bisa hanya sekali, tapi harus secara kontinyu," demikian Widodo.

Widodo yang bersama timnya datang dari Denpasar-Bali untuk menyaksikan langsung jalannya turnamen ini, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, ada trend peningkatan prestasi dalam sepakbola NTT. Khusus untuk turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup saja, kata Widodo, kualitas tim pesertadari tiga kali penyelenggaraan mengalami peningkatan.

"Ada trend peningkatan prestasi. Kalau tahun ini sudah ada peningkatan, maka saya harapkan tahun depan lebih bagus lagi. Kita semua berharap agar sepakbola NTT terus berkembang," ujarnya. Widodo mengajak seluruh masyarakat dan sponsor pendukung di NTT tetap mendukung pembinaan sepakbola. (eko)

Qanasex luar biasa

LUAR biasa Qanasex FC. Sama sekali tidak diperhitungkan, mereka membuat langkah awal cemerlang dalam turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang 2007. Dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Senin (25/6/2007), Qanasex menang 1-0 atas tim kuat Kristal FC.

Qanasex langsung menempati posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Poin mereka sama dengan Persado Oesao, namun kalah produktivitas gol. Sementara Kristal FC menempati posisi ketiga di atas Britama SoE.

Pertandingan antara Qanasex melawan Kristal berlangsung dalam tempo sedang. Hujan rintik yang terus mengguyur membuat lapangan licin dan agak berlumpur. Kontrol bola dari pemain kedua tim tidak berjalan mulus. Alur bola kurang terarah dan sering terlihat pemain kedua tim asal tendang ke depan.

Kristal yang diunggulkan dalam pertandingan ini sebenarnya bermain cukup baik. Mengandalkan Hengky Patiwel, Alex, Deny Benggu, Enzo, Nyongky, Vegan dan Juan mereka unggul dalam teknik dan strategi. Buktinya, mereka lebih menguasai bola. Namun mereka tidak mudah menembus pertahanan QFC yang digalang Pe’u Lisnahan. Masuknya Maksi Kami menggantikan Danpho juga tidak membawa hal positif bagi tim.

Aksi sapu bersih dari Pe’u, Dalman, Agur, Jecki dan Jefri menggagalkan usaha Maksi dan Deny. Selain itu, penampilan gemilang dari kiper Qanasex, Charles Lisnahan berhasil mematahkan semua peluang Kristal. Hingga turun minum, kedudukan masih tanpa gol.

Di babak kedua pertandingan yang dipimpin Wasit Yaya Huru dibantu Stef Bria dan Ferninand Takoy itu, kedua tim melakukan sejumlah pergantian. Permukaan lapangan yang berlumpur cukup menguras stamina pemain sehingga perlu pemain yang lebih bugar.

Rupanya tim asuhan Novrianto Lisnahan yang lebih beruntung. Masuknya Mechu menggantikan Viks cukup efektif. Qanasex FC mampu mencetak gol melalui Mechu ketika pertandingan tersisa sepuluh menit. Proses terjadinya gol Qanasex bermula dari kesalahan lini belakang Kristal. Palang pintu Kristal, Juan terlalu jauh meninggalkan wilayahnya. Mechu yang tidak terkawal dengan mudah menyambar umpan Anton menjadi gol. Dengan sekali sentuh Mechu menaklukkan kiper Kristal, Rian Pati.

Unggul 1-0, Qanasex merapatkan pertahanan. Sementara Kristal yang masih memiliki peluang terus menekan. Tim asuhan pelatih Johni Lumba itu beberapa kali mendapat peluang emas untuk mencetak gol. Tetapi hingga Yaya Huru meniup pluit panjang, tak ada gol yang bisa mereka ciptakan. (eko)



Pembuktian dari Perselaya

NAMA Perselaya dalam kancah persepakbolaan Kabupaten Flores Timur (Flotim) tidak asing lagi. Menyebut Perselaya berarti menyebut nama klub juara. Mereka juara karena memiliki tradisi dan kualitas. Petang ini, Selasa (26/6/2007) di Stadion Oepoi Kupang, Perselaya Lamahala harus memberikan pembuktian saat melawan Mandiri FC.

Mengusung nama Lamahala dan Flotim, mereka bukan tim ayam sayur. Dimasukkan dalam tim unggulan untuk menjuarai turnamen karena tim luar Kota Kupang itu berkualitas tinggi.

Romy Bunga punya Ardy Pukan, Subhan Tokan, Santos, Firdaus, Koken, Syukur dan lainnya. Dia bisa berbuat apa saja tentang taktik dan strategi dengan skuadnya. Subhan Tokan bisa bermain di posisi apa saja. Dia juga bisa bekerja sendirian di belakang meski harus berhadapan dengan lebih dari satu pemain lawan. Bersama Santos kekuatan lini belakang mereka tidak diragukan.

Perselaya juga memiliki pemain tengah yang bagus. Koken, Firdaus, Syukur dan lainnya adalah pelayan yang baik untuk striker. Masuknya striker Persebata Lembata, Ardy Pukan dalam skuad Perselaya membuat lini tengah Perselaya tidak perlu berpikir bagaimana mencetak gol. Asal dilayani dengan baik, Ardy bisa mencetak gol kapan saja di saat lawan lengah.

Dan, satu hal yang tak boleh dipandang remeh adalah fanatisme suporter. Dukungan sesepuh Lamaholot di Kupang seperti Anton Pati Mangoe dan Muhammad Wongso adalah suntikan spirit yang sangat berarti bagi Perselaya. "Bagi kami orang Lamahala, se-pakbola adalah segala-gala-nya. Kami akan mendukung tim kami dengan cara sendiri tanpa melupakan nilai-nilai sportivitas dalam menuai kemenangan," kata Wongso.

Tapi catatan di atas baru di atas kertas. Belum tentu semuanya terjadi di Stadion Oepoi. Tahun 2005 lalu, orang tidak pernah mengira Lukman Hakim dan Frangky Amalo membawa Mandiri menjadi juara turnamen per-dana Dji Sam Soe-Pos Ku-pang Cup. Orang lebih mengunggulkan Britama, AS Roma, Sandelwood dan lainnya. Tapi Lambert Kadju, Zulkifli dkk bukan orang baru dalam sepakbola NTT. Mereka juara karena punya mental, kualitas dan talenta.

Artinya, petang ini Perselaya tidak mungkin bermain dengan bebas. Mad Ivan dan Ronald Muchtar akan mendukung Lambert Kadju menjadi palang pintu Mandiri. Strategi sapu bersih yang sering diperagakan sudah terbukti di banyak turnamen. Di tengah, mereka punya Mujibu Rahman, Atus, Ismail dan Pieter Fomeni.

Kalau strategi mereka berjalan baik, anak-anak Mandiri biasanya tidak terlalu memusingkan posisi striker Zulkifly Umar. Zulkifly boleh dibilang pemain yang paling pintar mencari posisi. Mereka sudah tahu apa yang harus mereka sodorkan kepada Zulkifly. Kalau Zulkifly tampil prima, Subhan Tokan sebaiknya tidak terlalu sering naik membantu serangan. Striker ini punya kemampuan untuk berbuat apa saja di pertahanan lawan ketika bola sudah berada di kakinya.

Dari fakta-fakta ini, jelas bahwa partai sore ini adalah big match. Dua tim besar akan beradu. Satunya dari Flotim dan lainnya asal Kota Kupang. Siapa yang terbaik? Semuanya tergantung para pemain dan pelatih. Ketat dan bergengsi. Namun, bila siapa yang terpengaruh dengan pola permainanlawan, apalagi sampai terpancing untuk bermain kasar, jangan harap mampu memenangkan pertandingan. (eko)

Sebening renungan Pos Kupang Cup


Oleh Pius Rengka *

SERU tapi menyenangkan!!! Pertandingan bola sepak, Dji Sam Soe dan Pos Kupang Cup, hari-hari ini berlangsung seru di Stadion Oepoi Kupang. Orang sekaliber Ir. Esthon Foenay, M.Si (Ketua Harian KONI NTT) ikut menyaksikan pertandingan yang terbilang akbar untuk NTT itu, dari sebuah sudut di stadion.

Pertandingan ini, tak hanya dihiasi baliho. Umbul-umbul para sponsor melambai-lambai mengiringi giringan bola sepak yang lari liar dari satu sudut ke sudut lain, dan terpental badai dari satu kaki ke kaki lain. Tetapi, tetap sportif.

Pabrik rokok Dji Sam Soe, Telpon Flexi, Harian Umum Pos Kupang, BRI, Platina Computer, PLN Cabang Kupang, Radio DMWS, Hotel Kristal, Merpati, KKSS, MPM Motor, Pemprop NTT, Mitra Sportindo, dibukukan sebagai sponsor. Tak tanggung-tanggung total hadiah yang diperebutkan pun, termasuk menggoda, Rp 30 juta, termasuk sebuah sepeda motor jenis bebek jadi rebutan.

Namun, pertandingan bola sepak ini pun didaulat penuh oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya, Kepala Dispora, Drs. Mad Wongso. Di mimbar utama di stadion Oepoi, tampak para sponsor mendampingi Wagub Leburaya. Hadir pula di situ, Wakil Bupati Flores Timur, Drs. Yosni Herin. Ia mengaku datang dengan kapasitas Ketua KONI Flotim.

Bahkan pertandingan ini pun dihujani aneka hadiah lain dari para sponsor. Pokoknya serulah!! Bahkan, perempuan jelita, Olga Lidya, utusan khusus untuk urusan buntu dari PresidenRepublik Mimpi, datang juga sambil mengusung harapan, agar pertandingan ini berjalan licin semulus kulit langsatnya yang ranum merekah. Eko Bebek pun, datang memberi dukungan. Pelawak cerdas ini, menggiring pertandingan bola sepak ini dengan banyolan yang cerdas memproduksi tawa. Tentu saja, Eko Bebek, ingin agar pertandingan bola sepak Dji Sam Soe dan Pos Kupang Cup hanyalah arena tempat di mana kita menemukan sahabat sejati. Total, demi kebaikan bersama. Lima hari sudah berlalu, lalu apa yang kita temukan?

Liga Eropa

Liga sepakbola negara-negara Eropa musim kompetisi 2006-2007 baru usai, termasuk Liga Champions Eropa yang menarik perhatian penggemar bola dari seluruh dunia itu. Apakah ada semacam pesan sosial yang patut ditautkan dengan fenomena cara pikir pelaku sepakbola? Itulah pertanyaan pokoknya.

Pertanyaan ini, tak hanya bernuansa reflektif, tetapi darinya pula ditemukan hikmah. Tiap momentum kehidupan, kiranya memiliki nilai konstruktif terhadap hidup manakala darinya dapat ditarik ke dalam proses pikir yang dibangun secara sadar. Memang, benar bahwa pemikiran dapat dimulai dari realitas sebagai fenomena empirik. Tetapi juga, tak disangkal bahwa tidak mungkin ada realita tanpa pemikiran. Dengan demikian, baik realita sebagai produk pemikiran, maupun pemikiran karena ada realita adalah dua soal dalam satu perkara.

Begitu pula perihal bermain bola. Bahwa benar pada dasarnya bola yang bergulir dari satu sudut ke sudut lain di lapangan hijau, hanyalah merupakan suatu permainan manusia yang berkesadaran. Tetapi, manusia yang memainkan bola itu, tidak mungkin sekadar memainkan dan mempermainkan bola,karena bukan bolalah yang menjadi tujuannya, melainkan manusia yang memainkan bola itu.

Manusia tidak main-main memainkan bola, tetapi bola tidak dijadikan sebagai satu-satunya tujuan permainan. Manusia sedang bermain dan mempermainkan cara pikir manusia dengan satu kesadaran utuh. Meski demikian, manusia tidak hendak berbuat main-main dengan totalitas manusia, karena manusia menggunakan bola sebagai alat main guna mempermainkan para pemain.

Pada peringkat itulah, peradaban manusia diuji. Tatkala bola sepak dijadikan alat untuk menikmati cara pikir para pemain, maka serentak dengan itu manusia sedang mengolah dan berolah peringkat kebudayaan sesama pemain.

Manusia, memang, kelihatannya sedang menggunakan tubuhnya dalam permainan, tetapi sebenarnya tubuh manusia itu sekadar medium guna mengekspresikan tingkat berpikir. Dengan demikian, dapatlah dikatakan, jika manusia makin beradab, cara main pun makin menarik dan cantik. Dengan kata lain, cara bermain bola pada dirinya sendiri memantulkan cara pikir sekaligus melukiskan peringkat peradaban para pemain.

Lalu, manusia mengevaluasi. Bahwa cara main kesebelasan A, misalnya, sangat indah. Kesan itu diperoleh karena formasi yang diciptakan kesebelasan A, memperlihatkan dekorasi serasi antara bola menyerang sambil bertahan, atau pola bertahan dengan cara terus menyerang. Bahkan, sepakbola dapat dikatakan sebagai suatu karya seni, karena para pemain menjadikan bola sebagai sarana dan kanvas ekspresi teknik dan taktik bermain.

Pada bagian ini, kita sama menyaksikan, betapa tayangan sepakbola Liga Eropa, mengajarkan kepada kita bagaimanamestinya bermain bola. Bola yang bergulir bodoh itu seolah-olah kepada kita diperlihatkan proses berpikir yang sistematik. Tendangan melingkar, liukan Christian Ronaldo, seolah memperlihatkan konstruksi premis-premis yang logis. Karena itu, kalau sepakbola kemudian menyebabkan terangsangnya rasa marah, hal itu karena peradaban pemainnya sedang dalam uji coba yang sungguh serius. Tetapi, kalau kemudian pertandingan membuahkan perkelahian, hal itu karena manusia menjadikan bola sebagai tujuan.

Kalau bermain bola sepak berbanding lurus dengan pola pikir, maka bermain bola sepak itu sendiri adalah wujud dari perdebatan yang mengandalkan otak, tetapi disalurkan melalui otot. Sementara teknik bermain bola sepak adalah sejumput argumentasinya.

Nah, kalau karena main bola para pemain kemudian marah lalu berkelahi, hal tersebut hanya mau mengatakan satu hal penting yaitu bahwa cara berpikir masih dangkal dan argumentasinya sangat lemah. Refleksi selanjutnya adalah ini: Main bola sepak tidak lagi sebagai ajang perlombaan peradaban, melainkan hanya panggung yang mempertontonkan keterbelakangan.

Namun, Liga Eropa 2007, sudah sungguh berlalu. Kita menemukan hikmahnya, sambil menjahitnya dengan pengalaman main bola sepak di Indonesia.

Pertandingan main bola sepak di Indonesia hampir pasti selalu dicederai perkelahian dan pukul wasit. Yang menyedihkan, terutama saya, bola yang disepak-sepak itu sepertinya menjadi medium balas dendam dan menyumbar nafsu otot (daging) yang digerakkan secara sangat spektakuler oleh emosi tak terkendali. Nafsu melumpuhkan otak dan bahkan moral.

Otak (nalar), pada saat itu menjadi bagian yang paling dihina.Strategi tidak lagi sebagai cara agar manusia sampai pada tujuan kemanusiaan, tetapi dipakai atau seolah-olah dipakai sebagai bentuk lain dari penggusuran martabat pemainnya sendiri. Karena itu, pola hubungan para pemain tatkala bermain bola, tidak menempatkan lawan tanding sebagai kawan bermain, tetapi lawan main dipandang sebagai momok yang patut ditawan.

Bahwa benar, bermain bola sepak, artinya berusaha sekuat-kuatnya supaya menang, tetapi kerap berubah menjadi tuntutan "harus" menang. Karena harus menang, maka segala cara pun dihalalkan atau terhalalkan. Lalu yang terjadi, ada orang tidak lagi mencari dan menyepak bola bundar yang terlepas lari di lapangan, malah mencari dua bola lain milik orang lain, yang seharusnya masih aman melekat di tubuh dibungkus pakaian seragam. Tetapi, halnya akan berbeda jika bermain bola sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya supaya bisa menang. Jika ternyata lawan main lebih unggul dan menang, maka yang dibuat adalah belajar bermain bola sepak lebih baik lagi di kemudian hari, dan belajar dari kemenangan orang lain.

Kita belajar dari orang lain, bukan saja karena orang lain itu lebih lain dari kelainan yang kita punyai, tetapi terutama karena kita perlu mengakui bahwa kelainan orang lain perlu dipelajari agar kali lain kita bisa mengungguli kelainannya. Lalu, satu ketika, klub bola sepak yang kita punyai patut diperhitungkan orang lain di lain megara. Nah, itulah sebening renungan untuk Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007. Terimakasih!!

* Penulis, penduduk Kota Kupang, tinggal di Jl. Antarnusa, penonton setia pertanding sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup

Tergantung strategi

KEPALA Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT, Drs. Muhammad Wongso, dengan mata berbinar-binar bercerita tentang betapa fanatiknya orang Lamahala-Adonara ketika bercerita sepakbola. Tak heran kalau sebagai penasehat Persatuan Sepakbola (PS) Perselaya-Lamahala, Muhammad Wongso, ingin agar timnya bisa merasakan ketatnya persaingan dalam turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007.

Sebagai tokoh pemuda, Wongso sangat yakin bahwa lewat olahraga generasi muda bisa diajak untuk membangun. Tak heran kalau dia sangat mengagungkan sportivitas dan kualitas. "Sepakbola bukan tawuran atau perkelahian. Tunjukan kualitas dan sportivitas, baru kamu bisa disebut pemain hebat," kata Wongso.

Wongso tidak main-main dengan ucapannya. Buktinya, PS Perselaya-Lamahala adalah tim pertama dari luar Kota Kupang yang tiba di Kupang. Bersama Britama Kupang, Putra Nagekeo dan Mandiri FC, PS Perselaya akan tergabung di Grup D. Ketat dan berkualitas. Kualitas, skill, teknik dan pengalaman akan jadi tontonan.

Di sini, Britama Kupang dan Mandiri FC akan berusaha mempertahankan gengsi sepakbola Kota Kupang. Sementara Pserselaya-Lamahala dan Putra Nagekeo ingin berkata bahwa sepakbola bukan lagi milik Kota Kupang. Bukan tanpa kualitas ketika PS Perselaya-Lamahala mengungkapkan optimismenya. Siapa tak kenal Subhan Goran Tokan, Ardy Pukan, Kaharuddin Ali, Syukur, Santos dan Firdaus Tokan, dalam sepakbola NTT? Itu berarti, mereka sudah berhitung tentang apa yang harus dilakukannya di Kupang. Britama, Mandiri dan Nagekeo bukan tim sembarangan.

Bagaimana dengan Britama Kupang? Dari tiga kali penyelenggaraannya, tim ini selalu menuai protes terutama perekrutan pemainnya. Kalau tahun lalu, Castello Branco menuai protes dari AS Roma, kini mereka kembali diprotes. Setelah Keny Mau ‘dirmapas’ Britama tahun lalu, kini pelatih Sandelwood, Paul Ngongo Billi sudah tak tahan lagi ketika Adrianus Adi dan Bambang Tokan ikut hengkang. Namun, apa mau dikata oleh Ngongo Billi, ketika Adi dan Bambang lebih memilih Britama.

Nama Britama adalah kualitas. Ketika sang kapten, Kristoforus Umbu Yogar, dan pelatihnya, Mathias Bisinglasi hadir di lapangan tidak ada satu pun yang bisa meragukan kemampuan mereka. Ferdy Pere, Thimos Hayon, Kiser Mbou, Ridwan Kamahi, Jimi Lebao, Pieter Kellan, dan lainnya bisa berbuat apa saja ketika bola ada di kakinya.

Namun, jangan bilang kalau mereka bisa mulus. Bukan saja dari PS Perselaya-Lamahala tetapi dari Mandiri FC. Pada Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005, Mandiri menjegal Britama Kupang di semifinal. Pada Menpora Cup 2006 lalu, Mandiri juga mengalahkan Britama Kupang di perebutan tempat ketiga. Apakah Mandiri adalah penjegal Britama?

Jawabannya ada pada Lukman Hakim dan skuadnya. Mengaku memiliki strategi sederhana yang tidak dimiliki tim lainnya, Lukman Hakim lebih banyak mengandalkan pemain berpengalaman. Pieter Fomeni, Mujibu Rahman, Zulkifly Umar, Ismail, Ivan, Ronald Muchtar, Lambert Kadju, Atus dan lainnya adalah senior dalam sepakbola Kota Kupang. Stamina boleh kalah, namun mereka tahu bagaimana mencetak gol. "Kami selalu berusaha untuk memanfaatkan semua peluang menjadi gol. Kami akan bermain sebagai underdog karena kami tahu bahwa lawan-lawan kali ini sangat berkualitas," kata Lukman Hakim.

Satu tim di Grup D ini yang layak masuk hitungan adalah Putra Nagekeo. Dukungan Pemkab Nagekeo kepada tim ini tidak main-main. "Kami ingin Nagekeo selalu muncul dalam bidang apa saja. Kalah menang bukan persoalan, yang terutama adalah bagaimana memunculkan Nagekeo," kata Sekab Nagekeo, Elpi Parera.

Itu kata-kata seorang pejabat. Kehadiran Putra Nagekeo tidak bisa dilihat sebagai pelengkap. Felix Dando dan Helmon Liko adalah dedengkot dalam sepakbola NTT. Mereka tentuk sudah tahu apa yang harus dilakukannya untuk Putra Nagekeo. Samuel Dando, Thomas Gotha, Awin Soba, Mus Nanga, Maskur, Beny Wasa, Markus, Mikel, Mekos, Jaga, Lopez, Gusty, Bento, Kletus Ghabe, Tadeus Wala, Yolis Poro, Man Baker dan Daud Ndiwa akan menjadi andalan.

Berhitung tentang peluang lolos dari Grup D ini memang berat. Semua berkualitas. Di sini, keberuntungan dan strategi akan menjadi andalan. Ketika di grup lain ada tim yang lebih diunggulkan, untuk Grup D harus berhitung dulu sebelum menentukan unggulan. Satu yang harus diperhatikan adalah sportifitas. Kambing hitam jangan jadi alasan ketika kalah. Spekulasi boleh dilakukan. Kematangan pemain boleh jadi andalan, tetapi kemenangan akan menjadi mahal. Kita lihat saja. (sipri seko)

Kurniawan, Olga dan Eko launching Pos Kupang Cup 2007

MENURUT rencana, hari ini Jumat (22/6/2007), akan diadakan launching (peluncuran) turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007 di Hotel Kristal Kupang. Launching yang digelar pukul 19.00 Wita itu akan dihadiri artis nasional Olga Lydia dan Eko Bebek, striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, tokoh olahraga NTT, pemain klub peserta dan komunitas masyarakat gila bola (Mas Gibol). Demikian diinformasikan panitia pelaksana dari Mitra Sportindo Event Organizer, Pieter Fomeni, di Kupang, Kamis (21/6/2007).

"Sebelumnya, kami berencana mendatangkan Rony Patinasarani, namun dia ditugaskan oleh PSSI Pusat ke Thailand. Namun, Kurniawan Dwi Yulianto, Olga Lydia dan Eko Bebek tetap akan hadir. Kami harapkan kehadiran mereka, selain menambah semaraknya turnamen, juga dapat memberikan masukan-masukan tentang pembinaan sepakbola yang baik. Untuk itu, kami juga mengundang tokoh-tokoh olahraga, pemain sepakbola dan pengurus PSSI di NTT untuk terlibat dalam acara ini," kata Pieter.

Menurut Pieter, sebelum launching di Hotel Kristal Kupang, Kurniawan, Olga dan Eko akan berkunjung ke Redaksi SKH Pos Kupang. Kunjungan tersebut, kata Pieter, selain untuk silaturahmi, juga untuk berdiskusi dengan para reporter Pos Kupang tentang sepakbola, entertain dan lain-lain.

Mengenai launching, kata Pieter, sebelum acara ‘baomong bola’ yang melibatkan Kurniawan, Olga dan Eko, akan ada acara perkenalan klub peserta. "Kami harapkan semua kapten, pelatih dan manajer klub peserta hadir, karena perkenalan klub ini sangat penting. Ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi kami ingin agar para pemain termotivasi dan benar-benar menyatu serta memiliki turnamen ini," kata Pieter.

Sebelumnya, pada Kamis petang, panitia bersama salah satu sponsornya, Telkom Flexi, mengarak piala bergilir Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007 mengelilingi Kota Kupang. Menurut panitia pelaksana, Abdul Muis dan Ven Helmy, arak-arakan tersebut adalah bagian dari aktivasi untuk menggelorakan semangat menyambut penyelenggaraan turnamen. (eko)

SYALOM