Jumat, 22 Agustus 2008

Sepakbola, Gay, Hingga Bunuh Diri


AKHIR-akhir ini, Indonesia digegerkan masalah gay yang dipicu oleh pembunuhan berantai yang dilakukan Veri Idham Henyansyah alias Ryan (30). Kelompok heteroseksual itu sering menjadi bahan kontroversi. Hal itu juga pernah terjadi di dunia sepakbola.

Terutama pada awal 1990, ketika pemain sepakbola Inggris, Jjustin Fashanu, mengaku kepada publik bahwa dirinya seorang gay. Tak ayal, dunia sepakbola pun langsung gegera. Sebab, cabang olahraga ini identik dengan komunitas macho. Maka, banyak orang yang menentang kehadiran Fashanu di sepakbola.

Kariernya pun langsung tenggelam. Padahal, Justin Fashanu merupakan pemain kulit hitam pertama yang dikontrak mencapai 1 juta pounds pada 1980, ketika dibeli Notthingham Forest dari Norwich City. Banyak yang berharap bahwa dirinya akan menjadi bintang klub tersebut.

Namun, kehiduan homoseksualnya membuat kariernya tersendat. Meski belum mengumumkan dirinya gay pada 1980-an, namun banyak orang mencurigainya sebagai gay. Apalagi, dia sering berkunjung ke bar gay, Heaven, dan sering berduaan dengan sesama jenis. Bahkan, pelatih Notthingham waktu iitu, Brian Clough, menyindirnya, "Dia berdarah homo."

Fashanu pun semakin tertekan. Apalagi, waktu itu rasisme di sepakbola masih kuat. Setiap bermain, dia disoraki sebagai homoseksual dan diejek sebagai kera. Bahkan, sering suporter melemparkan pisang kepadanya.

Tekanan demi tekanan semakin besar, setelah dia mengaku sebagai gay pada 1990. Kariernya pun semakin meredup. Meski punya bakat besar, tak ada klub elite yang bersedia mengontrak pemain keturunan Nigeria itu.

Apalagi, pada tahun 1990, teman laki-lakinya yang baru berumur 17 tahun, tewas karena bunuh diri. Fashanu semakin tenggelam dalam kesedihan, hinaan, dan cercaan.

Dia pernah mengatkaan kepada rekan dekatnya, Peter Tatchell, sebenanyar banyak pemain sepakbola yang gay. Di Inggris awal 1990-an saja, setidaknya ada 12 pemain yang gay. Hanya saja, mereka tak berani mengambil keputusan seperti dirinya untuk mengumumkan keberadaannya. Fashanu membuka keberadaannya sebagai gay dengan harapan komunitas itu diterima di sepakbola. Yang terjadi justru sebaliknya, hingga banyak pemain gay tak berani mengakui diri.

Fashanu semakin tersudut. Pada 1998, dia pergi ke Amerika Serikat. Tepatnya 25 Maret 1998, dia diadukan seorang pemuda dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual kepadanya. Kala polisi Amerika akan menangkapnya, dia keburu kembali ke Inggris.

Ternyata, dia punya rencana tersendiri. Pada Mei 1998, dia memutuskan bunuh diri dengan cara menggantung diri di garasi rumahnya di Shoreditch, London. Dia meninggalkan catatan, "Aku sadar telah dianggap sebagai kesalahan. Aku tak ingin terus mempermalukan teman-teman dan keluargaku. Aku harap, Jesus yang kucinta, akan menerimaku dan akhirnya akan menemukan kedamaian."

Sekian tahun kasus Fashanu telah berlalu, isu gay di sepakbola tak pernah terdengar lagi. Sampai tiba-tiba pada awal 2008, gelandang Real Madrid, Guti, ditemukan sedang berciuman bibir secara mesra dengan rekan laki-lakinya. Adegan itu tertangkap kamera dan dimuat majalah Cuore.

Sontak saja, isu bahwa Guti adalah seorang gay semakin merebak. Padahal, dia sudah menikah dengan wanit cantik, Arancha de Benito, sejak 1999. Mereka juga sudah dikaruniai dua anak.

Namun, isu bahwa dia gay malah terus berkembang. Lewat wakilnya, Zoran Vekic, Guti membantah dirinya gay. Menurutnya, orang yang dia cium itu bukan laki-laki, melainkan perempuan. Dan, dia tak lain adalah adiknya sendiri yang mengajak keluarga makan di restauran merayakan kehamilannya. Maka, Guti pun melayangkan gugatan kepada Cuore yang dinilai membuat berita palsu.

Meski begitu, isu gay di sepakbola kembali muncul. sampai-sampai, mantan direktur Juventus, Luciano Moggi mengeluarkan komentar pedasnya. "Tak ada tempat bbuat gay di sepakbola," katanya.

Meski begitu, seperti kata almarhum Fashanu, sepakbola tak steril dari homoseksual. Hanya saja, mereka takut mengungkapkan jati diirinya.

Oh, ya? Siapa saja pemain bola yang gay? Sejauh ini hanya sebatas spekulasi. Banyak pemain yang dicurigai gay. Bahkan, Cristiano Roanldo pun pernah dicurigai sebagai homoseksual, meski akhirnya tak terbukti. (Hery Prasetyo)

Kualitas Yang Memenangkan


Oleh Sipri Seko

"KAMI hanya bawa dua pemain senior, selebihnya adalah pemain-pemain yunior dengan usia 21 tahun ke bawah. Saat ini kami sudah siap bertanding. Kami tidak memiliki target yang muluk-muluk, namun turnamen ini akan menjadi pengalaman berharga untuk dievaluasi sebelum berangkat ke El Tari Cup di Bajawa."

Itu pernyataan pelatih Persado Oesao, Ferdy Lape. Menuju Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2008 ini, Persado Oesao memang tidak ingin muluk-muluk. Berada di Grup C, Persado Oesao akan bersaing dengan Britama Kupang, Putra Pelangi, Kristal FC. Menurunkan pemain-pemain yunior, Persado Oesao memang tidak diunggulkan, minimal lolos dari penyisihan grup.

Manajer Persado, Helmit Marcus, S.H, senang dengan status non unggulan. Bermain lepas dengan mengandalkan semangat juang dan kekompakan tim, dia sangat yakin kalau mereka akan membuat lawan kerepotan.

Tim lainnya, Britama Kupang, masih diunggulkan untuk mempertahankan prestasinya menjadi kampiun turnamen. Mathias Bisinglasi, dikenal memiliki strategi tinggi dan punya kemampuan membaca permainan dengan sangat baik. Dengan skuad yang dimilikinya, Britama Kupang nampaknya tidak akan kesulitan mengatasi lawannya, minimal di penyisihan grup. Umbu Yogar, Adrianus Adi, Dody Lisnahan, Kiser Mbou, Digo Maradona, Suparman Bara, Borju, Yusuf Mahemba, Marcel Bitol, Hendra Takunama dan lainnya, adalah jaminan kualitas yang sudah teruji.

Bagaimana dengan Kristal FC? Pelatih bertangan dingin, Johni Lumba yang saat ini sedang kuliah doktoral olahraga di Surabaya khusus didatangkan untuk menukangi Deni Bengu dkk. Tahun lalu, Johni memberi bukti kalau Kristal FC yang tidak diunggulkan berhasil menempati peringkat ketiga. Skuad yang sama masih akan dipakai untuk bertarung di tahun ini.

Lalu, apakah Kristal lantas ikut diunggulkan untuk lolos? Jangan cepat memvonis. Dengan hanya dua tim yang lolos dari grup, selain Britama dan Persado, Kristal harus melewati hadangan Putra Pelangi. Anak-anak asal Pulau Solor, Flores Timur ini jauh-jauh datang ke Kupang bukan hendak berwisata. Mereka memiliki kualitas untuk menjadi unggulan. Buktiknya adalah ketika menahan imbang Platina FC, 2-2 dalam laga persahabatan di lapangan TNI AU, Penfui-Kupang, Kamis (21/8/2008).

Sang pelatih, Elman Ibrahim, sangat tahu karakter bermain anak-anak Kupang. Di masanya, Elman, bersama pelatih Britama, Mathias Bisinglasi, pelatih Persado, Ferdy Lape dan pelatih Kristal, Johni Lumba adalah pemain terbaik di posisinya. Elman, Mathias, Helmit Marcus dan Ferdy Lape, sama-sama pemain PSK yang pada tahun 1980-an hingga awal 1990-an membuat tim ini disegani dalam sepakbola NTT.

Kali ini, mereka kembali bertemu bukan lagi sebagai pemain, tetapi sebagai pelatih. Adu strategi dan kematangan akan menjadi duel yang layak disimak. Britama memiliki nama besar dengan skuad sarat pengalaman. Persado memiliki pemain muda penuh talenta yang tidak bisa dianggap remeh. Ketika Johni Lumba mengantar Kristal menempati peringkat tiga tahun lalu, semua baru percaya, bukan kualitas semata yang memenangkan, tetapi juga kekompakan dan kemauan menjadi juara.

Tiga tim asal Kota Kupang 'akan mengepung' Putra Pelangi yang seharusnya sudah tahu apa yang mesti dilakukan. Kalau begitu, haruskah kita mengatakan, Persado, Britama, Kristal dan Putra Pelangi memiliki peluang yang sama di Grup C? **

Kamis, 21 Agustus 2008

Ditinggal Istri karena Mencintai Aston Villa


PERTANDINGAN liga utama Inggris musim 2008-2009 baru dibuka. Namun, belum lagi pertandingan pembuka musim kompetisi dimulai, seorang istri di Inggris mencampakkan suaminya yang menaruh perhatian lebih besar ke pertandingan sepakbola ketimbang dirinya.

Sang istri yang tidak diketahui pasti identitasnya tak tanggung-tanggung menanyakan sikap suaminya itu dengan memasang sebuah spanduk di sebuah jembatan penyeberangan. Sang istri yang merasa kehadirannya tersingkir oleh pertandingan sepakbola liga utama Inggris mempertanyakan di dalam pesan spanduk apakah suaminya lebih mementingkan sepakbola atau dirinya.

Walaupun tidak diketahui secara pasti pasangan yang dimaksud, namun dari isi spanduk dengan goresan cat hitam itu diketahui sang suami yang mempunyai sebutan nama Jack telah ditinggal pergi oleh istrinya yang mempunyai sebutan Jess. Spanduk berukuran 90 kali 90 sentimeter itu berisi pesan : 'Jack, apakah Villa lebih penting ketimbang pernikahan kita? Pernikahan itu sudah berakhir, tertanda Jess'

Spanduk itu dipasang di jembatan penyeberangan yang ramai dilewati oleh kendaraan yang berlalu lalang di dekat West Bromwich sehingga kehadiran spanduk itu tidak lepas dari tatapan ribuan pengemudi yang melintas di bawah jembatan tersebut pada jam sibuk. Dari Spanduk diketahui bahwa Jack adalah salah satu penggemar Aston Villa yang akan berhadapan dengan Manchester City pada 17 Agustus nanti.

Paul Brenna, salah satu pendukung Aston Villa, mempunyai komentar tersendiri terhadap spanduk itu. "Saya menyukai Villa, tetapi saya juga selalu mencintai pasangan saya," ujarnya. "Spanduk itu merupakan cara terburuk memutuskan hubungan, walaupun saya tidak mengetahui siapa mereka atau apa yang terjadi pada mereka."

Sementara seorang pengemudi van, yang merupakan pendukung West Bromwich Albion, mempunyai komentar lain. "Seharusnya pria tidak dihadapkan pada pilihan wanita kesayangan atau tim sepakbola favorit. Saya tidak perduli siapa wanita di spanduk itu, tetapi saya yakin pria tersebut akan lebih baik hidup tanpa dirinya." **

Menjelang Cerai, Selingkuh Jadi Halal


BERHUBUNGAN seks dengan pihak ketiga selama proses perceraian tidaklah ilegal. Demikian keputusan yang baru saja diambil Mahkamah Agung Korea. Namun, perzinahan tetap dipandang sebagai tindakan kriminal.

Pengadilan setempat, Minggu (17/8/2008) di Seoul, menolak menghukum seorang pria bermarga Chung yang memiliki affair dengan seorang pramusaji di bar karena hal itu terjadi saat pria itu sedang dalam proses perceraian.

Pengadilan Tinggi telah menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Chung (57) dan pramusaji itu. Menurut perundang-undangan di Korea Selatan, orang yang melakukan perzinahan dapat dikenai hukuman maksimum dua tahun penjara.

Pasangan selingkuh itu naik banding dan Mahkamah Agung mengatakan, Chung dan istrinya tidak akan melanjutkan ikatan perkawinan mereka, karena itu berhubungan seks dengan orang yang bukan istrinya tidaklah melanggar hukum.

Chung memulai proses perceraian pada tahun 2007 dan mengakhiri 25 tahun perkawinan mereka. Pasangan itu memutuskan berpisah selama proses perceraian. Namun, istrinya menuntut Chung karena selingkuh. Urusan ranjang memang rumit, pengadilan pun terlibat. **

James Abanit Rebut Perunggu

Ade Rai Siswa Raga

BINARAGAWAN NTT, James Abanit berhasil merebut medali perunggu pada kejuaraan Ade Rai Siswa Raga dan Body Fitnes 2008 di Balai Sarbini, Jakarta, 16 Agustus lalu. James Abanit, binaragawan asal Atambua-Belu ini, mengusung nama Ultimate NTT dalam kejuaraan yang diikuti 48 binaragawan dari seluruh Indonesia ini.

"James yang sudah menjadi ikon perusahaan Ultimate ini benar-benar menyita perhatian penonton. Dia tampil sangat luar biasa. Saya pikir kita harus berbangga telah memiliki atlet sekelas James ini," ujar pelatih binaraga NTT, Harry Mandolang di Kupang, Rabu (20/8/2008).

Potensi binaraga di NTT, kata Harry, merujuk pada prestasi yang ditoreh James, ternyata cukup besar. Buktinya, kata Harry, setiap kali dikirim mengikuti kejuaraan, James selalu meraih medali.

"Kami sebenarnya cukup kecewa ketika NTT tidak berhasil meloloskan atlet ke PON XVII lalu, padahal potensinya cukup besar. Untuk itu, kami mohon perhatian dari pemerintah melalui pengurus olahraganya untuk menjaga dan merangkul atlet-atlet potensial di NTT. Kalau semua potensi yang ada bisa diragukan, saya yakin kita bisa membuat nama NTT harum baik di kejuaraan nasional maupun internasional," ujar Harry. (eko)

Menguji Sebuah Tradisi


Oleh Sipri Seko

HARI Sabtu, tanggal 23 Agustus ini, turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup akan kembali bergulir. Sebanyak 16 tim yang dibagi dalam empat grup akan bersaing dalam turnamen antar-klub yang disebut-sebut paling bergengsi di NTT ini. Mari kita berhitung peluang juara mereka.

Di Grup A, akan bergabung Sandelwood, Qanasex, Perselaya, Mandiri. Grup B, Bon Kota Adonara, Garuda Bahari, Tunas Muda, Ikan Paus. Grup C, Persado Oesao, Britama Kupang, Putra Pelangi, Kristal FC. Grup D, Putra Napo, AS Roma, Platina FC dan Putra Samudera.

Sandelwood, Mandiri dan Qanasex memiliki tradisi kuat dalam tiga penyelenggaraan terakhir untuk selalu lolos ke putaran kedua. Mandiri dan Qanasex dengan materi pemain yang pas-pasan dikenal memiliki strategi yang susah ditebak lawan. Klub kuat macam AS Roma dan Britama Kupang sudah pernah menjadi korban strategi mereka. Itu artinya, jangan menghitung kekuatan Mandiri dan Qanasex dari materi pemain yang dimilikinya, tetapi bagaimana tradisi yang membawa mereka untuk menyulitkan lawan-lawannya.

Lukman Hakim, tentu masih mengandalkan Lambert Kadju, Pieter Fomeni, Zulkifly Umar, Ronald Muchtar dan lainnya untuk mempertahankan gengsi Mandiri sebagai juara 2005. Strategi mereka biasanya sangat sederhana. Bermain aman! Dan, ketika tidak kebobolan, curilah peluang untuk mencetak gol. Kemenangan lewat adu penalti pun mereka siap jalani.

Qanasex, yang diperkuat Lisnahan bersaudara, Ba'i, Cha, Sempli, Fadjar, Nofri, Dalman dan lainnya, mereka memiliki kekompakan tim yang tidak dimiliki klub lainnya. Memiliki kualitas pemain yang pas-pasan, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk meraih kemenangan. Paling tidak, aksi Qanasex pada tiga penyelenggaraan lalu, harus menjadi evaluasi bagi klub lain kalau tidak ingin tersandung.

Bagaimana dengan Sandelwood? Anak-anak asuhan Paul Ngongo Bili ini selalu datang tanpa target. Kalau kali ini beberapa pemain utamanya, seperti Agoes Jose, Pieter Ufi, Adrianus Adi, Bambang Tokan dan lainnya sudah hengkang ke klub lain, jangan langsung menganggap Sandelwood bukan lagi klub yang patut ditakuti. Mereka disebut-sebut memiliki kekuatan tersembunyi untuk membuat kejutan.

Klub lainnya yang cukup fenomenal dari Grup A ini adalah Perselaya Lamahala. Skill pemain dan dukungan ribuan suporternya adalah kekuatan besar mereka untuk meraih prestasi. Tapi, satu yang harus diwaspadai klub asal Adonara, Flores Timur ini, yakni tidak boleh terlena dengan puji-puja suporter, lalu lupa bahwa tujuan bermain bola adalah untuk menang dan atau bukan hanya sekadar tampil di lapangan.

Lalu siapa yang lolos dari Grup A ini? Semua memiliki peluang! Tradisi selalu lolos ke putaran kedua yang masih bertahan, ataukah cukup sampai di sini. Yang jelas, pandai-pandailah memainkan strategi, karena kualitas pemain bukan jaminan utama, ketika faktor eksternal disepelekan.

Bagaimana dengan Grup B? Tunas Muda, juara 2006, kali ini maju dengan mengusung sebuah kebanggaan. Mereka bangga sebagai pemain muda yang mendapat kesempatan melawan senior-senior mereka dari Tunas Muda yang telah bergabung ke klub lain. Usia muda mereka, membuat anak-anak asuhan Anton Kia ini tentunya masih labil. Namun, kekuatan mereka untuk menang adalah bermain tanpa beban didukung skill tinggi dan latihan rutin.

Untuk Bon Kota, mereka adalah klub pertama luar daratan Timor yang pertama merasakan ketatnya persaingan di turnamen ini. Selalu datang dengan ambisi menggebu-gebu, mereka selalu kandas di putaran kedua. Untuk yang ketiga kalinya ini, mereka tentu tidak ingin tersandung. Mengandalkan materi pemain dari Perseftim Flores Timur, Bon Kota sangat layak untuk diunggulkan di Grup B ini.

Bagaimana dengan Garuda Bahari dan Ikan Paus. Kedua klub ini masih asing dan baru. Skuad mereka juga masih misterius. Tapi, ketika berani tampil di turnamen ini, mereka tentu sudah tahu apa yang harus dilakukan. Jadi ketika kita berhitung tentang peluang di Grup B ini, jangan cepat menunjuk Bon Kota dan Tunas Muda yang lolos hanya karena sudah mengenal pemain mereka, karena Garuda Bahari dan Ikan Paus juga tahu bagaimana bermain bola yang baik untuk memenangkan pertandingan. (*)

Kisah Celana Bolong di LP Cipinang ...

BERADA di balik jeruji penjara, jangan dikira segala kebutuhan tak bisa terpenuhi. Ketua Persatuan Narapidana Indonesia, Rahardi Ramelan - mantan napi kasus dana Bulog - mengisahkan segala keperluan napi di LP Cipinang tersedia lengkap.

Catatannya satu: ada uang, ada barang. Mulai dari air mineral, minyak tanah, hingga ke reparasi ponsel, semua ada di sana. Itu kebutuhan sehari-hari, lalu bagaimana dengan kebutuhan seks para napi?

Meski tak menceritakan secara detail mengenai hal ini dalam buku terbarunya "Cipinang Desa Tertinggal", namun ada kisah yang tersirat dari istilah dalam Kamus Gaul Cipinang yang disisipkan Rahardi. Ternyata, ada cara sendiri yang dilakukan para napi untuk memenuhi kebutuhan seksnya.

Dalam Kamus Gaul Cipinang, ada istilah "Celana Besukan" atau kadang sering disebut "Celana Bolong". Di halaman 165 bukunya, Rahardi memuat definisi dari istilah itu. Maksudnya, celana laki-laki yang kantongnya sengaja dibuat bolong. Tujuannya, agar pacar atau istri yang mengunjungi dapat memegang alat kelamin si narapidana dengan leluasa.

Saat seorang wartawan iseng menanyakan istilah ini pada Rahardi, mantan Kepala Bulog itu menjawab singkat, "Sudahlah buat pengetahuan saja," katanya sambil tersenyum.

Selain "Celana Besukan", cara lain yang digunakan adalah Baca Koran. Istilah ini digunakan napi, ketika istri mereka melakukan oral seks di ruang kunjungan umum. Sang suami menutupi wilayah intim mereka dengan koran, seolah-olah sedang membaca koran.

"Baca Koran" ini umumnya dilakukan oleh "Anak Bawah" atau "Anak Tengah". "Anak Bawah" adalah julukan bagi napi yang tidak mampu membantu keuangan guna kebutuhan kamar. Para "Anak Bawah", sering mendapatkan perlakuan semena-mena, dan diwajibkan untuk bekerja membersihkan kamar maupun lingkungan blok hunian mereka.

Sedangkan "Anak Tengah" adalah napi yang mendapat kunjungan atau kerabatnya, tetapi jumlah bantuan keuangannya rendah. "Anak Tengah" biasanya bekerja sebagai tukang masak di kamar mereka atau sebagai pelindung "Anak Atas", kasta tertinggi diantara para napi.

Hubungan intim pun tak hanya dilakukan dengan istri. Sebab, ada istilah "Bini" (Bukan Istri Namun Intim) yang merupakan julukan bagi perempuan yang berkunjung dan berhubungan mesra dengan narapidana, tapi jelas bukan istrinya. Gaya bermesraan, layaknya suami istri.

Nah, untuk mendapatkan fasilitas berbuat mesum, ada orang yang mereka sebut "Dantusil", singkatan dari Komandan Tuna Susila. Orang yang menjadi "Dantusil" biasanya "Bokap-bokapan" (pegawai yang dekat dengan narapidana dan banyak membantu keperluan narapidana) atau "Brengos" (narapidana yang menjadi preman di dalam Lapas, sering meminta uang kepada napi dan menyetornya ke petugas). "Dantusil" ini bisa memberikan fasilitas untuk berbuat mesum.

Inggried Dwi Wedhaswary

Selasa, 19 Agustus 2008

Beckham Lawan Kriminal Berpisau


BINTANG sepakbola Inggris yang kini bermain di LA Galaxy, David Beckham, prihatin dengan kriminal anak muda yang makin marak di Inggris. Bersama Rio Ferdinand (Manchester United) dan David James (Portsmouth), mereka menyatakan melawan kriminal tersebut dan aktif dalam kampanye memeranginya.

Pada Senin (18/8), ketiga bintang Inggris itu ikut aktif dalam launching kampanye pemerintah memerangi kriminal di jalan-jalan Inggris. Kampanye itu mengambil moto "I Doesn't Have to Happen" atau "Ini tak Perlu Terjadi".

Kampanye itu digelar pemerintah Inggris, menyusul maraknya kejahatan jalanan di negeri itu. Sabtu (16/8), seorang pemuda berumur 17 tahun menjadi korban penusukan di jalan London Selatan. Dia menjadi remaja ke-23 yang tewas karena penusukan maupun penembakan di jalan selama tahun 2008 ini. Sebuah kasus yang cukup banyak, karena terjadi dalam enam bulan.

Sekretaris Negara Inggris, Jacqui Smith dan ketiga pemain sepakbola tersebut, menyatakan perlawanannya terhadap kriminal. Ketiga pemain itu akan menjadi bagian dari tim yang akan melawan Republik Ceko dalam partai persahabatan di Stadion Wembley, Rabu (20/8).

Menurut Jacqui, sejak Juni 2008 saja, sudah ada 2.500 anak muda yang ditangkap. Sebanyak 1.600 di antaranya membawa pisau dan merencanakan melakukan kriminal di jalanan dengan pisaunya. Juga tercatat sudah ada 55.000 orang yang dicegat di jalanan dengan ancaman pisau.

Beckham yang tumbuh di Leytonstone, London Timur, dalam temu pers mengatakan, dia pernah menyaksikan betapa mengerikan dan menyedihkannya akibat dari kejahatan dengan penusukan ketika dia masih muda.

"Ketika aku masih 13 tahun, saudara dari salah satu teman baikku hampir menandatangani kontrak sebagai pemain Leyton Orient. Suatu sore, dia berjalan-jalan dan tiba-tiba terjadi perkelahian. Dia ditusuk tepat di punggungnya dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit," kenangnya.

"Itu terjadi sudah begitu lama. Saat itu, saya tahu betapa sedih dan berdukanya temanku dan keluarganya. Sebagai orangtua, tentu Anda tak mengharapkan salah satu anak Anda yang sedang pergi ke sekolah di suatu pagi, kemudian tak akan kembali lagi. Kampanye memerangi kriminal di jalanan ini sangat penting. Kami, sebagai para pemain sepakbola, berharap bisa membantu kampanye itu," jelas Beckham.

"Kami punya suara dan suara kami akan didengar para remaja dan pemuda. Sangat penting bagi kami untuk terlibat dalam kampanye ini. Sangat penting bahwa kita percaya kejahatan itu bisa dikurangi atau diakhiri," lanjutnya.

David James setuju dengan pendapat itu. Sebagai orang tua, dia juga merasa khawatir dengan keadaan di jalanan. "Aku ppunya tiga anak yang tinggal di London. Jika sedang di London kemudian keluar untuk berpesta, ini tak akan masalah jika kami tidak terlambat pulang. Saat ini, jika anak Anda keluar, pasti ada kekhawatiran besar jika mereka pulang dengan keadaan teruka atau malah lebih buruk lagi," kata David James.

"Ketika kami sedang tumbuh, kami langsung terjun di dunia olahraga. Sehingga, hidup kami tak membosankan. Sekarang ini, banyak anak-anak yang merasa bosan. Saya kira, ini awal masalah kriminal tersebut," jelas James.

Rio Ferdinand juga pernah memiliku pengalaman menyedihkan. Rekan sekolahnya di Peckham, Stephen Lawrence, tewas akibat kejahatan di jalanan pada 1993. Maka, dia sangat antusias ketika pemerintah Inggris mengadakan kampanye memerangi kriminal jalanan.

"Hukuman berat juga sangat penting. Jika seseorang yang melakukan kejahatan dihukum satu atau dua tahun yang akan menyita masa mudanya, maka mereka akan berpikir dua kali untuk membawa pisau," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Negara Jacqui Smith menambahkan, "Beberapa anak muda mungkin berpikir dengan membawa pisau mereka merasa agak aman. Faktanya, justru sebaliknya yang terjadi. Jika Anda membawa pisau, ada risiko akan menggunakannya atau justru akan terkena olehnya."

"Hal itu tak perlu terjadi. Kesedihan akibat kejahatan di jalanan juga tak perlu terjadi. Sehingga, semua keluarga tak perlu hidup dalam ketakutan," tambahnya. (AP)

Senin, 18 Agustus 2008

Pacuan Babi di Gunung Kelimutu


ADA-ADA kreativtas masyarakat di berbagai belahan Bumi Pertiwi merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-63, Minggu (17/8/2008). Acara yang sudah lumrah yang saban tahun bisa disaksikan sampai kepada acara-acara sensasional mengundang tertawa. Tarik tambang, panjat pinang, pacuan kuda, karapan sapi, pertandingan sepakbola bola berkostum sarung sudah bisa diadakan.

Di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, tepat di hari ulangtahun kemerdekaan, para suami bersaing menggendong istri. Dalam hati, berbahagilah para suami yang punya istri badan kecil, akan mudah menggendong sambil adu cepat menyentuh garis finis. Namun apalah daya para suami menghadapi para istri dengan bobot badan di atas 75-100 kg. Suami mana yang tahan mengangkat beban istri sambil berlari sampai di garis finis. Pemandangan sungguh menarik dan bikin tertawa terbahak-bahak.

Lain lagi dilakukan masyarakat pedesaan bermukin di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores. Tepat pada hari perayaan paling bersejarah membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan itu, digelar perlombaan unik dan baru pertama kalinya digelar di seluruh wilayah NTT, yakni balap babi.

Gagasan ini dicetuskan pengelola Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu yang menyediakan hadiah uang tunai kepada pemilik babi pemenangan pertama, kedua dan ketiga senilai Rp 1.150.000. Daya tarik hadiah dan keinginan menyaksikan adu cepat babi di lintas membuat warga penasaran.

Pria-wanita, tua-muda, berbondong-bondong memenuhi lokasi balapan terletak di sisi barat Lapangan Desa Woloara, sekitar 53 kilometer (km) dari Kota Ende, usai upacara bendera dipimpin Camat Kelimutu, Yoseph Primus Batho. Sebanyak 22 ekor babi usia 3-6bulan milik warga dari beberapa desa dipusat kecamatan diadu cepat di dalam dua lintasan balap dari bambu sepanjang 25 meter yang telah disediakan panitia.

Antuasiasme masyarakat nampak dalam lomba ini. Sehari menjelang perlombaan hanya tujuh pemilik yang mendaftarkan babinya mengikuti perlombaan ini, namun di pagi hari sebelum upacara bendera dilaksanakan terdaftar lagi 12 pemilik babi bersaing. Koordinator Resor BTN Kelimutu, Falentinus Lape,mengungkapkan balap babi itu dipilih dilombakan karena di NTT belum pernah kedengaran perlombaan ini. Meski potensi babi sangat besar dan dimilik masyarakat.

"Kami pilih balap babi. Ini masih unik, karena di Madura suda ada karapan sapi, di Sumbawa ada karapan kerbau. Kenapa kita tidak bisa manfaatkan potensi lokal yang unik dan memberi nilai tambah kepada masyarakat," kata Falentinus, kepada Pos Kupang dan Kompas.

Camat Kelimutu, Yoseph Primus Bhato, menambahkan gagasan balap babi memanfaatkan potensi babi yang dipelihara sebagian masyarakat. Selama ini, masyarakat Ende umumnya memelihara babi hanya untuk acara adat, pesta keluarga dan dijual menopang kebutuhan dan ekonomi. Jumlah babi di wilayah Kelimutu sekitar 8.000 ekor.

"Ada sisi positifnya, masyakat terhibur. Selama ini belum pernah ada pacuan babi dan bisa mendorong memelihara babi lebih baik mengikuti lomba. Babi dipelihara untuk pesta adat atau pesta kawin," kata Primus.

Kepala (BTNK), Gatot Soebiantoro, menyatakan balap babi untuk mengembangkan potensi lokal dan sajian alternatif wisatawan. "Turis datang ke Kelimutu tak hanya menyaksikan Danau Kelimutu. Masyarakat bisa dimotivasi memelihara ternak babi lebih baik, bukan seperti saat ini dilakukan seadanya. Kegiatan selanjutnya, kami upayakan babi yang dilombakan diuji kesehatannya oleh dewan juri bekerja sama dengan dokter hewan," kata Gatot.

Pemenang pertama balap babi diraih babi milik Hubertus Soka memperoleh uang tunai Rp 500.000. Pemenangan kedua, Acos Bata mendapat Rp 400.000, dan Klemens Seni meraih juara tiga mendapat Rp 250.000. (*)

Kupang Juara Umum Kejurda Sepaktakraw 2008

KONTINGEN Kabupaten Kupang kembali mempertahankan tropi Pengprop PSTI NTT 2008. Kupang menjadi pengumpul medali terbanyak dengan enam medali emas dan satu perak. Penutupan kejuaraan daerah ini dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Alor, Senin (11/8/2008) malam.

Sesuai data yang diperoleh dari seksi pertandingan, David Here, enam medali Kupang direbut dari nomor tim senior dan yunior putri, regu senior putri, double event senior putra dan hop putra dan putri. Satu medali perak direbut lewat nomor regu senior putra.

Kota Kupang berada di posisi kedua dengan tiga medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Medali emas direbut dari nomor tim yunior putri, regu yunior putri dan hop yunior putri. Medali perak dari nomor tim senior putri dan double event yunior putri, sedangkan medali perunggu dari nomor regu senior putri, double event senior putri dan hop senior putri.

Adapun hasil lengkap Kejurda PSTI NTT 2008, yakni (berdasarkan urutan juara), tim senior putri: Kupang, Kota Kupang, Alor, Manggarai. Tim yunior putri: Kota Kupang, Alor, Manggarai. Tim senior putra: Alor, Kupang, TTS, Manggarai. Regu yunior putri: Kota Kupang, Alor, Manggarai. Double event yunior putra: Manggarai, Lembata, TTS, Alor. Double event senior putri: Kupang, Alor, Kota Kupang, Manggarai. Double event senior putra: Kupang, Manggarai, Lembata, TTS. Double event yunior putri: Alor, Kota Kupang, Manggarai.

Hop senior putra: Kupang, Alor, Lembata, Manggarai. Hop yunior putri: Manggarai, Alor, TTS.
Hop senior putri: Kupang, Alor, Kota Kupang, Manggarai; dan hop yunior putri: Kota Kupang, Alor, Manggarai. (eko)

SYALOM