TIM Sekolah Sepakbola (SSB) Centro Treinamento Futebol Juvenil dari Dilli-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) berhasil mengalahkan PS Kota Kupang (PSKK) 2-0 dalam pertandingan persahabatan di lapangan Polda NTT, Minggu (3/2/2008). Dua gol Timor Leste diborong oleh kaptennya, Quinta.
Pertandingan yang dipimpin wasit Herman Willa itu berlangsung lamban. Berlumpurnya permukaan lapangan akibat hujan lebat, membuat pola permainan kedua tim tidak berkembang. Namun, belum genap lima menit pertandingan berlangsung, Quinta, meski mendapat pengawalan ketat dari libero PSKK, Hery Nua, dengan skill yang cukup tinggi berhasil menjebol gawang Donald.
Pertandingan selanjutnya sempat berlangsung imbang. Bahkan aksi-aksi dari Qadar Malik dan Ardiles Kana di depan beberapa kali sempat merepotkan pertahanan Timor Leste. Tak ayal, pelatihnya meminta pemainnya untuk memperkuat lini belakang sambil mengandalkan serangan balik. Strategi tersebut cukup berhasil. Karena, meski hanya mengandalkan Quinta seorang di depan, Leandro, Pinto dan Hery dibuat jatuh bangun untuk menghadangnya.
Sebaliknya, pertahanan Timor Leste yang dikawal berlapis menyulitkan Alderon maupun Ridwan yang mencoba masuk melalui sayap. Beberapa kalu tendangan bola mati pun yang diperoleh PSKK pun tidak membuahkan hasil. Terlena, PSKK justru kebobolan menjelang pertandingan berakhir. Quinta menujukan kualitasnya dengan tendangan lop yang sangat indah untuk membuat timnya pulang dengan kemenangan 2-0.
Sebelumnya dalam pertandingan dikelompok yunior, Kota Kupang yang diwakili SSB Tunas Muda pimpinan Anton Kia pun takluk 4-1. Jevon Adoe, Dentox dkk ternyata tak cukup punya stamina untuk bermain dalam guyuran hujan dan lumpur sehingga mudah didikte lawannya. (eko)
Senin, 04 Februari 2008
Jumat, 01 Februari 2008
Dibuka Lebu Raya
SESUAI jadwal, turnamen futsal antar klub sek-Kota Kupang, Suzuki Flexi Platina Dispora Cup 2008, hari ini Sabtu (2/2/2008) akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Frans Lebu Raya. Usai pembukaan yang digelar di GOR Flobamora Oepoi Kupang, pukul 14.30 Wita tersebut, langsung dilanjutkan dengan pertandingan. Demikian penjelasan panitia pelaksana dari Mitra Sportindo Event Organizer, Abdul Muis dan Rury Amallo di Kupang, Jumat (1/2/2008).
"Terkait acara pembukaan ini, kami dari panitia tidak mengirim undangan tertulis kepada peserta karena saat pertemuan teknik semua sudah mengetahuinya. Untuk itu, kami harapkan semua bisa hadir lengkap dengan seragamnya, karena usai pembukaan langsung dilanjutkan dengan pertandingan. Tim yang tidak hadir sampai batas waktu yang sudah disepakati, kami anggap mengundurkan diri," tegas Abdul Muis.
Menurut Abdul Muis dan Amallo, acara pembukaan akan diramaikan dengan cheer leaders dari SMKN 1 Kupang dan pertandingan eksebisi antara tim SSB Centro Treinamento Futebol Juvenil Timor Leste melawan Platina A. Selain itu juga akan ada pertandingan eksebisi putri.
"Akan ada banyak hadiah door prize dari sponsor kami, yakni Suzuki, Flexi, Platina dan Dispora berupa helm, jaket, payung, hand phone flexi, flash disk, MP4 dan lainnya. Acara ini akan diikuti 119 klub sehingga akan sangat meriah," jelas Rury Amallo.
Secara terpisah, Pimpinan Platina Komputer, Melkisedek Lado Madi, Pimpinan Suzuki Kupang, Fredy Prijatna, Manejer Pemasaran PT Telkom Kupang, Tavip Jaya dan Kadisipora NTT, Drs. Muhammad Wongso, mengatakan saludnya atas antusiasme generasi muda Kota Kupang untuk ambil bagian dalam event ini. Futsal, kata mereka, ternyata menarik minat dan sangat digemari. Untuk itu, mereka bertekad untuk mensponsori event-event futsal berikutnya, kalau penyelenggaraan kali ini berakhir dengan sukses.
"Terkait acara pembukaan ini, kami dari panitia tidak mengirim undangan tertulis kepada peserta karena saat pertemuan teknik semua sudah mengetahuinya. Untuk itu, kami harapkan semua bisa hadir lengkap dengan seragamnya, karena usai pembukaan langsung dilanjutkan dengan pertandingan. Tim yang tidak hadir sampai batas waktu yang sudah disepakati, kami anggap mengundurkan diri," tegas Abdul Muis.
Menurut Abdul Muis dan Amallo, acara pembukaan akan diramaikan dengan cheer leaders dari SMKN 1 Kupang dan pertandingan eksebisi antara tim SSB Centro Treinamento Futebol Juvenil Timor Leste melawan Platina A. Selain itu juga akan ada pertandingan eksebisi putri.
"Akan ada banyak hadiah door prize dari sponsor kami, yakni Suzuki, Flexi, Platina dan Dispora berupa helm, jaket, payung, hand phone flexi, flash disk, MP4 dan lainnya. Acara ini akan diikuti 119 klub sehingga akan sangat meriah," jelas Rury Amallo.
Secara terpisah, Pimpinan Platina Komputer, Melkisedek Lado Madi, Pimpinan Suzuki Kupang, Fredy Prijatna, Manejer Pemasaran PT Telkom Kupang, Tavip Jaya dan Kadisipora NTT, Drs. Muhammad Wongso, mengatakan saludnya atas antusiasme generasi muda Kota Kupang untuk ambil bagian dalam event ini. Futsal, kata mereka, ternyata menarik minat dan sangat digemari. Untuk itu, mereka bertekad untuk mensponsori event-event futsal berikutnya, kalau penyelenggaraan kali ini berakhir dengan sukses.
SSB Timor Leste lawan PSKK
TIM Sekolah Sepakbola (SSB) Centro Treinamento Futebol Juvenil dari Dilli-Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) akan melakukan pertandingan persahabatan melawan tim PS Kota Kupang (PSKK). Pertandingan yang akan digelar di lapangan Polda NTT, Minggu (2/2/2008) itu terdiri dari kelompok umur 12 dan 16 tahun.
Kontingen Timor Leste yang dipimpin Joao Pareira Da Silva diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTT, Drs. Muhammad Wongso yang diwakili Kasubdin Bina Olahraga, Drs. Herman Sagabara di ruang kerjanya, Jumat (1/2/2008). Menurut Herman, sesuai surat yang masuk ke Dispora NTT, seharusnya pertandingan persahabatan tersebut sudah digelar sejak Desember 2007 lalu. Namun, kata Herman, akibat berbagai kesibukan tim yang mendapat sponsor dari Korea Selatan (Korsel) itu, saat ini baru bisa datang ke Kupang.
"Kami berterima kasih kepada tim dari Timor Leste ini yang mau datang ke Kupang untuk pertandingan persahabatan. Kami mau minta maaf, karena seharusnya pertandingan ini digelar di Stadion Oepoi Kupang, namun karena masih dalam tahap pengerjaan lintasan yang belum selesai sejak tahun 2007 lalu, maka pertandingan ini akan digelar di Polda. Kami harapkan timd ari Timor Leste bisa memahami ini, karena kondisi Stadion Oepoi memang tidak bisa digunakan," jelas Sagabara.
Joao Pareira didampingi pelatihnya, Gaspar Pinto, yang ditemui di sela-sela latihan di lapangan Polda NTT, Jumat petang mengatakan bahwa pertandingan persahabatan tersebut adalah merupakan salah satu program try out dari Centro Treinamento Futebol Juvenil. SSB ini, kata Joao, selain melakukan ujicoba di Kupang juga saat yang sama satu timnya bermain di Denpasar-Bali.
Kontingen Timor Leste yang dipimpin Joao Pareira Da Silva diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTT, Drs. Muhammad Wongso yang diwakili Kasubdin Bina Olahraga, Drs. Herman Sagabara di ruang kerjanya, Jumat (1/2/2008). Menurut Herman, sesuai surat yang masuk ke Dispora NTT, seharusnya pertandingan persahabatan tersebut sudah digelar sejak Desember 2007 lalu. Namun, kata Herman, akibat berbagai kesibukan tim yang mendapat sponsor dari Korea Selatan (Korsel) itu, saat ini baru bisa datang ke Kupang.
"Kami berterima kasih kepada tim dari Timor Leste ini yang mau datang ke Kupang untuk pertandingan persahabatan. Kami mau minta maaf, karena seharusnya pertandingan ini digelar di Stadion Oepoi Kupang, namun karena masih dalam tahap pengerjaan lintasan yang belum selesai sejak tahun 2007 lalu, maka pertandingan ini akan digelar di Polda. Kami harapkan timd ari Timor Leste bisa memahami ini, karena kondisi Stadion Oepoi memang tidak bisa digunakan," jelas Sagabara.
Joao Pareira didampingi pelatihnya, Gaspar Pinto, yang ditemui di sela-sela latihan di lapangan Polda NTT, Jumat petang mengatakan bahwa pertandingan persahabatan tersebut adalah merupakan salah satu program try out dari Centro Treinamento Futebol Juvenil. SSB ini, kata Joao, selain melakukan ujicoba di Kupang juga saat yang sama satu timnya bermain di Denpasar-Bali.
Persap Alor kesulitan pemain
Main di Divisi II
ATURAN yang dikeluarkan oleh PSSI bahwa pemain yang bermain di Divisi II Liga Indonesia maksimal berusia 22 tahun membuat wakil NTT, Persap Alor kewalahan. Pasalnya, para pemain yang sudah didaftarkannya berusia di atas 22 tahun. Atas kesulitan ini, Persap Alor masih harus berkonsultasi dengan PSSI soal kejelasan tentang umur pemain.Ketua Persap, Drs. Abraham Maulaka yang ditemui di Kalabahi-Alor, Sabtu (19/1/2008) mengakui hal tersebut. Meski demikian, Maulaka mengatakan bahwa timnya siap bertarung di ajang nasional tersebut.Maulaka mengungkapkan, Persap telah mendapat surat dari PSSI untuk bertanding di Divisi II yang pertandingannya akan mulai dalam waktu dekat ini. Namun, kata Maulaka, Persap masih diperhadapkan dengan aturan mengenai batasan usia pemain yang oleh PSSI harus di bawah 22 tahun."Kita masih komunikasikan dulu dengan PSSI, karena nama-nama pemain ini sudah tercatat di PSSI. Yang jelasnya bagaimana. Ini kita harus mendapat jawaban dari PSSI, jangan sampai setelah kita kirim, pemain kita dianulir. Kalau memang tidak bisa, PSSI harus secepatnya berikan jawaban juga agar kita cepat lengkapi dengan pemain yunior yang ada," kata Maulaka.Menurut Maulaka, Persap sendiri tidak kekurangan stok pemain. Hal ini, kata Maulaka, karena tim yunior juga telah menunjukkan prestasi yang gemilang, baik untuk tingkat regional hingga ke ajang nasiona sehingga tinggal direkrut. Menyangkut persiapan tim, Maulaka mengatakan hanya dengan penyegaran saja karena para pemain telah menjalani pertandingan yang cukup panjang. Menyinggung soal dana, Maulaka mengatakan bahwa seharusnya setelah masuk Divisi II harus ada keterlibatan dari swasta yang mendukungnya. Namun karena ini belum nampak, kata Maulaka, pemerintah yang menalanginya tetapi masih dikaji lagi karena ada surat dari Mendagri yang menegaskan soal penggunaan dana dari APBD untuk biaya perserikatan. (oma)
ATURAN yang dikeluarkan oleh PSSI bahwa pemain yang bermain di Divisi II Liga Indonesia maksimal berusia 22 tahun membuat wakil NTT, Persap Alor kewalahan. Pasalnya, para pemain yang sudah didaftarkannya berusia di atas 22 tahun. Atas kesulitan ini, Persap Alor masih harus berkonsultasi dengan PSSI soal kejelasan tentang umur pemain.Ketua Persap, Drs. Abraham Maulaka yang ditemui di Kalabahi-Alor, Sabtu (19/1/2008) mengakui hal tersebut. Meski demikian, Maulaka mengatakan bahwa timnya siap bertarung di ajang nasional tersebut.Maulaka mengungkapkan, Persap telah mendapat surat dari PSSI untuk bertanding di Divisi II yang pertandingannya akan mulai dalam waktu dekat ini. Namun, kata Maulaka, Persap masih diperhadapkan dengan aturan mengenai batasan usia pemain yang oleh PSSI harus di bawah 22 tahun."Kita masih komunikasikan dulu dengan PSSI, karena nama-nama pemain ini sudah tercatat di PSSI. Yang jelasnya bagaimana. Ini kita harus mendapat jawaban dari PSSI, jangan sampai setelah kita kirim, pemain kita dianulir. Kalau memang tidak bisa, PSSI harus secepatnya berikan jawaban juga agar kita cepat lengkapi dengan pemain yunior yang ada," kata Maulaka.Menurut Maulaka, Persap sendiri tidak kekurangan stok pemain. Hal ini, kata Maulaka, karena tim yunior juga telah menunjukkan prestasi yang gemilang, baik untuk tingkat regional hingga ke ajang nasiona sehingga tinggal direkrut. Menyangkut persiapan tim, Maulaka mengatakan hanya dengan penyegaran saja karena para pemain telah menjalani pertandingan yang cukup panjang. Menyinggung soal dana, Maulaka mengatakan bahwa seharusnya setelah masuk Divisi II harus ada keterlibatan dari swasta yang mendukungnya. Namun karena ini belum nampak, kata Maulaka, pemerintah yang menalanginya tetapi masih dikaji lagi karena ada surat dari Mendagri yang menegaskan soal penggunaan dana dari APBD untuk biaya perserikatan. (oma)
Senin, 28 Januari 2008
AKTIVITAS SOEHARTO 27-28 JANUARI (2-Habis)
DI DALAM buku Jejak Langkah Pak Harto, tak dicantumkankegiatan Soeharto di bulan Januari 1978. Entah apaalasannya. Yang jelas buku ini diawali dengan kegiatanSoeharto mulai tanggal 29 Maret 1978. Pada tangal itu,Soeharto mengumumkan terbentuknya Kabinet PembangunanIII. Susunan kabinetnya meliputi tujuh menteri negarayang tidak memimpin departemen, dan 17 menteri negarayang memimpin departemen. Berikut kegiatan Soeharto dibulan Januari antara tahun 1979 hingga 1983.27 JANUARI 1979:Presiden Soeharto sedikit berkelakar saat menerimaMenteri Muda Urusan Pangan, Affandi. Kata Soeharto,orang-orang yang berduit di kota telah membantumenyebarkan hama wereng dengan jalan mendorong parapetani untuk menanam padi yang berasnya enak. KataSoeharto, tanaman padi yang menghasilkan beras yangenak citarasanya seperti Rojolele dan Cianjur, sangatpeka terhadap hama wereng.28 JANUARI 1979:Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto padatanggal tersebut.27 JANUARI 1980:Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto padatanggal tersebut.28 JANUARI 1980: Soeharto memberikan hadiah berupa 20 ekor sapi, satuset televisi, dua radio kaset, dua mist blower dansatu set buku 30 tahun Indonesia Merdeka. Hadiah itudiberikan kepada para pemenang lomba intesifikasikhusus tanaman padi musim tanam tahun 1979 untuktingkat provinsi Jawa Timur. Acara diadakan diSurabaya.27 JANUARI 1981:Indonesia berduka. Presiden Soeharto menerima MenteriPerhubungan Rusmin Nuryadin. Ia melaporkan bahwa telahterjadi musibah terbakarnya kapal Tampomas II diperairan Masalembo yang menewaskan ratusan orang.28 JANUARI 1981: Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto padatanggal tersebut.27 JANUARI 1982:Presiden Soeharto beserta istrinya meninggalkanJakarta menuju Pontianak untuk melakukan kunjungankerja selama segari. Di kota itu Soeharto meresmikanpenggunaan Jembatan Kapuas yang merupakan jembatanterpanjang di Indonesia. soeharto meminta agarpembangunan di kota itu, khususnya di KalimantanBarat, perlu dipergiat, karena daerah ini merupakansalah satu daerah terkaya dengan sumber alamnya."Sampai sekarang ini kekayaan alam di kalimantan Baratbelum dapat kita gali dan kita manfaatkansebaik-baiknya. Salah satu hambatannya adalah karenasarana perhubungan yang belum mencukupi. 28 JANUARI 1982: Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto padatanggal tersebut.27 JANUARI 1982:Presiden Soeharto memberikan sinyal bahwa tahun-tahunke depan merupakan tahun-tahun tersulit uat Indonesia.Alasannya, penerimaan negara sangat terbatas, sehinggasulit untuk mecapai penerimaan negara yang tinggiseperti tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain,Indonesia harus melanjutkan pembangunan. "Seab, jikapembangunan berhenti maka kita akan mengalamikesulitan yang lebih besar. semuanya itu mengharuskankita untuk mengadakan efisiensi nasional secaramenyeluruh. Efisiensi ini tidak saja harus dilakukandi kalangan pemerintahan, melainkan juga masyarakat,"kata Soeharto saat membuka Rapat kerja Gabungan/KepalaDaerah seluruh Indonesia di Istana. 28 JANUARI 1982: Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto padatanggal tersebut. (Achmad Subechi/berbagai sumber)
Obsesi Soeharto Bangun 1000 Masjid
Masih Kurang 30 Lagi
SOEHARTO, bukanlah tipe pemimpin yang ecek-ecek. Priaitu mampu bertahan di kursi kekuasaannya selama 32tahun, karena pola kepemimpinannya yang tegas, kerasdan tidak banyak retorika. Wajar saja di erakekuasaannya, tak banyak penduduk di negeri ini yangberani melakukan perlawanan secara frontal.Di penghujung usianya, ada satu obsesi yang hinggakini mungkin belum kesampaian. Soeharto pernahmemiliki niat untuk membangun masjid di negeri inisebanyak 1000 buah melalui Yayasan Amal Bhakti MuslimPancasila (YAMP)."Jadi saya menilai ada kesan mendalam bagi umat Islamtentang perjuangan Pak Harto dalam membangun tempatperibadatan tersebut. Sampai kini angka seribu masjiditu memang belum tercapai, tapi hampir terpenuhi. Danboleh jadi mungkin karena obsesi ini telahmemanjangkan umu beliau," kata Dr dr Tarmizi Tahir,seperti yang tertuang dalam buku HM Soeharto MembangunCitra Islam.Tamizi sendiri tersentak terhadap obsesi Soeharto itumanakala ada tokoh Islam asal Maluku bernama HabibHusein Alatas, bercerita soal keinginan atau cita-citaSoeharto. "Pak Tarmizi, Pak Harto telah membuat masjidbesar-besar lebih banyak dibandingkan dengan ormas danlembaga Islam. Sampai sekaang saya memperhatikan,beliau mencatat secara sungguh-sungguh bahwa salahsatu obsesinya adalah membangun masjid sampai seribubuah," kata Habib Husein Alatas kepada Tarmizi.Di mata Tarmizi, obsesi Soeharto itu pada awalnyamelahirkan kontroversi karena uang yang dipakaimembangun masjid itu berasal dari uang para pegawainegeri (PNS). "Saya melihat itu sesuatu yang lumrasaja. Menurut hemat saya, walaupun uang untukmembangun masjid itu berasal dari pegawai negeri yangberagama Islam, tidak banyak diantara mereka yangmerasa bahwa merekalah yang membangun masjid. Padahaltanpa disadari, tanpa dirasa, para pegawai negeri ituakan dapat sebagaimana dikatakan Nabi Muhammad SAWyang mengatakan, barang siapa membangun masjid di bumiini, maka nanti di akhirat akan dibangunkan Allahmasjid di surga," kenang Tarmizi.22 November 2006 lalu, tim penulis buku Pak HartoHabis Manis Sepah Dibuang Dwi Ambar Sari-LazuardiAdi Sage-- datang ke kediaman Soeharto di Cendana.Ruangan pertemuan antara Soeharto dengan tim penulisbuku, amat sangat sederhana."Pak Harto mengenakan baju koko warna putih dan sarungbergaris kotak-kotak berwarna coklat terang. Ruangandi kediaman tempat kami diterima, sangatlah sederhana.Rumahnya, sama sekali tak menyiratkan kemewahan. Jauhdari modern."Ketika itu kondisi kesehatan Soeharto jauh menurun.Tubuhnya tampak lemah, bicaranya agak sulit, sehinggakomunikasi menjadi terbatas. Suaranya pelan, parau danbergumam. Pendengarannya juga jauh sudah berkurang.Soeharto lebih banyak menganguk-anggukan kepala.Rambutnya semakin memutih, tangannya terlihat lunglai,matanya sayu, namun senyum khasnya terus mengembang.Meski untuk bicara saja Soeharto agak susah, namun iasempat menceritakan obsesinya untuk membagun 1000masjid di negeri ini. "Kami sudah membangun sekitar960 masjid. Masih kurang tiga puluh lagi ya..." tanyaSoeharto kepada tim penulis bukunya.Soeharto juga merasa bangga dengan keberhasilanputra-putri bangsa yang dibiaya dari bea siswa SuperSemar. "Sekarang, sudah banyak yang jadi orang. Jadisarjana, jadi profesor, jadi pejabat, juga jadimenteri ya..." tutur Soeharto sambil tertawa. (Achmad Subechi)
SOEHARTO, bukanlah tipe pemimpin yang ecek-ecek. Priaitu mampu bertahan di kursi kekuasaannya selama 32tahun, karena pola kepemimpinannya yang tegas, kerasdan tidak banyak retorika. Wajar saja di erakekuasaannya, tak banyak penduduk di negeri ini yangberani melakukan perlawanan secara frontal.Di penghujung usianya, ada satu obsesi yang hinggakini mungkin belum kesampaian. Soeharto pernahmemiliki niat untuk membangun masjid di negeri inisebanyak 1000 buah melalui Yayasan Amal Bhakti MuslimPancasila (YAMP)."Jadi saya menilai ada kesan mendalam bagi umat Islamtentang perjuangan Pak Harto dalam membangun tempatperibadatan tersebut. Sampai kini angka seribu masjiditu memang belum tercapai, tapi hampir terpenuhi. Danboleh jadi mungkin karena obsesi ini telahmemanjangkan umu beliau," kata Dr dr Tarmizi Tahir,seperti yang tertuang dalam buku HM Soeharto MembangunCitra Islam.Tamizi sendiri tersentak terhadap obsesi Soeharto itumanakala ada tokoh Islam asal Maluku bernama HabibHusein Alatas, bercerita soal keinginan atau cita-citaSoeharto. "Pak Tarmizi, Pak Harto telah membuat masjidbesar-besar lebih banyak dibandingkan dengan ormas danlembaga Islam. Sampai sekaang saya memperhatikan,beliau mencatat secara sungguh-sungguh bahwa salahsatu obsesinya adalah membangun masjid sampai seribubuah," kata Habib Husein Alatas kepada Tarmizi.Di mata Tarmizi, obsesi Soeharto itu pada awalnyamelahirkan kontroversi karena uang yang dipakaimembangun masjid itu berasal dari uang para pegawainegeri (PNS). "Saya melihat itu sesuatu yang lumrasaja. Menurut hemat saya, walaupun uang untukmembangun masjid itu berasal dari pegawai negeri yangberagama Islam, tidak banyak diantara mereka yangmerasa bahwa merekalah yang membangun masjid. Padahaltanpa disadari, tanpa dirasa, para pegawai negeri ituakan dapat sebagaimana dikatakan Nabi Muhammad SAWyang mengatakan, barang siapa membangun masjid di bumiini, maka nanti di akhirat akan dibangunkan Allahmasjid di surga," kenang Tarmizi.22 November 2006 lalu, tim penulis buku Pak HartoHabis Manis Sepah Dibuang Dwi Ambar Sari-LazuardiAdi Sage-- datang ke kediaman Soeharto di Cendana.Ruangan pertemuan antara Soeharto dengan tim penulisbuku, amat sangat sederhana."Pak Harto mengenakan baju koko warna putih dan sarungbergaris kotak-kotak berwarna coklat terang. Ruangandi kediaman tempat kami diterima, sangatlah sederhana.Rumahnya, sama sekali tak menyiratkan kemewahan. Jauhdari modern."Ketika itu kondisi kesehatan Soeharto jauh menurun.Tubuhnya tampak lemah, bicaranya agak sulit, sehinggakomunikasi menjadi terbatas. Suaranya pelan, parau danbergumam. Pendengarannya juga jauh sudah berkurang.Soeharto lebih banyak menganguk-anggukan kepala.Rambutnya semakin memutih, tangannya terlihat lunglai,matanya sayu, namun senyum khasnya terus mengembang.Meski untuk bicara saja Soeharto agak susah, namun iasempat menceritakan obsesinya untuk membagun 1000masjid di negeri ini. "Kami sudah membangun sekitar960 masjid. Masih kurang tiga puluh lagi ya..." tanyaSoeharto kepada tim penulis bukunya.Soeharto juga merasa bangga dengan keberhasilanputra-putri bangsa yang dibiaya dari bea siswa SuperSemar. "Sekarang, sudah banyak yang jadi orang. Jadisarjana, jadi profesor, jadi pejabat, juga jadimenteri ya..." tutur Soeharto sambil tertawa. (Achmad Subechi)
Ini Penghinaan Bagi Keluarga Saya
Konflik Antara Soeharto dan Muridnya (4-Habis)
SOEHARTO mengumumkan bahwa dirinya mundur dari kursiRI 1. Atas nama UUD 45, maka Habibie dilantik menjadipresiden. Filosofinya, seorang pemimpin harusberperilaku seperti mata air yang mengalirkan airbersih dan bergizi. Sehingga semua kehidupan disekitarnya dapat mekar dan berkembang. Sebaliknya,perilaku seperti mata air yang mengalirkan racun akanmematikan kehidupan sekitarnya.SETELAH menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesiamelalui TVRI, BJ Habibied mulai menyusun kabinet.Setelah itu ia kembali masuk ke ruangan kerjanya diKuningan untuk memantau perkembangan situasi lewatinternet."Melalui internet dan televisi, saya kembali memantaudan mendengar komentar dalam dan luar negeri mengenaiperkembangan di Indonesia. Sementara itu, terusberkembang berita di dalam dan luar negeri bahwa sayatidak mampu bertahan lebih dari 100 jam. Yang sedikitoptimistis meramalkan bahwa saya tidak akan bertahanlebih dari 100 hari. Ada pula yang mempertanyakan,apakah kabinet dapat terbentuk? Apa konsep Habibiedalam menghadapi semua masalah yang serba kompleksdalam keadaan yang tidak stabil dan tidak menentu?Saya dijadikan manusia yang tidak memilikikredibilitas, karena berbagai pernyataan yang bernadamenghina dan mengolok, menyinggung perasaan siapa sajayang mengenal dan berkawan dengan saya."Esok paginya, satu jam sebelum Habibie berangkat keIstana Merdeka untuk mengumumkan nama para anggotaKabinet Reformasi Pembangunan, nama Menhankam/Pangabakan ia berikan berikan kepada tim khusus yangmendapat tugas menyusun pidato pengantar pengumumanpara anggota Kabinet Reformasi.Jumat, 22 Mei 1998 pukul 06.10, Habibie meneleponJenderal Wiranto dan menyampaikan bahwa ia telahmemutuskan untuk memintanya tetap menjadiMenhankam/Pangab dalam Kabinet Reformasi Pembangunan.Sekitar pukul 07.30, Sintong Panjaitan masuk keruangan kerja BJ Habibie untuk memohon agar sayamenerima Danjen Kopassus Mayor Jenderal Muchdi PRbersama Mayor Jenderal Kivlan Zein yang membawa suratdari Pangkostrad dan dari Jenderal Besar Abdul HarisNasution."Saya bertanya apakah perlu saya terima sendiri? Sayabanyak pekerjaan dan bahan masukan yang harus sayabaca dan nilai menumpuk. Saya meminta Jenderal Sintongmenerima surat-surat tersebut atas nama saya. Namun,hanya beberapa menit kemudian, SintongPanjaitan kembali ke ruang kerja saya dan menyarankanuntuk menerima surat tersebut, namun saya tidak bolehmelewati tanda yang sudah diberikan di pintu masuk.Saya beranjak dari depan komputer berjalan didampingiSintong Panjaitan ke pintu yang sudah ditentukan. Didepan pintu tersebut, saya menerima kedua jenderalyang menyampaikan surat-surat yang segera saya baca.Setelah saya selesai membaca, kedua jenderalmengucapkan, mohon petunjuk."Dalam surat itu, Jenderal Besar Nasution menyarankanagar KSAD Jenderal SubagioHadi Siswoyo diangkat menjadi Pangab dan PangkostradLetjen Prabowo Subianto menjadi KSAD. Sekitar pukul09.00, Habibie meninggalkan Kuningan menuju IstanaMerdeka didampingi Sintong Panjaitan, Ahmad WatikPratiknya, Jimly Asshiddiqie, Gunawan Hadisusilo, danFuadi Rasyid."Saya memasuki Istana Merdeka dari pintu gerbang depansebelah barat. Di depan tangga, Pangab Wirantomenantikan kedatangan saya dan memohon untukdiperkenankan melaporkan keadaan di lapangan, tetapihanya empat mata. Saya katakan bahwa saya tidakmemiliki banyak waktu, karena sudah terlambat satu jamdan ini dapat menimbulkan spekulasi bahwa saya tidakberhasil membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan. Sayapersilakan Wiranto mengikuti saya ke ruang kerjaPresiden di Istana Merdeka."Di ruang kerja Presiden, Pangab melaporkan bahwapasukan Kostrad dari luar Jakarta bergerak menujuJakarta dan ada konsentrasi pasukan di kediaman BJHabibie di Kuningan. Begitu juga di Istana Merdeka.Jenderal Wiranto mohon petunjuk. Dari laporantersebut, Habibie berkesimpulan bahwa Pangkostradbergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab.Habibie lalu melihat jarum jam yang ada di tangannya.Kepada Wiranto ia memberikan perintah agar sebelummatahari terbit, Pangkostrad sudah aharus diganti.Kepada penggantinya diperintahkan agar semua pasukandi bawah komando Pangkostrad harus segera kembali kebasis kesatuan masing-masing. Jenderal Wirantobertanya, "Sebelum matahari terbenam?""Saya ulangi, sebelum matahari terbenam!" JenderalWiranto bertanya lagi, "Siapa yang akan mengganti?"Saya menjawab ringkas, "Terserah Pangab." SebelumPangab meninggalkan ruang kerja presiden, ia berpesanagar Ny Ainun yang ketika itu masih di Kuningan segeradibawa ke Wisma Negara. Begitu juga Insana, istriIlham, dengan Nadia dan Pasha (cucu Habibie),diterbangkan dengan helikopter dari Bandung ke Jakartauntuk bergabung. Ilham yang sebentar lagi mendarat diBandara Sukarno Hatta akan dibawa ke Wisma Negara.Sedangkan Thareq dan Widia istrinya sedang dalamperjalanan."Semua keluarga saya sementara akan bergabung di WismaNegara. Saya bertanya, untuk berapa lama kami harustinggal di Wisma Negara? Tergantung perkembangankeadaan, jawab Pangab." Setelah itu Habibiemengumumkan nama-nama anggota Kabinet ReformasiPembangunan.***WAKTU terus berjalan. Pangab Jenderal TNI Wirantomenelpon BJ Habibie. Isinya, Wiranto mengusulkanPanglima Divisi Siliwangi dari Jawa Barat sebagaiPangkostrad. Memerhatikan Instruksi Presiden agarpergantian Pangkostrad harus dilaksanakan sebelummatahari terbenam dan karena masalah teknis pelantikanPanglima Divisi Siliwangi baru hanya dapatdilaksanakan keesokan harinya, maka Pangkostradsementara akan dijabat oleh Asisten Operasi PangabLetjen Johny Lumintang. Kepada Letjen Johny Lumintangakan diperintahkan untuk segera mengembalikan semuapasukan ke basis masing-masing sebelum matahariterbenam."Saya menyetujui usul Pangab untuk melantik PanglimaDivisi Siliwangi, Mayjen Djamari Chaniago sebagaiPangkostrad esok harinya pada tanggal 23 Mei 1998.Usul untuk menugaskan Letjen Johny Lumintang agarmenjadi Pangkostrad sementara juga dapat saya terima,"ujarnya.Setelah pembicaraan dengan Pangab selesai, ADCmelaporkan kepada BJ Habibie bahwa Pangkostrad LetjenPrabowo Subianto minta waktu untuk bertemu. "Apakahperlu saya bertemu? Apa gunanya bertemu? LetjenPrabowo adalah menantu Presiden Soeharto. Pak Hartobaru 24 jam meletakkan jabatannya. Pak Harto yangtelah memimpin negara dan bangsa selama 32 tahun,tentunya memiliki pengaruh dan prasarana yang besardan kuat. Bagaimana sikap dan tanggapan Pak Hartomengenai kebijakan saya menghentikan Prabowo darijabatannya sebagai Pangkostrad? Apakah beliautersinggung dan menugaskan menantunya untuk bertemudengan saya? Menurut peraturan yang berlaku, siapasaja yang menghadap presiden tidak diperkenankanmembawa senjata. Mereka sebelumnya diperiksa denganalat-alat yang canggih. Tentunya itu berlaku pulauntuk Panglima Kostrad."Bagaimana dengan menantu Pak Harto? Apakah Prabowojuga akan diperiksa? Apakahpengawal presiden berani? Apa akibatnya jikalauHabibie tidak menerima Pangkostrad?Bukankah Pangkostrad memiliki hak untuk didengarpendapatnya? Dialog adalah dasar untuk lebih salingmengerti dan pengertian adalah hasil dari dialog?Pengertian adalah awal dari toleransi. Toleransiadalah salah satu elemen dari perdamaian danketenteraman. Bukankah inimaksud tujuan reformasi? Perdamaian dan ketenteramandi bumi Indonesia?Segudang pertanyaan itu terus berputar di kepala BJHabibie. Akhirnya pertemuan antara Prabowo dan BJHabibie terjadi. Pada saat Prabowo masuk ke ruangan BJHabibie, ia melihat menantu Soeharto itu tak membawasenjata. "Saya merasa puas," kata Habibie. Saatberdialog dengan Habibie, Prabowo menggunakan bahasaInggris. "Ini suatu penghinaan bagi keluarga saya dankeluarga mertua saya Presiden Soeharto, Anda telahmemecat saya sebagai Pangkostrad, " kata Prabowo ketikaitu.Habibie lalu menjawab, "Tidak dipecat, tetapi jabatanAnda diganti." "Mengapa?" tanya Prabowo. "Sayamendapat laporan dari Pangab bahwa gerakan pasukanKostrad menuju Jakarta, Kuningan, dan Istana Merdeka,"jelas Habibie. Mendengar penjelasan itu Prabowomemberikan klarifikasi. "Saya bermaksud untukmengamankan presiden," kata Prabowo."Itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yangbertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugasAnda," jawab Habibie. "Presiden apa Anda? Anda naif?"tanya Prabowo dengan nada marah."Masa bodoh, saya Presiden dan harus membereskankeadaan bangsa dan negara yang sangat memprihatinkan, "jawab Habibie. Suasananya semakin tegang. Prabowo lalumengajukan permohonan. "Atas nama ayah saya ProfSoemitro Djojohadikusumo dan ayah mertua saya PresidenSoeharto, saya minta Anda memberikan saya tiga bulanuntuk tetap menguasai pasukan Kostrad," pinta Prabowo.Habibie kemudian balik menjawab dengan nada tegas,"Tidak! Sampai matahari terbenam Anda sudah harusmenyerahkan semua pasukan kepada Pangkostrad yangbaru!" Karena tetap ditolak, Prabowo kembali menawar."Berikan saya tiga minggu atau tiga hari saja untukmasih dapat menguasai pasukan saya!" Habibie kembalitegas."Tidak! Sebelum matahari terbenam semua pasukan sudahharus diserahkan kepada Pangkostrad baru! Sayabersedia mengangkat Anda menjadi duta besar di manasaja." "Yang saya kehendaki adalah pasukan saya! jawabPrabowo. Lagi-lagi Habibie menunjukan sikap kerasnya."Ini tidak mungkin Prabowo!"Pada saat itulah pintu ruangan terbuka. SintongPanjaitan masuk dan mengatakan, "Jenderal, BapakPresiden tidak punya waktu banyak dan harap segerameninggalkan ruangan." Saat diingatkan, Habibie malahmeminta waktu kepada Sintong untuk meneruskandialognya dengan Prabowo. Kesempatan itu laludimanfaatkan Prabowo untuk meminta agar ia dapatberbicara melalui telepon dengan Pangab. "Sayatugaskan kepada salah satu ADC Presidenyang berada di ruangan untuk segera menghubungiPangab.Setelah menelepon ke Markas Besar ABRI, ADC Presidenmenyampaikan bahwa Pangab tidak dapat dihubungi."Untukkedua kalinya pintu terbuka dan Sintong Panjaitanmempersilakan Prabowo meninggalkan ruangan denganalasan Gubernur Bank Indonesia sudah tiba dengan staf,bersama Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita. "Sayamasih sempat memeluk Prabowo dan menyampaikan salamhormat saya untuk ayah kandung dan ayah mertuaPrabowo. Kemudian, saya didampingi anak saya, Thareq,meninggalkan ruang tamu untuk menengok istri, anak,dan cucu," kenang Habibie.Di mata Habibie, Prabowo Subianto adalah putra tertuadari keluarga yang sangat terhormat, sangatintelektual, dan sangat kritis. Bahkan, ayahkandungnya adalah salah satu idola Habibie sejak masihdi SMA. "Dedikasi Prabowo, begitu pula orang tua dansaudara-saudaranya terhadap bangsa dan negara, tidakperlu diragukan. Saya percaya bahwa itikad dan niatPrabowo untuk melindugi saya adalah tulus, jujur, dantepat. Masalahnya iktikad dan niat yang baik dan tepatitu dilaksanakannya tanpa sepengetahuan dan koordinasidengan Pangab. Kesimpulan ini saya ambil ketika Pangabmelaporkan mengenai gerakan pasukan Kostrad. Darilaporan tersebut secara implisit dinyatakan bahwatindakan Pangkostrad, tidak sepengetahuan dandikoordinasikan dengan Pangab," jelas Habibie. (achmadsubechi)
SOEHARTO mengumumkan bahwa dirinya mundur dari kursiRI 1. Atas nama UUD 45, maka Habibie dilantik menjadipresiden. Filosofinya, seorang pemimpin harusberperilaku seperti mata air yang mengalirkan airbersih dan bergizi. Sehingga semua kehidupan disekitarnya dapat mekar dan berkembang. Sebaliknya,perilaku seperti mata air yang mengalirkan racun akanmematikan kehidupan sekitarnya.SETELAH menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesiamelalui TVRI, BJ Habibied mulai menyusun kabinet.Setelah itu ia kembali masuk ke ruangan kerjanya diKuningan untuk memantau perkembangan situasi lewatinternet."Melalui internet dan televisi, saya kembali memantaudan mendengar komentar dalam dan luar negeri mengenaiperkembangan di Indonesia. Sementara itu, terusberkembang berita di dalam dan luar negeri bahwa sayatidak mampu bertahan lebih dari 100 jam. Yang sedikitoptimistis meramalkan bahwa saya tidak akan bertahanlebih dari 100 hari. Ada pula yang mempertanyakan,apakah kabinet dapat terbentuk? Apa konsep Habibiedalam menghadapi semua masalah yang serba kompleksdalam keadaan yang tidak stabil dan tidak menentu?Saya dijadikan manusia yang tidak memilikikredibilitas, karena berbagai pernyataan yang bernadamenghina dan mengolok, menyinggung perasaan siapa sajayang mengenal dan berkawan dengan saya."Esok paginya, satu jam sebelum Habibie berangkat keIstana Merdeka untuk mengumumkan nama para anggotaKabinet Reformasi Pembangunan, nama Menhankam/Pangabakan ia berikan berikan kepada tim khusus yangmendapat tugas menyusun pidato pengantar pengumumanpara anggota Kabinet Reformasi.Jumat, 22 Mei 1998 pukul 06.10, Habibie meneleponJenderal Wiranto dan menyampaikan bahwa ia telahmemutuskan untuk memintanya tetap menjadiMenhankam/Pangab dalam Kabinet Reformasi Pembangunan.Sekitar pukul 07.30, Sintong Panjaitan masuk keruangan kerja BJ Habibie untuk memohon agar sayamenerima Danjen Kopassus Mayor Jenderal Muchdi PRbersama Mayor Jenderal Kivlan Zein yang membawa suratdari Pangkostrad dan dari Jenderal Besar Abdul HarisNasution."Saya bertanya apakah perlu saya terima sendiri? Sayabanyak pekerjaan dan bahan masukan yang harus sayabaca dan nilai menumpuk. Saya meminta Jenderal Sintongmenerima surat-surat tersebut atas nama saya. Namun,hanya beberapa menit kemudian, SintongPanjaitan kembali ke ruang kerja saya dan menyarankanuntuk menerima surat tersebut, namun saya tidak bolehmelewati tanda yang sudah diberikan di pintu masuk.Saya beranjak dari depan komputer berjalan didampingiSintong Panjaitan ke pintu yang sudah ditentukan. Didepan pintu tersebut, saya menerima kedua jenderalyang menyampaikan surat-surat yang segera saya baca.Setelah saya selesai membaca, kedua jenderalmengucapkan, mohon petunjuk."Dalam surat itu, Jenderal Besar Nasution menyarankanagar KSAD Jenderal SubagioHadi Siswoyo diangkat menjadi Pangab dan PangkostradLetjen Prabowo Subianto menjadi KSAD. Sekitar pukul09.00, Habibie meninggalkan Kuningan menuju IstanaMerdeka didampingi Sintong Panjaitan, Ahmad WatikPratiknya, Jimly Asshiddiqie, Gunawan Hadisusilo, danFuadi Rasyid."Saya memasuki Istana Merdeka dari pintu gerbang depansebelah barat. Di depan tangga, Pangab Wirantomenantikan kedatangan saya dan memohon untukdiperkenankan melaporkan keadaan di lapangan, tetapihanya empat mata. Saya katakan bahwa saya tidakmemiliki banyak waktu, karena sudah terlambat satu jamdan ini dapat menimbulkan spekulasi bahwa saya tidakberhasil membentuk Kabinet Reformasi Pembangunan. Sayapersilakan Wiranto mengikuti saya ke ruang kerjaPresiden di Istana Merdeka."Di ruang kerja Presiden, Pangab melaporkan bahwapasukan Kostrad dari luar Jakarta bergerak menujuJakarta dan ada konsentrasi pasukan di kediaman BJHabibie di Kuningan. Begitu juga di Istana Merdeka.Jenderal Wiranto mohon petunjuk. Dari laporantersebut, Habibie berkesimpulan bahwa Pangkostradbergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab.Habibie lalu melihat jarum jam yang ada di tangannya.Kepada Wiranto ia memberikan perintah agar sebelummatahari terbit, Pangkostrad sudah aharus diganti.Kepada penggantinya diperintahkan agar semua pasukandi bawah komando Pangkostrad harus segera kembali kebasis kesatuan masing-masing. Jenderal Wirantobertanya, "Sebelum matahari terbenam?""Saya ulangi, sebelum matahari terbenam!" JenderalWiranto bertanya lagi, "Siapa yang akan mengganti?"Saya menjawab ringkas, "Terserah Pangab." SebelumPangab meninggalkan ruang kerja presiden, ia berpesanagar Ny Ainun yang ketika itu masih di Kuningan segeradibawa ke Wisma Negara. Begitu juga Insana, istriIlham, dengan Nadia dan Pasha (cucu Habibie),diterbangkan dengan helikopter dari Bandung ke Jakartauntuk bergabung. Ilham yang sebentar lagi mendarat diBandara Sukarno Hatta akan dibawa ke Wisma Negara.Sedangkan Thareq dan Widia istrinya sedang dalamperjalanan."Semua keluarga saya sementara akan bergabung di WismaNegara. Saya bertanya, untuk berapa lama kami harustinggal di Wisma Negara? Tergantung perkembangankeadaan, jawab Pangab." Setelah itu Habibiemengumumkan nama-nama anggota Kabinet ReformasiPembangunan.***WAKTU terus berjalan. Pangab Jenderal TNI Wirantomenelpon BJ Habibie. Isinya, Wiranto mengusulkanPanglima Divisi Siliwangi dari Jawa Barat sebagaiPangkostrad. Memerhatikan Instruksi Presiden agarpergantian Pangkostrad harus dilaksanakan sebelummatahari terbenam dan karena masalah teknis pelantikanPanglima Divisi Siliwangi baru hanya dapatdilaksanakan keesokan harinya, maka Pangkostradsementara akan dijabat oleh Asisten Operasi PangabLetjen Johny Lumintang. Kepada Letjen Johny Lumintangakan diperintahkan untuk segera mengembalikan semuapasukan ke basis masing-masing sebelum matahariterbenam."Saya menyetujui usul Pangab untuk melantik PanglimaDivisi Siliwangi, Mayjen Djamari Chaniago sebagaiPangkostrad esok harinya pada tanggal 23 Mei 1998.Usul untuk menugaskan Letjen Johny Lumintang agarmenjadi Pangkostrad sementara juga dapat saya terima,"ujarnya.Setelah pembicaraan dengan Pangab selesai, ADCmelaporkan kepada BJ Habibie bahwa Pangkostrad LetjenPrabowo Subianto minta waktu untuk bertemu. "Apakahperlu saya bertemu? Apa gunanya bertemu? LetjenPrabowo adalah menantu Presiden Soeharto. Pak Hartobaru 24 jam meletakkan jabatannya. Pak Harto yangtelah memimpin negara dan bangsa selama 32 tahun,tentunya memiliki pengaruh dan prasarana yang besardan kuat. Bagaimana sikap dan tanggapan Pak Hartomengenai kebijakan saya menghentikan Prabowo darijabatannya sebagai Pangkostrad? Apakah beliautersinggung dan menugaskan menantunya untuk bertemudengan saya? Menurut peraturan yang berlaku, siapasaja yang menghadap presiden tidak diperkenankanmembawa senjata. Mereka sebelumnya diperiksa denganalat-alat yang canggih. Tentunya itu berlaku pulauntuk Panglima Kostrad."Bagaimana dengan menantu Pak Harto? Apakah Prabowojuga akan diperiksa? Apakahpengawal presiden berani? Apa akibatnya jikalauHabibie tidak menerima Pangkostrad?Bukankah Pangkostrad memiliki hak untuk didengarpendapatnya? Dialog adalah dasar untuk lebih salingmengerti dan pengertian adalah hasil dari dialog?Pengertian adalah awal dari toleransi. Toleransiadalah salah satu elemen dari perdamaian danketenteraman. Bukankah inimaksud tujuan reformasi? Perdamaian dan ketenteramandi bumi Indonesia?Segudang pertanyaan itu terus berputar di kepala BJHabibie. Akhirnya pertemuan antara Prabowo dan BJHabibie terjadi. Pada saat Prabowo masuk ke ruangan BJHabibie, ia melihat menantu Soeharto itu tak membawasenjata. "Saya merasa puas," kata Habibie. Saatberdialog dengan Habibie, Prabowo menggunakan bahasaInggris. "Ini suatu penghinaan bagi keluarga saya dankeluarga mertua saya Presiden Soeharto, Anda telahmemecat saya sebagai Pangkostrad, " kata Prabowo ketikaitu.Habibie lalu menjawab, "Tidak dipecat, tetapi jabatanAnda diganti." "Mengapa?" tanya Prabowo. "Sayamendapat laporan dari Pangab bahwa gerakan pasukanKostrad menuju Jakarta, Kuningan, dan Istana Merdeka,"jelas Habibie. Mendengar penjelasan itu Prabowomemberikan klarifikasi. "Saya bermaksud untukmengamankan presiden," kata Prabowo."Itu adalah tugas Pasukan Pengamanan Presiden yangbertanggung jawab langsung pada Pangab dan bukan tugasAnda," jawab Habibie. "Presiden apa Anda? Anda naif?"tanya Prabowo dengan nada marah."Masa bodoh, saya Presiden dan harus membereskankeadaan bangsa dan negara yang sangat memprihatinkan, "jawab Habibie. Suasananya semakin tegang. Prabowo lalumengajukan permohonan. "Atas nama ayah saya ProfSoemitro Djojohadikusumo dan ayah mertua saya PresidenSoeharto, saya minta Anda memberikan saya tiga bulanuntuk tetap menguasai pasukan Kostrad," pinta Prabowo.Habibie kemudian balik menjawab dengan nada tegas,"Tidak! Sampai matahari terbenam Anda sudah harusmenyerahkan semua pasukan kepada Pangkostrad yangbaru!" Karena tetap ditolak, Prabowo kembali menawar."Berikan saya tiga minggu atau tiga hari saja untukmasih dapat menguasai pasukan saya!" Habibie kembalitegas."Tidak! Sebelum matahari terbenam semua pasukan sudahharus diserahkan kepada Pangkostrad baru! Sayabersedia mengangkat Anda menjadi duta besar di manasaja." "Yang saya kehendaki adalah pasukan saya! jawabPrabowo. Lagi-lagi Habibie menunjukan sikap kerasnya."Ini tidak mungkin Prabowo!"Pada saat itulah pintu ruangan terbuka. SintongPanjaitan masuk dan mengatakan, "Jenderal, BapakPresiden tidak punya waktu banyak dan harap segerameninggalkan ruangan." Saat diingatkan, Habibie malahmeminta waktu kepada Sintong untuk meneruskandialognya dengan Prabowo. Kesempatan itu laludimanfaatkan Prabowo untuk meminta agar ia dapatberbicara melalui telepon dengan Pangab. "Sayatugaskan kepada salah satu ADC Presidenyang berada di ruangan untuk segera menghubungiPangab.Setelah menelepon ke Markas Besar ABRI, ADC Presidenmenyampaikan bahwa Pangab tidak dapat dihubungi."Untukkedua kalinya pintu terbuka dan Sintong Panjaitanmempersilakan Prabowo meninggalkan ruangan denganalasan Gubernur Bank Indonesia sudah tiba dengan staf,bersama Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita. "Sayamasih sempat memeluk Prabowo dan menyampaikan salamhormat saya untuk ayah kandung dan ayah mertuaPrabowo. Kemudian, saya didampingi anak saya, Thareq,meninggalkan ruang tamu untuk menengok istri, anak,dan cucu," kenang Habibie.Di mata Habibie, Prabowo Subianto adalah putra tertuadari keluarga yang sangat terhormat, sangatintelektual, dan sangat kritis. Bahkan, ayahkandungnya adalah salah satu idola Habibie sejak masihdi SMA. "Dedikasi Prabowo, begitu pula orang tua dansaudara-saudaranya terhadap bangsa dan negara, tidakperlu diragukan. Saya percaya bahwa itikad dan niatPrabowo untuk melindugi saya adalah tulus, jujur, dantepat. Masalahnya iktikad dan niat yang baik dan tepatitu dilaksanakannya tanpa sepengetahuan dan koordinasidengan Pangab. Kesimpulan ini saya ambil ketika Pangabmelaporkan mengenai gerakan pasukan Kostrad. Darilaporan tersebut secara implisit dinyatakan bahwatindakan Pangkostrad, tidak sepengetahuan dandikoordinasikan dengan Pangab," jelas Habibie. (achmadsubechi)
Habibie Sedih Dicuekin Soeharto
Konflik Antara Soeharto dan Muridnya (3)
JAKARTA semakin tegang! Gerakan mahasiswa yangmenekan Soeharto agar lengser dari tahtanya tak bisaterbendung. Begitu juga elit-elit politik lainnya yangterus bergerilya menyusun sebuah kekuatan untukmendorong datangnya perubahan.SEHARI menjelang pengunduruan diri Soeharto, WakilPresiden BJ Habibie meminta ajudannya segeramenghubungi Soeharto. Habibie ingin berbicara denganorang terkuat di negeri ini."Namun, sangat saya sayangkan bahwa Pak Harto ketikaitu tidak berkenan berbicara dengan saya. Ia hanyamenugaskan Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyiduntuk menyampaikan keputusan bahwa esok harinya pukul10.00 pagi, Pak Harto akan mundur sebagai Presiden.Sesuai UUD '45, Pak Harto menyerahkan kekuasaan dantanggung jawab kepada Wakil Presiden RI di IstanaMerdeka. Pengambilan sumpah Wakil Presiden menjadiPresiden akan dilaksanakan oleh Ketua Mahkamah Agungdi hadapan para Anggota MA," kenang Habibie.Mendengar penjelasan itu BJ Habibie mengaku terkejut.Ia ingin berbicara dengan Soeharto. Ajudan PresidenSoeharto menyanggupi akan mempertemukan Habibie esokpaginya sebelum berangkat ke Istana Presiden.Sejumlah menteri yang telah mengajukan suratpengunduran diri dan ketika itu masih berada dipendopo BJ Habibie, terkejut bukan kepalang. "Semuaterkejut mendengar berita tersebut. Kemudian sayameminta agar para menteri yang hadir, dan juga paraAsisten Wakil Presiden yang berada di ruang sebelahpendopo, untuk memanjatkan doa kehadirat Allah SWT.Saya minta Jimly Asshiddiqie untuk memimpin doa. Istrisaya juga diminta untuk hadir," jelas Habibie.***MALAM itu Habibie sedang memantau perkembangan situasidi republik ini dari balik internet. Tiba-tiba Kol(AL) Djuhana --ajudan Habibie-- melaporkan bahwaPanglima ABRI Jenderal Wiranto mohon waktu untukbertemu. "Saya belum bersedia menerima siapa pun,karenaharus merenungkan keadaan tanah air yang sangatmemprihatinkan dan sudah di ambang pintu revolusi,"tutur Habibie.Ditengah situasi tersebut, tiba-tiba terdengar suaradari ruangan yang gelap. "Pak Habibie, sudah hampirpukul 04.00 pagi dan Bapak belum tidur dan belumberistirahat, sementara acara Bapak sudah mulai pukul07.00 pagi. Mohon Bapak beristirahat sejenak."Ruangannya sangat gelap, karena tidak ada lampu yangmenyala kecuali sinar monitor komputer yang menerangiwajah saya BJ Habibie. "Siapa yang berbicara?""Siap... Kolonel Hasanuddin, ADC Bapak," jawabnyasambil menyinari wajahnya dengan lampu senter."Mengapa Kolonel belum tidur?" "Siap, lagi dinas danmohon Bapak istirahat sejenak,"jawabnya.Baru sekitar pukul 06.45, ADC Kolonel (Udara) IwanSidi masuk ke ruangan dan melaporkan bahwa PangabJenderal Wiranto sudah siap menunggu di ruang tamu.Habibie lalu meminta ajudan agar mempersilakanJenderal Wiranto menuju ke pendopo.Pukul 06.50 sampai 07.25 Jenderal Wiranto melaporkankeadaan di lapangan yang tidak menentu dangerakan-gerakan demo yang terus meningkat. Dalamkesempatan itu Pangab meminta Habibie memberikanpengarahan dan petunjuk. "Petunjuk saya, rakyatdiberikan kebebasan untuk berdemo, tetapi tidakdibenarkan merusak dan atau membakar. Fasilitaspengamanan Pak Harto sekeluarga yang sekarangdiberikan agar tetap berfungsi seperti semula danpelaksana pengamanan bertanggung jawab langsung padaPangab. Saya tidak benarkan presiden menerima perwiratinggi ABRI, termasuk Kepala Staf Angkatan, kecualibersama atau atas permintaan Pangab," pesan Habibie.Jenderal Wiranto juga melaporkan bahwa ia telahmenerima inpres yang ditandatangani oleh PresidenSoeharto untuk bertindak demi keamanan dan stabilitasnegara jikalaukeadaan berkembang menjadi khaos dan tidak terkendali.Inpres ini semacam Supersemar (Surat Perintah SebelasMaret).Bagi Habibie, nama Wiranto sudah tidak asing lagi ditelinganya. Sebab, beberapa tahun sebelumnya Habibiepernah bertemu dengan Wiranto di Masjid Istiqlalketika ia bersamaanggota Kabinet Pembangunan dan Pimpinan LembagaTertinggi Negara, duduk di lantai masjid sambilmenantikan kedatangan presiden dan wakil presidenuntuk melaksanakan shalat Id.Ketika itu seorang pemuda berpakaian kemeja batikdengan sopan menyapa BJ Habibie dari belakang. Pemudaitu sambil berbisik, meminta BJ Habibie agardiperkenankan membantu Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI). "Saya bertanya. Siapa Anda dan dimanaAnda sekarang?" "Saya Wiranto, Pak.""Wiranto siapa?" "Saya Wiranto, dulu ADC Presiden dansekarang ditugaskan sebagai Kepala Staf Pangdam Jayamembantu Pak Hendropriyono. " "Saya lalu menjawab,Insya Allah, iktikad dan niat Anda akan dikabulkanAllah SWT. Pada waktu itu, saya sangat terkesan dengankejadian ini," ungkapnya.Usai mengenang masa lalu, BJ Habibie kemudian bersamaWiranto menyiapkan pernyataan sikap ABRI yang akandibacakan oleh Jenderal Wiranto setelah pengambilansumpah presiden ke-3 RI oleh Ketua Mahkamah Agung diIstana Merdeka selesai."Saya tugaskan Pangab untuk langsung ke IstanaMerdeka, sambil saya mempersiapkan diri untuk pergi kekediaman Pak Harto, dengan harapan mendapatkanpenjelasan dan jawaban mengenai mengapa dan kenapasemua ini terjadi. Tetapi, kemudian saya mendapatberita bahwa Pak Harto ternyata belum bersediamenerima saya, dan saya dipersilakan langsung sajaberangkat ke Istana Merdeka. Protokol dan ADC Presidenberharap agar pertemuanempat mata dapat dilaksanakan di Istana Merdeka,"kenang Habibie.Didampingi Sintong Panjaitan, Ahmad Watik Pratiknya,Fuadi Rasyid, Jimly Asshiddiqie, dan perangkatpengamanan wakil presiden, sekitar pukul 08.30, iaberangkat ke IstanaMerdeka untuk menghadiri acara pernyataan pengundurandiri Soeharto. Ketika tiba di Istana, ternyata belumada satupun pejabat yang hadir.Habibie dipersilakan duduk di ruang tamu berhadapandengan ruangan yang dikenal sebagai Ruangan Jepara.Beberapa saat kemudian, Ketua Mahkamah Agung SarwataSH, dan para anggota Mahkamah Agung yang lainnyadatang. Tak lama kemudian disusul pimpinan DPR/MPR.Tatkala mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ajudanpresiden mempersilakan Ketua dan para anggota MahkamahAgung masuk ke ruang Jepara. "Saya langsung berdiridan menyampaikan bahwa saya dijanjikan untuk dapatbertemu dengan Presiden Soeharto. Langsung adc(ajudan) presiden kembali ke ruang Jepara dan hanyasekejap kemudian, adc kembali hanya mempersilakanketua bersama para anggota Mahkamah Agung masuk keruang Jepara di mana Pak Harto berada. Saya merasakandiperlakukan tidak wajar dan menahan diri untuk tetapsabar dan tenang. Saya membaca beberapa ayat Alquranyang saya hafal," jelas Habibie.Usai Ketua MA menghadap, ajudan Soeharto mempersilakanpimpinan MPR/DPR masuk ke ruangan Jepara bertemuSoeharto. "Perasaan saya makin penuh dengankekecewaan, ketidakadilan, dan penghinaan sehinggakemudian saya memberanikan diri untuk berdiri danmelangkah ke ruang Jepara ingin bertemu langsungdengan Presiden Soeharto. Namun, baru saja saya beradadi depan pintu ruang Jepara, tiba-tiba pintu terbukadan protokol mengumumkan bahwa Presiden RepublikIndonesia memasuki ruang upacara. Saya tercengangmelihat Pak Harto, melewati saya terus melangkah keruang upacara dan melecehkan keberadaan saya di depansemua yang hadir," jelas Habibie.Dicuekin Soeharto, hati BJ Habibie tambah sedih."Betapa sedih dan perih perasaan saya ketika itu. Sayamelangkah ke ruang upacara mendampingi PresidenSoeharto, manusia yang saya sangat hormati, cintai,dan kagumi yang ternyata menganggap saya seperti tidakada.Saya melangkah sambil memanjatkan doa dan memohon agarAllah SWT memberi kekuatan, kesabaran, dan petunjukuntuk mengambil jalan yang benar," tuturnya. (achmadsubechi)
JAKARTA semakin tegang! Gerakan mahasiswa yangmenekan Soeharto agar lengser dari tahtanya tak bisaterbendung. Begitu juga elit-elit politik lainnya yangterus bergerilya menyusun sebuah kekuatan untukmendorong datangnya perubahan.SEHARI menjelang pengunduruan diri Soeharto, WakilPresiden BJ Habibie meminta ajudannya segeramenghubungi Soeharto. Habibie ingin berbicara denganorang terkuat di negeri ini."Namun, sangat saya sayangkan bahwa Pak Harto ketikaitu tidak berkenan berbicara dengan saya. Ia hanyamenugaskan Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursyiduntuk menyampaikan keputusan bahwa esok harinya pukul10.00 pagi, Pak Harto akan mundur sebagai Presiden.Sesuai UUD '45, Pak Harto menyerahkan kekuasaan dantanggung jawab kepada Wakil Presiden RI di IstanaMerdeka. Pengambilan sumpah Wakil Presiden menjadiPresiden akan dilaksanakan oleh Ketua Mahkamah Agungdi hadapan para Anggota MA," kenang Habibie.Mendengar penjelasan itu BJ Habibie mengaku terkejut.Ia ingin berbicara dengan Soeharto. Ajudan PresidenSoeharto menyanggupi akan mempertemukan Habibie esokpaginya sebelum berangkat ke Istana Presiden.Sejumlah menteri yang telah mengajukan suratpengunduran diri dan ketika itu masih berada dipendopo BJ Habibie, terkejut bukan kepalang. "Semuaterkejut mendengar berita tersebut. Kemudian sayameminta agar para menteri yang hadir, dan juga paraAsisten Wakil Presiden yang berada di ruang sebelahpendopo, untuk memanjatkan doa kehadirat Allah SWT.Saya minta Jimly Asshiddiqie untuk memimpin doa. Istrisaya juga diminta untuk hadir," jelas Habibie.***MALAM itu Habibie sedang memantau perkembangan situasidi republik ini dari balik internet. Tiba-tiba Kol(AL) Djuhana --ajudan Habibie-- melaporkan bahwaPanglima ABRI Jenderal Wiranto mohon waktu untukbertemu. "Saya belum bersedia menerima siapa pun,karenaharus merenungkan keadaan tanah air yang sangatmemprihatinkan dan sudah di ambang pintu revolusi,"tutur Habibie.Ditengah situasi tersebut, tiba-tiba terdengar suaradari ruangan yang gelap. "Pak Habibie, sudah hampirpukul 04.00 pagi dan Bapak belum tidur dan belumberistirahat, sementara acara Bapak sudah mulai pukul07.00 pagi. Mohon Bapak beristirahat sejenak."Ruangannya sangat gelap, karena tidak ada lampu yangmenyala kecuali sinar monitor komputer yang menerangiwajah saya BJ Habibie. "Siapa yang berbicara?""Siap... Kolonel Hasanuddin, ADC Bapak," jawabnyasambil menyinari wajahnya dengan lampu senter."Mengapa Kolonel belum tidur?" "Siap, lagi dinas danmohon Bapak istirahat sejenak,"jawabnya.Baru sekitar pukul 06.45, ADC Kolonel (Udara) IwanSidi masuk ke ruangan dan melaporkan bahwa PangabJenderal Wiranto sudah siap menunggu di ruang tamu.Habibie lalu meminta ajudan agar mempersilakanJenderal Wiranto menuju ke pendopo.Pukul 06.50 sampai 07.25 Jenderal Wiranto melaporkankeadaan di lapangan yang tidak menentu dangerakan-gerakan demo yang terus meningkat. Dalamkesempatan itu Pangab meminta Habibie memberikanpengarahan dan petunjuk. "Petunjuk saya, rakyatdiberikan kebebasan untuk berdemo, tetapi tidakdibenarkan merusak dan atau membakar. Fasilitaspengamanan Pak Harto sekeluarga yang sekarangdiberikan agar tetap berfungsi seperti semula danpelaksana pengamanan bertanggung jawab langsung padaPangab. Saya tidak benarkan presiden menerima perwiratinggi ABRI, termasuk Kepala Staf Angkatan, kecualibersama atau atas permintaan Pangab," pesan Habibie.Jenderal Wiranto juga melaporkan bahwa ia telahmenerima inpres yang ditandatangani oleh PresidenSoeharto untuk bertindak demi keamanan dan stabilitasnegara jikalaukeadaan berkembang menjadi khaos dan tidak terkendali.Inpres ini semacam Supersemar (Surat Perintah SebelasMaret).Bagi Habibie, nama Wiranto sudah tidak asing lagi ditelinganya. Sebab, beberapa tahun sebelumnya Habibiepernah bertemu dengan Wiranto di Masjid Istiqlalketika ia bersamaanggota Kabinet Pembangunan dan Pimpinan LembagaTertinggi Negara, duduk di lantai masjid sambilmenantikan kedatangan presiden dan wakil presidenuntuk melaksanakan shalat Id.Ketika itu seorang pemuda berpakaian kemeja batikdengan sopan menyapa BJ Habibie dari belakang. Pemudaitu sambil berbisik, meminta BJ Habibie agardiperkenankan membantu Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI). "Saya bertanya. Siapa Anda dan dimanaAnda sekarang?" "Saya Wiranto, Pak.""Wiranto siapa?" "Saya Wiranto, dulu ADC Presiden dansekarang ditugaskan sebagai Kepala Staf Pangdam Jayamembantu Pak Hendropriyono. " "Saya lalu menjawab,Insya Allah, iktikad dan niat Anda akan dikabulkanAllah SWT. Pada waktu itu, saya sangat terkesan dengankejadian ini," ungkapnya.Usai mengenang masa lalu, BJ Habibie kemudian bersamaWiranto menyiapkan pernyataan sikap ABRI yang akandibacakan oleh Jenderal Wiranto setelah pengambilansumpah presiden ke-3 RI oleh Ketua Mahkamah Agung diIstana Merdeka selesai."Saya tugaskan Pangab untuk langsung ke IstanaMerdeka, sambil saya mempersiapkan diri untuk pergi kekediaman Pak Harto, dengan harapan mendapatkanpenjelasan dan jawaban mengenai mengapa dan kenapasemua ini terjadi. Tetapi, kemudian saya mendapatberita bahwa Pak Harto ternyata belum bersediamenerima saya, dan saya dipersilakan langsung sajaberangkat ke Istana Merdeka. Protokol dan ADC Presidenberharap agar pertemuanempat mata dapat dilaksanakan di Istana Merdeka,"kenang Habibie.Didampingi Sintong Panjaitan, Ahmad Watik Pratiknya,Fuadi Rasyid, Jimly Asshiddiqie, dan perangkatpengamanan wakil presiden, sekitar pukul 08.30, iaberangkat ke IstanaMerdeka untuk menghadiri acara pernyataan pengundurandiri Soeharto. Ketika tiba di Istana, ternyata belumada satupun pejabat yang hadir.Habibie dipersilakan duduk di ruang tamu berhadapandengan ruangan yang dikenal sebagai Ruangan Jepara.Beberapa saat kemudian, Ketua Mahkamah Agung SarwataSH, dan para anggota Mahkamah Agung yang lainnyadatang. Tak lama kemudian disusul pimpinan DPR/MPR.Tatkala mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ajudanpresiden mempersilakan Ketua dan para anggota MahkamahAgung masuk ke ruang Jepara. "Saya langsung berdiridan menyampaikan bahwa saya dijanjikan untuk dapatbertemu dengan Presiden Soeharto. Langsung adc(ajudan) presiden kembali ke ruang Jepara dan hanyasekejap kemudian, adc kembali hanya mempersilakanketua bersama para anggota Mahkamah Agung masuk keruang Jepara di mana Pak Harto berada. Saya merasakandiperlakukan tidak wajar dan menahan diri untuk tetapsabar dan tenang. Saya membaca beberapa ayat Alquranyang saya hafal," jelas Habibie.Usai Ketua MA menghadap, ajudan Soeharto mempersilakanpimpinan MPR/DPR masuk ke ruangan Jepara bertemuSoeharto. "Perasaan saya makin penuh dengankekecewaan, ketidakadilan, dan penghinaan sehinggakemudian saya memberanikan diri untuk berdiri danmelangkah ke ruang Jepara ingin bertemu langsungdengan Presiden Soeharto. Namun, baru saja saya beradadi depan pintu ruang Jepara, tiba-tiba pintu terbukadan protokol mengumumkan bahwa Presiden RepublikIndonesia memasuki ruang upacara. Saya tercengangmelihat Pak Harto, melewati saya terus melangkah keruang upacara dan melecehkan keberadaan saya di depansemua yang hadir," jelas Habibie.Dicuekin Soeharto, hati BJ Habibie tambah sedih."Betapa sedih dan perih perasaan saya ketika itu. Sayamelangkah ke ruang upacara mendampingi PresidenSoeharto, manusia yang saya sangat hormati, cintai,dan kagumi yang ternyata menganggap saya seperti tidakada.Saya melangkah sambil memanjatkan doa dan memohon agarAllah SWT memberi kekuatan, kesabaran, dan petunjukuntuk mengambil jalan yang benar," tuturnya. (achmadsubechi)
Langganan:
Postingan (Atom)