Jumat, 08 Agustus 2008

Amatae ikut ujian wasit internasional

PENGURUS (PB) Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) memanggil wasit asal Pengda IPSI NTT, Ferdy Amatae untuk mengikuti ujian wasit/juri kelas I internasional di Singapura 1-4 September 2005. Jika lulus dari ujian ini, Ferdy Amatae berhak memimpin pertandingan hingga level olimpiade. Demikian Sekretaris Pengda IPSI NTT, Piet Demon Silli di Kupang, Selasa (23/8).

Menurut Demon, Amatae akan mengikuti ujian bersama empat wasit/juri lainnya dari Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur dan PB IPSI. Dari lima wasit/juri yang dikirim, tambahnya, tiga di antaranya mengikuti ujian dari kelas II Internasional ke kelas I sedangkan dua lainnya dari kelas III ke kelas II.

"Penyelenggara ujian ini organisasi pencaksilat internasional (Persilat). Kita harapkan prestasi Ferdy Amatae bisa menjadi motivasi bagi kemajuan pencaksilat di NTT," ujar Demon Silli.

Demon Silli mengharapkan adanya dukungan dari seluruh masyarakat dan Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT. "Ini akan menjadi aset kita. Ferdy Amatae selama ini sudah berulangkali mewakili Indonesia menjadi wasit/juri di berbagai even internasional," ujarnya.

Ferdy Amatae yang dihubungi secara terpisah mengatakan sukacitanya karena ditunjuk PB IPSI menjadi salah seorang wasit yang mengikuti ujian tingkat internasional. "Saya akan jaga kepercayaan ini dengan berusaha agar bisa lulus. Saya mohon dukungan," ujar Amatae. (eko)

QFC BTN bekuk Sandelwood


TIM asal Kolhua, QFC BTN tampil mengejutkan dengan membekuk tim kuat Sandelwood 2-1 pada pertandingan Grup B turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup I di Stadion Oepoi-Kupang, Selasa (23/8). Dengan kemenangan ini, QFC BTN membuka peluang lolos ke babak perempatinal.

Tim berseragam Merah-Merah itu tampil kompak. Meskipun mendapat tekanan gencar dari lawan, QFC BTN tidak grogi. Mereka bahkan mampu melakukan serangan balik melalui Erick, Meku dan Life.

Sandelwood yang diperkuat pemain kenamaan seperti Bambang Tokan dan Kenny Mau mendominasi jalannya pertandingan babak pertama. Mereka melakukan tekanan bergelombang ke daerah pertahanan BTN. Sayangnya, para pemain asuhan Paul Ngongo Bili tersebut tidak mampu menerobos pertahanan BTN yang dikoordinir Pe’u. Selain gagal menembus pertahanan lawan, banyak salah umpan yang diperagakan Kenny Mau dan kawan-kawan hingga menyulitkan penyelesaian akhir.

Pertandingan yang dipimpin Wasit Herman Willa dibantu asisten wasit Ferdi Takoy dan Albert Kadja berjalan cukup menarik. Kedua tim silih berganti menyerang. Sandelwood yang ingin memetik poin penuh terus berupaya melakukan tekanan beruntun. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat semua peluang terbuang percuma.

Pada menit ke-16, Nyongky mendapat peluang bagus. Nyongky yang mendapat umpan matang dari Ancis Kero gagal menjebol gawang Dody Lisnahan. Tendangan pemain bernomor punggung 12 itu melambung tinggi.

Begitu juga dengan Agus yang melepaskan tendangan first time kaki kiri masih bisa ditepis kiper BTN, Dody Lisnahan yang tampil gemilang. Jika saja Dody tampil buruk, bukan mustahil BTN akan kemasukan dua gol beruntun.

Asyik menyerang, Sandelwood lupa memperhatikan pertahanannya. Kesempatan ini dimanfaatkan QFC melalui sundulan kepala Meku pada menit ke-22. Memanfaatkan tendangan bebas Pe’u, Meku yang berdiri bebas menyambar bola dengan sisi kanan kepalanya untuk menaklukkan kiper Agus Ude. Skor 1-0 untuk QFC BTN.

Memasuki babak kedua, anak-anak Sandelwood yang memainkan formasi 4-4-2 itu berusaha menyamakan kedudukan melalui usaha Agus, Bambang Tokan dan Adrianus Adi. Sedangkan QFC tetap dengan polanya yakni bertahan kemudian mencoba melakukan serangan balik cepat.

Lima menit babak kedua bergulir, QFC BTN menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol kali ini dicetak Metu yang berhasil memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Pe’u dari luar garis enambelas.

Ketinggalan dua gol, Sandelwood tetap menekan lawan. Mereka memainkan umpan langsung ke jantung pertahanan BTN. Namun serangan memakai sistem kick and rush ini tidak berhasil menembus pertahanan pasukan dari kawasan Kolhua.

Baru pada menit ke-51, Sandelwood berhasil memperkecil ketinggalan. Gol Sandelwood dicetak Syarfi yang berhasil memanfaatkan bola liar di mulut gawang Dody. Tendangan keras kaki kanan Syarfi tak mampu dibendung Dody. Sandelwood mencoba untuk menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir namun sejumlah peluang tidak mampu dimanfaatkan dengan baik. Hingga Wasit Herman Willa meniup peluit akhir, skor 2-1 tidak berubah untuk kemenangan QFC BTN. (joy)

Britama vs Mandiri sama kuat

DUA ‘musuh bebuyutan’ PS Britama Kupang dan Mandiri Kupang bermain sama kuat tanpa gol dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Selasa (23/8). Hasil ini membuat kedua tim yang diunggulkan lolos dari dari Grup C ini akan was-was menunggu hasil pertandingan Bahari Namosain melawan Samudera Oesapa, Rabu (24/8) ini.

Sejak kick-off dimulai Wasit Alberth Lisnahan, kedua tim bermain tidak lepas. Duet striker Britama, Maksi Kami dan Hendra Takunama sempat menusuk ke jantung pertahanan Mandiri yang membuat pertahanan berlapis Mandiri yang dikawal Mad Malik dan Lambert Kadju sempat kerepotan.

Tiga menit pertandingan berjalan, Hendra Takunama membuang peluang gol ketika tendangannya terlalu tinggi di atas mistar gawang Jemi Paa. Namun serangan tersebut hanya berlangsung beberapa saat, karena selanjutnya mudah dibaca Mandiri. Mandiri praktis hanya mengandalkan serangan lewat Fanus Patipelohi. Tony Luis yang ingin masuk ke kotak penalti Britama, sering kehilangan bola bahkan kerap terperangkap offside yang dipasang libero Ibrahim Tupong.

Pertandingan yang berlangsung monoton dan tanpa kejutan ini membuat hampir seribu penonton yang memadati tribun stadion sering mencemooh aksi-aksi tidak perlu dari pemain kedua tim. Di tim Britama, mantan playmaker PSKK, Petrus Kellen justru ditempatkan sebagai gelandang kiri, sedangan Odus Piri yanga bertipe gelandang serangan ditempatkan sebagai playmaker. Akibatnya serangan dari sayap kiri mudah dipatahkan Usman Asafah yang sangat sigap.

Serangan yang dibangun lewat Jilet di kanan sebenarnya cukup bagus. Namun, tidak adanya dukungan dari lini kedua membuat umpan-umpan Jilet ke Hendra Ewik Takunama dan Maksi Kami sering tidak efektif karena mudah dihalau Jemi Paa dan Lambert Kadju. (eko)

Penentuan buat Persado

HASIL imbang 1-1 yang diraih Persado Oesao saat melawan Putra Sa-mudera Oeba, Ming-gu (21/8), menuntut tim asal Kabupaten Kupang itu harus memenangkan dua pertandingan beri-kutnya. Paling tidak melawan BNI 46 pada pertandingan kedua, Rabu (24/8), adalah penentuan lolos tidaknya Persado ke perempatfinal.

Melihat penampilan Persado pada pertandingan pertamaa, boleh dibilang timnya ini berpeluang untuk menaklukkan BNI 46. Apalagi sang pelatih, Ferdy Lape, mengaku kalau anak-anaknya masih demam lapangan saat mela-wan Putra Samudera sehingga tidak ber-main lepas. Artinya, kalau saat duel melawan BNI 46, Vincent, Niko, Jumardy dan Zenato sudah menemukan kepercayaan diri, maka tekad untuk menampilkan permainan indah mematikan akan terwujud.

Namun sabar dulu. Anak-anak asuhan Boby Batu Godo dan Jefry Lomi yang akan memain-kan pertandingan perdananya sudah menonton pola permainan Persado. "Kami tidak memasang target yang muluk-muluk mengingat baru kali ini tim kami mengikuti even di luar olahraga perbankan," ujar Manajer BNI, Jefry Lomi

Meski tidak memasang target, namun Jefry Lomi yakin dengan dukungan pemain muda berbakat yang dipadukan dengan pemain senior seperti Jack Making, James Pah, Sem Long, Pico da Costa dan lainnya mereka bisa berbuat sesuatu. "Untuk menghadapi Persado Oesao yang tentu lebih diunggulkan, kami sudah menyiap-kan strategi khusus untuk meredam laju serangan striker-striker Persado dengan pemain-pemain pilar terbaik," tambah Batu Godo.

Boby tentu sudah menyiapkan strategi bagi Sem Long dkk untuk mematikan skuad muda Persado. Turun tanpa pemain bintang, BNI 46 yang akan mengandalkan Willy Dombu, Tono Ridon, Romly dan Esron Aome akan bermain lepas.

Dalam pertandingan lainnya sore ini, akan berhadapan dua tim pesisir, Bahari Namosain dan Samudera Oesapa. Bahari yang akan mengandalkan pemain senior Mujibu Rahman dan Den Soge sudah sering mengikuti berbagai turnamen di Kota Kupang. Bahkan anak-anak Bahari sudah sering memperkuat PSK Kupang.

Kekuatan mereka akan diim-bangi kekompakan anak-anak Oesapa. Herman Henuk dan Linus Finit sudah tahu bagai-mana menjadikan Abia Fudikoa, Rudi, Musa Luluporo, Kanis Ta-neo, Mad, Ilham, Jacky dan Hendro Kolloh menjadi kuda hi-tam bagi tim-tim unggulan. (eko)

10 Hadiah disabet penonton

HINGGA hari ketiga invitasi sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup I, Selasa (23/8) petang, sebanyak sepuluh paket hadiah telah dibawa pulang para penonton. Paket hadiah yang disediakan para sponsor seperti Kratingdaeng, Kino Sweet, Pos Kupang, Dji Sam Soe dan lainnya cukup beragam mulai dari payung, asbak rokok, kipas angin, buku, novel, mangkuk, termos air dan sebagainya.

Beberapa penonton yang berhasil mendapatkan hadiah bisa disebut, antara lain Musa Langkameng, Domi, Willy Dambu, Yudi Bethan, John Syukur, Fandy, Andre, John dan Edu.

Lalu apa komentar mereka tentang penyelenggaraan turnaman bola yang memanjakan penonton dengan door prize? John, salah seorang pemenang door prize mengakui bahwa ini merupakan terobosan baru dalam turnamen sepakbola di Kota Kupang. "Saya sangat senang dapat hadiah. Saya harapkan ke depan turnamen ini bisa dikemas lebih menarik lagi," ujarnya di Stadion Oepoi-Kupang, Selasa (23/8).

Lain lagi dengan Andre da Costa. Suporter PS Britama ini mengucapkan terima kasih karena beruntung mendapatkan hadiah. "Saya sebenarnya hanya mau mendukung tim saya. Namun, kalau ada hadiah saya ucapkan terima kasih," ujar Andre da Costa kepada Abdul Muis dari Mitra Sportindo yang memandu acara kuis dan game bagi penonton Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup I.

Hari ini, besok dan lusa hingga tanggal 8 September 2005, ratusan hadiah masih mungkin disabet penonton. Tiket pesawat Merpati dengan rute dipilih sendiri, pesawat televisi, handphone, kaus, kipas angin dan lainnya masih akan menjadi milik penonton. Ayo, siapa lagi yang mau ketiban rezeki? Datanglah ke Stadion Oepoi Kupang. Dukung tim kesayangan Anda dan so pasti pulang dengan hadiah. Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup memang beda! (eko)

Adonara jumpa Britama Kupang


BON Kota Adonara memastikan satu tiket babak perempatfinal setelah menang 3-1 atas Juku Eja dalam pertandingan terakhir grup di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (26/7). Di perempatfinal, Bon Adonara langsung berjumpa tim kandidat juara, PS Britama Kupang, Jumat (28/7).

Adonara lolos dengan status runner-up Grup C setelah mengantongi lima poin atau unggul satu poin dari Persado Oesao (4 poin). Juara Grup C direbut juara bertahan, PS Mandiri dengan tujuh poin dan akan bertemu runner-up Grup A, AS Roma di perempatfinal.

Pertandingan antara Bon Adonara melawan Juku Eja berlangsung menarik. Adonara didukung ribuan suporternya yang memadati tribun stadion. Teriakan, yel-yel dan nyanyian terdengar sepanjang pertandingan. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap suhu permainan di dalam lapangan.

Janji Juku Eja bahwa akan tampil total dalam pertandingan ini, benar-benar mereka buktikan. Tanpa beban, mereka berani bermain terbuka dengan bola-bola pendek yang akurat. Tidak dimainkannya Mad Ivan dan Kaharudin Koken Ali membuat lini tengah menjadi milik Juku Eja. Serangan beruntun Juku Eja memaksa Alfons yang menjadi palang pintu terakhir Bon Adonara harus bekerja ekstra.

Seolah sadar kalau dia melakukan spekulasi skuad inti yang keliru, Pelatih Bon Adonara, Asril Laba menarik Lubis dan Muklas untuk memasukkan Ivan dan Koken. Hendro Atamuan yang kali ini bertandem dengan Ali di depan lebih menggigit menekam jantung pertahanan Juku Eja. Dan, gol pertamaberhasil dicetak Syukur. Ali yang menerima umpan dari belakang sukses melewati hadangan lini belakang Juku Eja, namun saat memasuki kotak penalti, Ali dijegal bek Juku Eja, Herman. Wasit Alberth Lisnahan langsung menunjuk titik penalti, dan Syukur yang menjadi algojo menaklukkan Rudy.

Stadion Oepoi bagai hendak runtuh. Teriakan histeris dari ribuan suporter Adonara bergemuruh. Para pemain dan ofisial saling berpelukan merayakan gol Syukur. Namun, keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Berawal dari tendangan pojok, terjadi kemelut di mulut gawang Adonara. Bola liar yang jatuh dekat Devid berhasil ditendangnya ke gawang yang sudah ditinggalkan Saka Geroda. Stadion Oepoi bungkam. Suporter Adonara memandang tak percaya. Anak-anak Juku Eja pun meryakannya bersama suporternya yang mulai menaruh asa.

Tetapi perjuangan menuju sebuah kemenangan belum berakhir. Menit ke-29 Iwan Kona yang muncul dari lini kedua berhasil menaklukkan Rudy. Kedudukan 2-0 untuk Adonara. Hasil ini membuat suhu pertandingan makin meninggi. Juku Eja yang dikoordinir Abbas Bustam terus menekan. Namun mereka rupanya tak punya kemampuan untuk mencetak lebih dari satu gol. Adonara justru berhasil mencetak gol ketiga melalui pemain pengganti, Ferry Langkamau. Keunggulan 3-0 untuk Bon Kota bertahan hingga pertandingan berakhir. (eko)

Tunas Muda ke perempatfinal

TIM Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda lolos ke perempatfinal setelah menang 4-1 atas BNI 46 Kupang pada pertandingan akhir penyisihan Grup D di Stadion Oepoi-Kupang, Rabu (26/7). Gol Tunas Muda dicetak Pinto menit ke-2, Pinto Fernandez (17) dan Maksi Kami (36 dan 50). Satu- satunya gol BNI 46 dipersembahkan Thomas Paja.

SSB Tunas Muda lolos ke perempatfinal dengan koleksi poin enam. Poin ini sama dengan Bahari Namosain, namun Tunas Muda unggul selisih gol. Satu tempat diperempatfinal akan diperebutkan Bahari dan Sandel Wood sore ini, Kamis (27/7). Bila Bahari menang atau seri melawan Sandel Wood maka Tunas Muda akan menjadi runner-up Grup D. Namun, bila Sandel Wood mengalahkan Bahari maka Tunas Muda akan menjadi juara grup. Sementara tim runner-up akan ditentukan hasil perhitungan selisih gol antara Bahari dan Sandel Wood. Bahari untuk sementara memiliki koleksi gol yang lebih baik, sehingga untuk lolos Sandel Wood minimal menang empat gol tanpa balas.

Pertandingan antara Tunas Muda melawan BNI 46 berlangsung lamban. BNI 46 yang sudah tidak memiliki peluang untuk lolos menurunkan pemain lapis keduanya. Hal ini membuat Tunas Muda langsung mencetak gol pertama ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Tendangan pemain belakang Tunas Muda, Pinto, seharusnya bisa ditangkap kiper BNI 46, Alfred Djami. Namun tangkapan Alfred tidak sempurna, sehingga bola lolos dari celah kakinya.

Gol yang menyejutkan itu tidak menciutkan nyali anak-anak BNI 46. Thomas Paja yang menjadi motor tim tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Pelatih BNI 46, Boby memasukkan tiga pemain yakni Adi, Agus dan Zulham menggantikan Gery, Noh dan Marten. Namun, Boby terlambat karena Pinto Fernandez yang lolos dari sektor kanan pertahanannya membuat SSB Tunas Muda unggul 2-0 sebelum turun minum.

Babak kedua baru berjalan satu menit Maksi Kami kembali menjebol gawang Alfred Djami. Masuknya Andy untuk memperkuat lini tengah BNI 46 pun tidak banyak membantu. Maksi Kami justru menambah koleksi gol SSB Tunas Muda menjadi empat pada menit ke-50. Gol ini bertahan hingga pertandingan berakhir. (eko)

Awas kejutan Adonara

SEMUA mata kini tertuju pada Bond Adonara. Jauh-jauh datang dari Flores Timur, mereka tentu memiliki tekad dan persiapan yang matang. Tak ada yang menyangkalinya kalau tim ini pantas masuk dalam daftar unggulan juara. Duel pertamanya melawan juara bertahan, Mandiri FC merupakan salah satu partai big match di Grup C.

Tidak banyak yang tahu kekuatan tersembunyi Bond Adonara. Materi pemainnya cukup komplet di semua lini. Pelatih Aba Atta sudah tahu apa yang dilakukannya untuk menghadapi juara tahun lalu, Mandiri FC petang ini di Stadion Oepoi-Kupang. Walau sangat diperhitungkan, Aba Atta tidak sesumbar. "Kami tahu bahwa lawan yang dihadapi berat, tetapi kami sudah siap. Kami datang dari Adonara dengan target untuk mencapai apa yang sebenarnya menjadi tujuan bermain sepakbola," ujar Aba Atta.

Aba Atta terkesan malu-malu melontarkan target kemenangan atas juara bertahan. Dia tidak mau menyebut apa tujuan sepakbola yang dimaksud. "Strategi sudah kami susun dan semua pemain sudah siap menjalankan pola yang akan dimainkan nanti," ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/7).

Aba Atta tidak ragu dengan kemampuan Hen Atamuan, Ferry Langkamau, Mad Ivan, Khaerudin Ali, Alfons, Zaka dan kawan-kawan. Dia sangat dekat dengan anak asuhannya yang disebut-sebut sebagai tim bayangan Perseftim Flores Timur, sehingga keyakinan yang dilontarkannya bisa menjadi bukti sore ini.

Bagaimana dengan Mandiri? Pius Pake yang kali ini dipercaya Manajer Frangky Amalo sebagai pelatih pasti akan berusaha mempertahankan gengsi sebagai juara bertahan. Dengan sejumlah pemain yang sudah hengkang ke klub lain, Pius Pake dituntut bekerja keras untuk meramu tim baru yang kompak dan solid. Bersama asistennya, Lukman Hakim, pola 4-4-2 kiranya menjadi salah satu senjata untuk meredam Bond Adonara.

Zulkifly Umar yang kemungkinan bertandem Cristian Mozad di depan akan didukung Pieter Fomeni, Mad Malik, Ima Blegur dan Lambert Kadju yang sesekali akan muncul dari lini kedua. Kekuatan ini yang harus diwaspadai lini belakang Bond Adonara. Pasalnya, kalau Alfons dan Mad Ivan terlena dalam mengawal Zulkifly Umar, Pieter Fomeni bisa muncul dari lini kedua untuk mencetak gol sama baiknya dengan seorang striker.

Masalahnya adalah dua sayap Mandiri masih lemah. Kalau Pius Pake tidak cepat menemukan pemain yang cocok di lini ini, maka pilar belakang Adonara akan lebih berkonsentrasi untuk mematikan Zulkifly dan Pieter. Kalau ini terjadi, maka para pemain Adonara akan bebas melayani Hen Atamuan untuk menjebol gawang Mandiri yang dikawal bekas rekannya di Perseftim, Ronald Muchtar.

Duel petang ini akan menjadi ujian awal bagi kedua tim. Mandiri sebagai juara bertahan harus menjaga martabatnya sebagai sang jawara. Bagi Bond Adonara, dukungan masyarakat Flores Timur di Kupang yang sangat besar akan menjadi kekuatan bagi mereka untuk memberikan kejutan. Kalau Adonara tidak demam lapangan dan bisa beradaptasi, maka pertandingan ini bakal berlangsung menarik. Artinya, Mandiri FC harus mewaspadai kejutan itu. (eko)


Tangan dingin pelatih

SEMASA menjadi pemain, Mathias Bisinglasi sangat disegani baik saat berposisi sebagai striker maupun playmaker. Pensiun sebagai pemain, Mathias Bi-singlasi kembali dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Mathias Bisinglasi dikenal piawai meramu skuad dengan materi pas-pasan menjadi tim yang menakutkan. Dia juga sangat ahli membaca permainan. Strategi yang dipasangnya dan kapan saatnya mengganti seorang pemain selalu tepat dan penuh perhitungan. Tak salah kalau klub Britama SoE melamarnya menjadi pelatih.

Mengawali debutnya di Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006, Britama SoE akan bertemu Rasta FC. Diung-gulkan memenangkan pertandingan ini, Mathias Bi-singlasi tidak ingin mengomentarinya lebih jauh. "Kami hanya ingin bermain dengan baik. Skuad yang akan kami turunkan lebih banyak pemain muda. Kami memang berusaha untuk terus melakukan regenerasi. Meski masih muda, tapi saya yakin mereka akan bermain dengan baik," ujar Mathias Bisinglasi.

Rasta sebenarnya klub lama di Kota Kupang. Minimnya kompetisi membuat klub yang melahirkan pemain-pemain besar seperti Primus Sivelmus, Deny Bengu, Memy Tomboi, Napoleon Amtiran dan lainnya kini tengah berusaha untuk kembali bangkit. Para pemainnya baru mulai dikumpulkan, kini mereka telah siap berkompetisi.

Melawan Britama SoE yang akan diperkuat beberapa pemain ternama seperti Juneidi Bana, Apris Misa, Muhamad Hendra, Imam Santoso, Eman Soi, Yoris, Yakobus Piri dan Leonard Bisilisin, Rasta tidak boleh lengah. Pressing ketat sepanjang 2x35 menit harus dilakukan secara konsisten. Di sini stamina prima sangat penting untuk diperhatikan. Duel ini sangat penting bagi kedua tim untuk meraih poin penuh. Hasil imbang 1-1 yang diperoleh QFC BTN dan Pertamina FC membuat peluang semua tim relatif sama. Artinya, Rasta ataupun Britama SoE yang memenangkan pertandingan ini, peluangnya untuk lolos ke perempatifnal sangat terbuka. (eko)


QFC dan Pertamina imbang

RUNNER-up Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005, QFC BTN Kolhua- Kupang hanya bermain imbang 1-1 dengan tim debutan Pertamina FC dalam pertandingan pertama Grup B di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (16/7) petang. Gawang Pertamina lebih dulu jebol oleh gol bunuh diri dari kaptennya Lucio Viera tapi disamakan lewat gol pemain pengganti Pertamina, Man Api.

Pertandingan antara QFC melawan Pertamina berlangsung menarik. QFC yang masih mengandalkan skuad lamanya tampil menekan sejak pertandingan yang dipimpin Yaya Huru dibantu Ferdy Takoy dan Fanus Bria dimulai. Mengandalkan Vicky dan Hendrik, QFC menguasai jalannya pertandingan pada 15 menit pertama. Permainan bola dengan satu dua sentuhan serta penguasaan daerah yang cukup baik membuat irama permainan berlangsung menarik.

Namun, duet lini belakang Pertamina, Roni dan Lucio cukup kompak dalam menghalau serangan QFC. Serangan beruntun QFC akhirnya membuahkan hasil pada imenit ke-17. Saat ditekan, Lucio bermaksud mengontrol bola liar hasil tendangan permain QFC, Eky. Namun bola melenceng menuju gawangnya sendiri. Kiper Pertamina, Ade yang sudah terlanjur maju tidak bisa menjangkau bola yang terlalu tinggi dan menjebol pojok kiri gawangnya.

Meski ketinggalan satu gol, semangat tempur anak-anak Pertamina asuhan Santos ini patut diacungi jempol. Berhadapan dengan permianan QFC yang keras dan tak kenal kompromi, mereka memainkan bola-bola pendek yang cukup efektif. Meski demikian, Tony Louis dan Americo Frietes tidak mudah menembus area penalti Pertamina. Dengan tenang, libero Pertamina, Pe’u selalu berhasil meredam tusukan Tony dan Americo yang lebih banyak mengandalkan kecepatan larinya.

Masuknya beberapa pemain pengganti di babak kedua membuat perubahan pada daya serang Pertamina. Man Api dan Antonio menghidupkan seransgan Pertamina. Meski penampilan kiper QFC BTN, Dody Lisnahan cukup bagus dalam menahan serbuan Pertamina, namun di menit ke-43, Dody akhirnya takluk juga. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Man Api yang mendapat bola liar hasil tendangan bebas dari sayap kiri berhasil menjebol gawang QFC.

Hasil imbang 1-1 membuat jalannya permainan berlangsung menarik. Masuknya Dalman dan Charles Lisnahan menambah tekanan QFC BTN. Sebaliknya, Pertamina juga memiliki beberapa peluang melalui dua tendangan jauh Man Api, namun masih bisa diamankan Dody. Hingga pertandingan berakhir kedua tim tetap bermain imbang 1-1.

Dalam pertandingan kedua di Grup B, QFC BTN akan bertemu Rasta FC sedangkan Pertamina berhadapan dengan Britama SoE. Rasta dan Britama SoE akan saling berhadapan, Senin (17/7) petang di Stadion Oepoi-Kupang. (eko)



Motang Rua takluk

KLUB Motang Rua langsung takluk 0-1 atas Putra Samudera (Pusam) dalam pertandingan pertama Grup A di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (16/7). Gol tunggal Pusam dicetak Jefry Dethan menit ke-45.

Dengan koleksi tiga poin, Putra Samudera berada diposisi kedua klasemen sementara Grup A di bawah Britama Kupang yang unggul selisih gol. Sementara Motang Rua berada di posisi ketiga atau hanya unggul selisih satu kemasukan dari AS Roma. Dengan hasil ini maka Motang Rua harus memenangkan pertandingan keduanya melawan AS Roma. Ini tentu sangat berat karena AS Roma yang berada di posisi buntut klasemen sementara tentu ingin memetik poin guna membuka peluangnya ke babak delapan besar.

Pertandingan antara Motang Rua melawan Pusam dalam waktu 2x35 menit itu berlangsung dalam tempo sedang. Motang Rua yang mengandalkan Hyero sebagai ujung tombak bermain cukup baik dan mampu menekan pertahanan Pusam yang dikawal dua mantan pemain KFC Tarus, Yusuf Namok dan Yeri Lefi. Meski demikian, mereka kesulitan untuk mencetak gol.

Di babak pertama, Hyero memiliki tiga peluang emas dan Atus memperoleh empat peluang. Sayang semua peluang yang bagus itu gagal menjadi gol. Padahal penampilan kiper Pusam, Maxi Boboy sering menimbulkan kemelut. Namun di saat gawang Pusam kosong, eksekusi dari Hyero ataupun Atus selalu melenceng jauh dari gawang.

Sebaliknya, pemain-pemain Pusam terlihat lebih banyak mengandalkan duet strikernya, Jefry Dethan dan Dedy Dethan untuk melakukan tekanan melalui serangan balik. Beberapa kali umpan dari Erick Seran membuat Dedy dan Jefry berhasil masuk ke jantung pertahanan Motang Rua, namun masih dapat diamankan Beny. Hingga turun minum skor tetap imbang 0-0.

Malapetaka menimpa Motang Rua pada awal babak kedua ketika mereka harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima pemainnya, Vincentius. Vincentius dikeluarkan wasit Alberth Lisnahan karena menyikut pemain Pusam, Charles Giri. Keluarnya Vincentius cukup berpengaruh pada lini tengah Motang Rua. Atus mulai sedikit mundur untuk membantu Erlan mengatur irama permainan dari lini tengah.

Dengan kekuatan sepuluh orang, serangan Motang Rua tidak efektif apalagi Pusam bermain lebih baik pada babak kedua. Dalam suatu serangan balik cepat, Pusam berhasil mencetak gol ke gawang Motang Rua pada menit ke-45. Berawal dari serangan yang dibangun melalui Charles, Dedy yang mendapat bola di luar garis enambelas berhasil melewati hadangan Vian dan Gusti. Dedy yang dihadang Beny mengirim umpan kepada Jefry yang dengan tendangan kerasnya berhasil menaklukkan kiper Beny.

Ketinggalan satu gol, pelatih Motang Rua, Ferry Cangkung melakukan sejumlah pergantian. Hal yang sama juga dilakukan Pusam. Tekanan-tekanan Pusam semakin bertenaga. Sebaliknya, Motang Rua terlihat bermain tidak tenang dan sering melakukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu. Hingga wasit Alberth Lisnahan dibantu Ferdy Takoy dan Yaya Huru mengakhiri pertandingan tidak ada gol tambahan yang tercipta. (eko)

Adonara imbangi Mandiri

DUKUNGAN penonton belum cukup memberikan kekuatan kepada tim debutan asal Flores Timur, Bon Kota Adonara untuk meraih kemenangan. Bon Adonara hanya bermain imbang tanpa gol dengan juara bertahan Mandiri FC dalam pertandingan Grup C di Stadion Oepoi-Kupang, Senin (17/7/2006).

Pertandingan kedua tim berlangsung cepat, menarik dan enak ditonton. Kualitas mereka berimbang menghadirkan irama pertandingan berlangsung ketat. Lebih dari 3.000 penonton yang memadati tribun Stadion Oepoi terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan yang dipimpin Wasit Herman Willa dibantu Alberth Lisnahan dan Ferdinand Takoy itu. Beberapa pendukung fanatik Bon Ado-nara malah membentangkan dua spanduk raksasa di tribun utama yang berisi dukungan terhadap tim kesayangannya.

Menurunkan skuad terbaik-nya, Mandiri berusaha menekan lewat duet striker, Zulkifly Umar dan Cristian Mozad. Me-manfaatkan umpan dari Pieter dan Dayat, Zulkifly dan Mozad beberapa kali berhasil mengan-cam pertahanan Bon Adonara yang dikoordinir Hen Atamuan dan Alfons Langga. Namun aksi sapu bersih yang diterapkan Hen dan Alfons menggagalkan serangan Zulkifly dan Mozad.

Apes menimpa Mandiri ketika pada pertengahan babak perta-ma, playmaker andalannya, Pieter Fomeni harus dipapah ke luar lapangan karena cedera. Saat berebutan bola dengan pemain Adonara, Mad Mahing, Pieter terjatuh yang membuat sendi pada sikunya cedera se-hingga ia tidak bisa melanjutkan permainan.

Duet pelatih Mandiri, Pius Pake dan Lukman Hakim me-masukkan Mad Malik meng-gantikan Pieter. Mad Malik menggantikan peran Pieter, namun lini tengah masih lebih dikuasai kuartet Adonara, Tau-fiq, Mad Ivan, Ferry Langkamau dan Irwan. Mereka bermain sangat kompak.

Seperti babak pertama, Bon Adonara tak henti-hentinya menyerang dengan memanfaat-kan kelincahan dua pemain sa-yap. Sayang duet striker, Much-lis dan Ali kesulitan melewati hadangan Ima Blegur dan Lam-bert Kadju yang sangat disiplin menjaga daerahnya. Selain itu, penampilan gemilang kiper Mandiri, Ronald Muchtar menyulitkan serangan Adonara.

Di paruh babak kedua, Zul-kifly Umar memiliki dua pe-luang emas, namun upayanya digagalkan Hen Atamuan. Se-mentara satu peluang matang juga diperoleh Adonara lewat Ferry Langkamu. Melakukan solo run dari sayap kanan, ge-landang Perseftim Flores Timur ini melepas tendangan datar yang keras dan terarah. Kiper Ronald sudah mati langkah, namun tendangan Ferry hanya membentur mistar gawang.

Pelatih Adonara, Asryl yang memasukkan mantan pemain pra PON NTT, Khaerudin Ali, berhasil menambah tekanan Bon Adonara. Namun usaha-usaha mereka selalu gagal membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir. (eko)



Britama SoE tekuk Rasta

PEMAIN belakang PS Britama SoE, Leonard Bisilisin mencetak gol tunggal kemenangan timnya atas Rasta FC dalam pertandingan Grup B turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006 di Stadion Oepoi-Kupang, Senin (17/7). Britama SoE untuk sementara memimpin klasemen Grup B dengan tiga poin.

QFC BTN dan Pertamina yang bermain imbang 1-1 pada pertandingan, Minggu (16/7), berada di posisi kedua dan ketiga. Sedangkan Rasta FC di posisi juru kunci tanpa poin. Britama SoE hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke babak perempatfinal.

Pertandingan antara Rasta melawan Britama SoE yang dipimpin wasit Stefanus Bria dibantu Yaya Huru dan Alberth Lisnahan berlangsung dalam tempo sedang. Angin yang bertiup kencang di stadion membuat para pemain kesulitan mengarahkan bola sesuai keinginan mereka.

Sadar akan kenyataan itu, Pelatih Rasta, Ferry Gago meminta pemainnya untuk memainkan bola-bola pendek dengan mengandalkan Hengky Patiwel sebagai pengatur serangan. Hengky menjalankan tugasnya dengan baik. Meski harus bekerja sendirian, Hengky berhasil meredam Muhamad Hendra dan Odus Piri. Namun usaha Hengky tidak didukung secara memadai oleh rekan-rekannya.

Deny Benggu yang ditempatkan sebagai striker tunggal tidak bisa berbuat banyak. Penampilan mantan libero PSN Ngada, Eman Soi yang mengkoordinir lini belakang Britama SoE sangat solid. Eman berkali-kali sukses membendung gerak maju Deny dan Lorens Pati Lay. Lorens beberapa kali sempat melepaskan tendangan dari luar garis 16, namun masih bisa diamankan kiper Britama SoE, Imam Santoso.

Britama SoE bermain cukup tenang. Muhamad Hendra dan Odus Piri beberapa kali mengirim umpan terukur kepada Dedy Taniu yang diduetkan dengan Apris Missa. Namun, perangkap offside yang dipasang lini belakang Rasta kali berhasil menaklukkan Apris dan Dedy.

Menjelang menit ke-20, Britama SoE mulai mengusai jalannya permainan. Didukung Leonard Bisilisin dan Mance yang muncul dari lini kedua, anak-anak asuhan Mathias Bisinglasi terus mengancam pertahanan Rasta. Namun, gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta satu menit menjelang turun minum. Berawal dari tendangan sudut yang dilakukan Odus, bola sebenarnya berhasil dihalau lini belakang Rasta. Namun, Leonard Bisilisin yang muncul dari lini kedua melepaskan tendangan menyusur tanah dan bola menjebol gawang Toby.

Di babak kedua, sejumlah pergantian dilakukan Rasta untuk meningkatkant ekanan ke jantung pertahanan Britama SoE. Namun, usaha yang dilakukan Deny maupun Lorens selalu berhasil diamankan Imam Santoso. Britama sebenarnya bisa menambah golnya kalau saja Alo Boro dan Mance sedikit tenang untuk mengirim umpan kepada Dedy dan Apris. Nales juga memiliki satu peluang di pertengahan babak kedua, namun tendangannya masih melenceng. Hingga pluit panjang dibunyikan Stefanus Bria, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Meski menang, pelatih Britama SoE, Mathias Bisinglasi mengaku timnya masih butuh banyak pembenahan. Menurutnya, para pemain Britama kalah pengalaman dan sering melakukan kesalahan yang tidak perlu. "Anak-anak masih kalah pengalaman. Mereka memiliki skill yang bagus namun tidak didukung mental bertanding yang bagus.Mudah-mudahan dipertandingan berikutnya, mereka bisa tampil lebih baik," ujarnya.

Sementara pemain Rasta FC, Deny Benggu, mengatakan Britama SoE lebih kompak dan pantas menang. Deny yang kecewa karena timnya menguasai pertandingan namun gagal mencetak gol. Ia berjanji untuk bermain lebih baik dalam dua pertandingan berikutnya di Grup B. (eko)

Juku Eja incar poin penuh

JUKU Eja mengincar poin penuh dalam pertandingan perdananya melawan klub asal Kabupaten Kupang, Persado Oesao di Stadion Oepoi-Kupang, Selasa (18/7) petang. Target itu disampaikan kapten kesebelasan Juku Eja, Abbas Bustan saat ditemui, Senin (17/7). "Kami sudah siap untuk pertandingan pertama ini," ujar Abbas.

Abbas menyadari Persado merupakan lawan yang berat. Persado adalah tim yang kompak dan sudah berpengalaman mengikuti turnamen. Namun, hal itu bukan alasan bagi Abbas dkk untuk mengalah begitu saja. Apalagi mereka mengenal sejumlah pemain Persado Oesao. Ramadhan, Jumardi, Mansyur, Juneidi beberapa waktu lalu bergabung dengan Ilham, Hendram, Herman dan Rudi dalam tim remaja masjid Nur Hidayah Oesapa yang keluar sebagai runner-up turnamen sepakbola Nurul Mubien 2006 di Namosain-Kupang.

Meski tidak mematok target yang muluk-muluk, Pelatih Persado, Ferdy Lape berjanji menampilkan permainan bermutu melawan Juku Eja. Kehadiran para suporter dari Oesao akan memotivasi tim asuhan Ferdy untuk tampil maksimal dalam laga perdananya di Grup C. Ia tidak mau anak-anak asuhannya mengecewakan para pendukung setia klub ini.

Faktor penonton memang akan sangat berperan dalam pertandingan ini. Jangan dikira hanya Persado Oesao yang memiliki penonton fanatik. Juku Eja yang didukung penuh Himpunan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (HKSS) di Kupang ini memiliki suporter tradisional yang pasti. Artinya, dukungan suporter kedua tim membuat pertandingan sore nanti akan berlangsung menarik.

Hasil imbang tanpa gol yang diraih Mandiri FC dan Bon Kota Adonara dalam pertandingan, Senin (17/7), turut mempengaruhi jalannya permainan petang ini. Persado Oesao dan Juku Eja mengharapkan kemenangan agar posisinya aman saat melawan Mandiri dan Adonara. Sukses sore ini merupakan modal besar untuk pertandingan berikutnya.

Melihat materi pemain yang dimiliki, Persado Oesao pantas diunggulkan. Persado yang sebagian besar pemainnya adalah skuad PSK Kabupaten Kupang ini diposisikan sebagai unggulan dalam partai ini. Juneidi, Ramadhan, Mansyur, Jumardi, Dino, Niko dan lainnya sudah sering bermain di berbagai even. Kombinasi pemain muda yang akan diturunkan Ferdy Lape dan Helmit Markus menjanjikan permainan berkualitas.

Namun, jangan harap mereka bisa menang mudah melawan Juku Eja. Tekad Abbas meraih kemenangan harus diwaspadai Persado. Juku Eja akan bermain indah dengan pola satu dua sentuhan. Yang menjadi masalah adalah lini belakang Juku Eja yang belum begitu padu, sehingga mereka harus mewaspadai kecepatan Niko dan keberanian Dino dalam bertarung di jantung pertahanan. (eko)

Perubahan kekuatan

SANDEL Wood lolos hingga babak semifinal turnamen Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005 sebelum ditaklukkan QFC BTN. Mengawali pertandingan perdananya tahun ini, Sandel Wood langsung bertemu dengan kesebelasan BNI 46 Kupang yang tahun lalu lolos hingga perempatfinal.

Sandel Wood memang agak goncang dengan hengkangnya beberapa pemainnya seperti Yudi Praing dan Keny Mau ke klub lain. Namun, masuknya Peter Ufi, Roy Ufi dan Hengky Lakinan membuat kekuatan Sandel Wood hampir pasti akan lebih baik. Bambang Tokan, Ancis Keraf, Jimi Fallo dan Adrianus Adi tidak perlu cemas untuk meraih prestasi lebih tinggi tahun lalu.

Di kubu Taplus BNI, Jefry Lomi dan Boby Bathu Godho sepertinya sadar kalau persaingan kali ini lebih berat. Hal itulah yang membuat mereka melamar Zulham Aklis, Novrianus Jama, Jance Pah, Dominggus Lapaibel, Adi Balun dan Daniel Poy untuk bergabung. Perubahan kekuatan kedua tim menjanjikan permainan yang menarik ditonton.

Pelatih Sandel Wood, Paul Ngongo Billi mengakui timnya masih butuh waktu untuk kembali solid. Namun, Paul yang dikenal sangat pintar membaca permainan lawan ini tentu sudah menyiapkan strategi untuk tim yang menurutnya ‘pas-pasan’ saja. Dan, kalau dia berhasil, maka jangan harap BNI 46 akan bermain dengan bebas.

Masuknya mantan pemain pra PON NTT, Zulham Aklis dan Adi Balun membuat lini tengah BNI akan makin solid. Tapi jika Boby tidak mendapatkan seorang striker yang sepadan untuk mendukung Sem Long, maka sulit bagi mereka melewati hadangan Oscar yang akan didukung Hengky Lakinan. Semangat juang BNI jangan sampai patah jika kesulitan dalam mencetak gol.

Satu keunggulan yang harus dimanfaatkan BNI adalah tendangan bola mati dan berani melepas tembakan dari luar garis 16. Lini belakang BNI pun tidak boleh terlena. Bambang Tokan, Adi, Jilo dan Adi Misa sangat pandai mencari celah dari lini kedua kalau duet Ancis Keraf dan Marsi Ambotang kesulitan mencetak gol. (eko)

Adonara ingin menang


BERITA UTAMA Sabtu: 22 Jul 2006 19:50


KEMENANGAN yang diraih PS Mandiri atas Juku Eja, Jumat (21/7/2006), membuat persaingan di grup C makin panas. Tak heran kalau pertandingan antara Bon Kota Adonara melawan Persado Oesao sore ini, Sabtu (22/7) di Stadion Oepoi bakal menarik. Target kemenangan adalah harga mati bagi kedua tim kalau masih ingin bertahan.

Bon Kota Adonara tidak bisa berhitung untung atau rugi dalam pertandingan ini. Satu poin yang dikantongi bisa membuat Hen Atamuan dkk tersingkir kalau gagal menaklukkan Persado Oesao. Persado Oesao pun demikian. Tiga poin yang dimilikinya bukan berarti mereka sudah aman, sehingga akan bermain aman melawan Adonara. Persado akan bertemu PS Mandiri yang juga mengincar kemenangan di pertandingan terakhirnya di grup C.

"Kami targetkan kemenangan dalam pertandingan ini agar bisa lolos ke delapan besar. Kami akan menurunkan semua pemain terbaik yang ada, dan mereka sudah siap melawan Oesao," ujar pelatih Bon Kota, Asril.

Kalau tekad ini yang ditanamkan Asril kepada anak-anak asuhannya, maka tontonan berkualitas akan mewarnai jalannya permainan. Dengan kualitas individu pemain yang berada di atas rata-rata, Bon Kota memang tengah menebar ancaman di turnamen ini. Namun mereka masih lemah dalam penyelesaianakhir. Dukungan dari lini kedua terutama dari sayap Adonara harus dimaksimalkan bila Mansyur dan Jumardi melakukan aksi sapu bersih. Di saat seperti ini, Asril harus berani mengambil spekulasi untuk mendorong Hen Atamuan ke depan. Pengalaman Hen Atamuan sebagai striker bisa digunakan untuk mencetak gol di saat para striker mandul.

Strategi sapu bersih bisa saja dipakai oleh Persado Oesao. Persado yang memiliki duet striker, Dino Lopes dan Niko yang memiliki kecepatan dan skill yang bagus tak akan canggung memainkan bola-bola panjang. Niko dan Dino memiliki kualitas untuk berani duel dengan lini belakang lawan. Satu lagi kelebihan Persado Oesao adalah bisa mencetak gol lewat tendangan-tendangan bola mati. Artinya, lini belakang Bon Kota tidak boleh melakukan pelanggaran dekat kotak 16 dan jangan terkecoh dengan pergerakan tanpa bola Dino atau Niko.

"Sama halnya dengan mereka, kami juga menginginkan kemenangan. Pertandingan ini akan menarik tapi kami tidak akan tertekan dengan suhu di dalam dan luar lapangan. Kami akan bermain lepas dan kalau bisa akan berusaha mencetak gol lebih dulu," ujar pelatih Persado, Ferdy Lape.

Ferdy Lape benar, bahwa suhu pertandingan luar dan dalam akan meninggi. Di dalam lapangan, duel hidup mati dua tim yang mengejar kemenangan akan disemaraki sorakan suporter fanatik kedua tim. "Kami tahu bahwa mereka memiliki suporter yang sangat fanatik, namun kami juga akan mendatangkan pendukung. Saya hanya berharap agar semangat fair play tetap dijunjung tinggi, dan kepada wasit untuk tidak terpengaruh dengan suhu permainan," ujar Ferdy Lape.

Kedua tim memasang target kemenangan. Bon Kota Adonara mewakili Perseftim Flores Timur, sedangkan Persado Oesaomengusung nama PS Kabupaten Kupang. Artinya, duel wakil dua kabupaten ini akan menghasilkan fanatisme dan ego mempertahankan kehormatan daerah. Satu yang harus diingat kedua tim adalah merebut poin menuju ambisi menggapai gelar juara. Siapa yang siap, dia pasti menang. Bermain tenang, konsentrasi penuh dan jangan lupa mencetak gol. (eko)


Kematangan Sandelwood

SANDELWOOD hadir kembali di Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2006 dengan motivasi baru. Jauh sebelum turnamen ini digelar, sang pelatih, Paul Ngongo Bili sudah menyatakan kesiapan timnya. Kemenangan yang diraih atas BNI 46 dalam pertandingan perdananya adalah bukti nyata.

Dalam penampilan pertamanya, Sandelwood memang terlihat belum begitu padu. Namun melawan SSB Tunas Muda, sore ini Sabtu (22/7) di Stadion Oepoi, mereka harus padu untuk menyiapkan stamina prima sepanjang pertandingan. Mengandalkan Bambang Tokan, Adrianus Adi, Marsi Ambotang, Hengky Lakinan dan Johni Manu, kekuatan Sandelwood terletak di lini tengah. Mereka juga memiliki Ancis Keraf yang sudah menemukan kembali ketajamannya.

"SSB Tunas Muda pasti mengincar kemenangan. Ini membuat mereka akan bermain penuh dan berusaha menekan kami. Kami akan berusaha untuk melayani permainan mereka dengan kekuatan yang ada untuk bisa meraih kemenangan," ujar kapten Sandelwood, Bambang Tokan.

Bambang Tokan mungkin benar. Kekalahan yang diderita SSB Tunas Muda dari Bahari FC memang sedikit mengecewakan duet pelatih Anton Kia dan Johni Lumba. Untuk itu, target kemenangan adalah mutlak, kalau tidak ingin tersingkir sebelum melakoni pertandingan terakhirnya. Nama besar yang dimilikiJohni Lumba dan Anton Kia nampaknya akan menjadi taruhan. Mengusung nama Sekolah Sepakbola (SSB), Tunas Muda harus menunjukkan skill lebih dari lawannya. Artinya, hasil dari latihan yang dilakukan selama ini harus dibuktikan dengan prestasi.

Bagi SSB Tunas Muda, faktor pelatih memang sangat menentukan. Secara kualitas, anak-anak SSB komplet di semua lini, baik pemain inti maupun cadangan. Namun emosi dan kematangan yang masih menjadi masalah. Hadirnya beberapa pemain senior, seperti Maksi Kami dan lainnya, harus dimanfaatkan untuk terus memberikan motivasi bagi pemain lainnya. Pasalnya, anak-anak SSB Tunas Muda sering kehilangan konsentrasi saat melawan tim dengan pertahanan yang cukup bagus. Kalau sudah demikian, mereka sering melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang tidak perlu.

Di sini strategi dan bimbingan dari pelatih sepanjang pertandingan yang terus dilakukan. Karena kalau dilepas, jangan harap bisa mengalahkan Sandelwood yang tentu bermain lepas. (eko)



Odus loloskan Britama SoE

GOL tunggal gelandang senior PS Britama SoE, Odus Piri ke gawang Pertamina FC di menit ke-54 dalam pertandingan di Stadion Oepoi-Kupang, Jumat (21/7), mengantar timnya ke perempatfinal turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang 2006 dari Grup B. Britama SoE menyusul ‘saudaranya’ Britama Kupang yang lebih dulu lolos dari Grup A.

Britama SoE yang mengalahkan Rasta FC di pertandingan pertamanya mengantongi enam poin. Meski nantinya kalah dalam pertandingan terakhirnya dari QFC BTN, namun tidak berpengaruh untuk tiket perempatfinal. Pertamina sendiri dengan kekalahan ini memiliki peluang yang berat untuk lolos. Dengan satu poin miliknya, Pertamina harus mengalahkan Rasta FC yang sudah tersingkir, tapi dengan syarat gol yang banyak. Pasalnya, mereka hanya memiliki peluang kalau QFC (empat poin) kalah dari Britama SoE. Dan, kalau Britama dan QFC BTN bermain imbang, maka apapun hasil melawan Rasta, Pertamina tetap tersingkir.

Pertandingan antara Pertamina melawan Britama SoE berlangsung menarik. Turun dengan kekuatan penuh yang didukung puluhan suporter yang didatangkan dari SoE, anak-

anak Mathias Bisinglasi ini bermain cukup bagus. Spanduk bertuliskan ‘Britama SoE datang untuk menang’ yang dibentangkan di depan kursi pemain cadangan, nampaknya menjadi motivasi tersendiri bagi pemain-pemainnya.

Sementara Pertamina yang juga turun dengan komposisi penuhberusaha memainkan bola-bola panjang dengan mengandalkan kecepatan Antonio dan Tony Louis di depan. Namun, lini belakang Pertamina menjadi timpang menyusul ditariknya Romy yang cedera otot paha. Akibatnya, konsentrasi para gelandangnya untuk membantu serangan menjadi terganggu karena harus sering turun membantu pertahanan. Libero Pertamina, Lucio yang biasanya melakukan terobosan dari belakang, harus berkonsentrasi penuh untuk mengawal Juneidi Bana dan Apris Misa.

Memanfaatkan lebar lapangan, Britama SoE berusaha menyerang lewat Dedy Taniu dan Yostan Boymau. Odus dan Hendra yang sesekali membuka pergerakan beberapa kali terlihat melakukan spekulasi tendangan dari jauh. Meski beberapa peluang berhasil diciptakan kedua tim, namun hingga turun minum tidak ada yang bisa mencetak gol.

Di babak kedua, masuknya Alo Boro menggantikan Juneidi Bana berhasil menghidupkan tekanan-tekanan Britama SoE. Dedy Taniu yang didorong ke depan berduet dengan Apris Misa berhasil menekan pertahanan Lucio. Meski demikian, naluri gol yang tidak begitu bagus dari Dedy dan Apris membuat semua peluang yang diciptakan, baik lewat umpan Hendra, Nales maupun Odus dibuang percuma.

Di saat anak-anak Britama SoE kesulitan mencetak gol, Odus menunjukkan kematangannya sebagai pemain senior. Muncul dari lini kedua, Odus yang menyerang lewat sayap kanan melepas tendangan yang tidak bisa diantisipasi kiper Pertamina, Wily Dambu. Stadion Oepoi bergemuruh menyambut gol ini. Tempo permainan pun menjadi meningkat.

Pemain-pemain Pertamina yang merasa bisa mengimbangi Britama SoE melakukan serangan frontal dari semua lini.Dullah, Bram, Fathuda membuat Eman Soi dan Omris Boymau harus jatuh bangun menyelamatkan pertahanannya. Meski demikian, penampilan Imam Santoso yang cukup cemerlang, berhasil menggagalkan peluang Pertamina. Britama SoE juga memiliki satu peluang dari Odus, namun tendangannya masih melenceng di atas mistar gawang. Hingga wasit meniup pluit panjang, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Manajer Britama SoE, Adi Bisinglasi yang mengomentari hasil tersebut memuji penampilan pemain-pemainnya. Adi mengaku kalau sempat cemas melihat permainan Pertamina yang cukup bagus, namun motivasi lebih yang ditunjukkan timnya membuat kemenangan layak diraih.

"Saya sempat cemas melihat Pertamina yang bermain cukup bagus. Tapi saya juga memiliki keyakinan bahwa kami datang untuk memenangkan pertandi-ngan. Kunci kemenangan kami adalah pemain-pemain kami bermain sangat lepas dan memiliki motivasi yang tinggi untuk menang. Kami kini sudah di per-empatfinal dan siap menuju prestasi yang lebih besar," ujar Adi Bisinglasi. (eko)



Mandiri buka peluang

PESTA gol kembali terjadi di Stadion Oepoi, Jumat (21/7). Mandiri Kupang berhasil membantai PS Juku Eja 5-1. Hasil ini membuka peluang Mandiri untuk lolos ke perempatfinal. Bagi Juku Eja, meski belum tersingkir, namun peluang lolos sangat berat.

Hasil yang dicapai Bon Kota Adonara melawan Persado Oesao sore ini, Sabtu (22/7), akan sangat menentukan posisi Juku Eja. Apabila Persado yang memiliki poin tiga kalah, maka Abbas Bustan dkk masih memiliki peluang, tapi mereka harus menang besar atas Bon Adonara di pertandingan terakhirnya. Namun apabila Persado menang atau mengimbangi Bon Adonara maka Juku Eja akan langsung tersingkir.

Pertandingan antara Mandiri melawan Juku Eja di awal babak pertama pertandingan yang dipandu Yaya Huru, dibantu Ferdinand Takoy dan Stefanus Bria itu sempat berlangsung imbang. Meski tanpa kehadiran striker andalannya, Ilham, namun Juku Eja berhasil menekan pertahanan Mandiri lewat Devid. Terhitung dua peluang berhasil diperoleh Juku Eja di sepuluh menit pertama yang gagal dimanfaatkan.

PS Mandiri memiliki dua peluang gol lewat strikernya, Zulkifly Umar. Namun karena kurang tenang, Zulkifly selalu gagal mengeksekusi bola. Tidak ingin kecolongan di lini belakang, pelatih Mandiri, Pius Pake menarik Cristian Mozad dan memasukan Lambert Kadju. Amannya pertahanan menyusul masuknya Lambert membuat konsentrasi serangan Mandiri semakin bagus. Dan, gol yang ditunggu-tunggu pun datang.

Berawal dari umpan Abdul Muis, Hidayat melakukan solo run yang cukup cepat. Kerja sama satu dua dengan Zulkifly Umarberhasil mengecoh pertahanan Juku Eja. Tendangan Zulkifly masih bisa ditepis kiper Joefry, namun bola yang jatuh dekat Hidayat dengan mudah ditendang ke dalam gawang. Keunggulan Mandiri tidak bertahan lama, karena Zulkifly berhasil memecahkan kemandulannya dengan golnya empat menit kemudian. Kedudukan 2-0 untuk Mandiri bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua dengan sejumlah pergantian yang dilakukannya, Juku Eja sempat mendikte permainan Mandiri. Buktinya, mereka mampu memperkecil ketinggalan lewat gol indah Hasim menit ke-42. Gol itu sempat mengejutkan Mandiri. Habisnya stamina beberapa pemain utamanya membuat pergantian terus dilakukan. Dan, pergantian itu membuahkan hasil lewat tiga gol yang dicetak Zulkifly Umar, Ricko Jawa dan Lempe. (eko)

Jaga citra dengan sportivitas


KETUA Propinsi (Pengprop) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) NTT, Drs. Frans Lebu Raya mengharapkan 16 tim peserta turnamen sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2005 menjaga citra even ini dengan menjunjung tinggi sportivitas. Sportivitas, kata Lebu Raya, merupakan modal untuk mencapai prestasi sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

"Saya minta semua peserta menjaga citra invitasi sepakbola ini dengan sportivitas. Boleh kejar prestasi tetapi harus sportif karena invitasi ini hendaknya lebih mengeratkan persaudaraan dan kebersamaan kita," ujar Frans Lebu Raya saat membuka turnamen itu di Stadion Oepoi-Kupang, Minggu (21/8) petang.

Acara pembukaan dihadiri Pemimpin Umum SKH Pos Kupang, Damyan Godho, Wakil Pemimpin Umum, Marcel Weter Gobang, Pemimpin Perusahaan PT Timor Media Grafika, Daud Sutikno, Pimpinan PT HM Sampoerna Tbk Cabang Kupang, Danang Pamungkas, Pemimpin Redaksi SKH Pos Kupang, Dion DB Putra, Kepala Cabang BRI Kupang, Gatot Satrio, Ketua Panitia, Pieter Fomeni dari Mitra Sportindo Event Organizer serta undangan lainnya.

Frans Lebu Raya yang juga Wakil Gubernur NTT itu menggarisbawahi pentingnya sportivitas semua pihak yang terlibat dalam even ini mengingat keributan atau kekisruhan masih saja terjadi dalam sejumlah turnamen. "Saya harapkan tidak terjadi hal semacam itu selama kejuaraan ini berlangsung," ujarnya.

Frans Lebu Raya mengucapkan terima kasih kepada Dji Sam Soe, Pos Kupang dan Mitra Sportindo yang memprakarsai terselenggaranya even tersebut. "Selaku Ketua Pengda PSSI NTT, saya ucapkan terima kasih karena ada pihak lain yang mendukung upaya memajukan sepakbola di NTT. Mudah-mudahan ini adalah awal untuk mengembalikan pamor PSKK sebagai barometer sepakbola di NTT," katanya.

Ia juga mengharapkan agar invitasi tersebut jangan hanya sekali ini digelar tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan. "Dari waktu ke waktu prestasi sepakbola NTT makin meningkat. Terbukti dengan lolosnya PSN Ngada dan Persewa Waingapu ke Divisi III Liga Indonesia. Saya meyakini kalau kompetisi bergulir maka sepakbola kita akan terus berkembang," katanya.

Frans Lebu Raya pada kesempatan tersebut juga memberikan tambahan bonus uang kepada juara pertama hingga kelima dan pemain terbaik even masing-masing Rp 500 ribu. "Bonus dari saya hanya untuk motivasi tidak lebih dari itu. Juara atau tidak ditentukan oleh Anda sendiri," ujarnya disambut aplaus para pemain.

Acara pembukaan invitasi sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup I di Stadion Oepoi berlangsung semarak. Diiringi drumband SMAK Giovanni Kupang acara diawali dengan defile 16 kontingen peserta. Selain itu juga dibentangkan sebuah bendera berukuran 2,5 x 2,5 meter yang bergambarkan logo FIFA Fair Play. Usai pembukaan dilanjutkan pertandingan perdana antara kesebelasan Persado Oesao melawan Putra Samudera yang berakhir seri 1-1. Sebelum kedua tim berlaga, Frans Lebu Raya melakukan tendangan bola pertama di tengah lapangan. (eko)

Sebening renungan Pos Kupang Cup


Oleh Pius Rengka *

SERU tapi menyenangkan!!! Pertandingan bola sepak, Dji Sam Soe dan Pos Kupang Cup, hari-hari ini berlangsung seru di Stadion Oepoi Kupang. Orang sekaliber Ir. Esthon Foenay, M.Si (Ketua Harian KONI NTT) ikut menyaksikan pertandingan yang terbilang akbar untuk NTT itu, dari sebuah sudut di stadion.

Pertandingan ini, tak hanya dihiasi baliho. Umbul-umbul para sponsor melambai-lambai mengiringi giringan bola sepak yang lari liar dari satu sudut ke sudut lain, dan terpental badai dari satu kaki ke kaki lain. Tetapi, tetap sportif.

Pabrik rokok Dji Sam Soe, Telpon Flexi, Harian Umum Pos Kupang, BRI, Platina Computer, PLN Cabang Kupang, Radio DMWS, Hotel Kristal, Merpati, KKSS, MPM Motor, Pemprop NTT, Mitra Sportindo, dibukukan sebagai sponsor. Tak tanggung-tanggung total hadiah yang diperebutkan pun, termasuk menggoda, Rp 30 juta, termasuk sebuah sepeda motor jenis bebek jadi rebutan.

Namun, pertandingan bola sepak ini pun didaulat penuh oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya, Kepala Dispora, Drs. Mad Wongso. Di mimbar utama di stadion Oepoi, tampak para sponsor mendampingi Wagub Leburaya. Hadir pula di situ, Wakil Bupati Flores Timur, Drs. Yosni Herin. Ia mengaku datang dengan kapasitas Ketua KONI Flotim.

Bahkan pertandingan ini pun dihujani aneka hadiah lain dari para sponsor. Pokoknya serulah!! Bahkan, perempuan jelita, Olga Lidya, utusan khusus untuk urusan buntu dari PresidenRepublik Mimpi, datang juga sambil mengusung harapan, agar pertandingan ini berjalan licin semulus kulit langsatnya yang ranum merekah. Eko Bebek pun, datang memberi dukungan. Pelawak cerdas ini, menggiring pertandingan bola sepak ini dengan banyolan yang cerdas memproduksi tawa. Tentu saja, Eko Bebek, ingin agar pertandingan bola sepak Dji Sam Soe dan Pos Kupang Cup hanyalah arena tempat di mana kita menemukan sahabat sejati. Total, demi kebaikan bersama. Lima hari sudah berlalu, lalu apa yang kita temukan?

Liga Eropa

Liga sepakbola negara-negara Eropa musim kompetisi 2006-2007 baru usai, termasuk Liga Champions Eropa yang menarik perhatian penggemar bola dari seluruh dunia itu. Apakah ada semacam pesan sosial yang patut ditautkan dengan fenomena cara pikir pelaku sepakbola? Itulah pertanyaan pokoknya.

Pertanyaan ini, tak hanya bernuansa reflektif, tetapi darinya pula ditemukan hikmah. Tiap momentum kehidupan, kiranya memiliki nilai konstruktif terhadap hidup manakala darinya dapat ditarik ke dalam proses pikir yang dibangun secara sadar. Memang, benar bahwa pemikiran dapat dimulai dari realitas sebagai fenomena empirik. Tetapi juga, tak disangkal bahwa tidak mungkin ada realita tanpa pemikiran. Dengan demikian, baik realita sebagai produk pemikiran, maupun pemikiran karena ada realita adalah dua soal dalam satu perkara.

Begitu pula perihal bermain bola. Bahwa benar pada dasarnya bola yang bergulir dari satu sudut ke sudut lain di lapangan hijau, hanyalah merupakan suatu permainan manusia yang berkesadaran. Tetapi, manusia yang memainkan bola itu, tidak mungkin sekadar memainkan dan mempermainkan bola,karena bukan bolalah yang menjadi tujuannya, melainkan manusia yang memainkan bola itu.

Manusia tidak main-main memainkan bola, tetapi bola tidak dijadikan sebagai satu-satunya tujuan permainan. Manusia sedang bermain dan mempermainkan cara pikir manusia dengan satu kesadaran utuh. Meski demikian, manusia tidak hendak berbuat main-main dengan totalitas manusia, karena manusia menggunakan bola sebagai alat main guna mempermainkan para pemain.

Pada peringkat itulah, peradaban manusia diuji. Tatkala bola sepak dijadikan alat untuk menikmati cara pikir para pemain, maka serentak dengan itu manusia sedang mengolah dan berolah peringkat kebudayaan sesama pemain.

Manusia, memang, kelihatannya sedang menggunakan tubuhnya dalam permainan, tetapi sebenarnya tubuh manusia itu sekadar medium guna mengekspresikan tingkat berpikir. Dengan demikian, dapatlah dikatakan, jika manusia makin beradab, cara main pun makin menarik dan cantik. Dengan kata lain, cara bermain bola pada dirinya sendiri memantulkan cara pikir sekaligus melukiskan peringkat peradaban para pemain.

Lalu, manusia mengevaluasi. Bahwa cara main kesebelasan A, misalnya, sangat indah. Kesan itu diperoleh karena formasi yang diciptakan kesebelasan A, memperlihatkan dekorasi serasi antara bola menyerang sambil bertahan, atau pola bertahan dengan cara terus menyerang. Bahkan, sepakbola dapat dikatakan sebagai suatu karya seni, karena para pemain menjadikan bola sebagai sarana dan kanvas ekspresi teknik dan taktik bermain.

Pada bagian ini, kita sama menyaksikan, betapa tayangan sepakbola Liga Eropa, mengajarkan kepada kita bagaimanamestinya bermain bola. Bola yang bergulir bodoh itu seolah-olah kepada kita diperlihatkan proses berpikir yang sistematik. Tendangan melingkar, liukan Christian Ronaldo, seolah memperlihatkan konstruksi premis-premis yang logis. Karena itu, kalau sepakbola kemudian menyebabkan terangsangnya rasa marah, hal itu karena peradaban pemainnya sedang dalam uji coba yang sungguh serius. Tetapi, kalau kemudian pertandingan membuahkan perkelahian, hal itu karena manusia menjadikan bola sebagai tujuan.

Kalau bermain bola sepak berbanding lurus dengan pola pikir, maka bermain bola sepak itu sendiri adalah wujud dari perdebatan yang mengandalkan otak, tetapi disalurkan melalui otot. Sementara teknik bermain bola sepak adalah sejumput argumentasinya.

Nah, kalau karena main bola para pemain kemudian marah lalu berkelahi, hal tersebut hanya mau mengatakan satu hal penting yaitu bahwa cara berpikir masih dangkal dan argumentasinya sangat lemah. Refleksi selanjutnya adalah ini: Main bola sepak tidak lagi sebagai ajang perlombaan peradaban, melainkan hanya panggung yang mempertontonkan keterbelakangan.

Namun, Liga Eropa 2007, sudah sungguh berlalu. Kita menemukan hikmahnya, sambil menjahitnya dengan pengalaman main bola sepak di Indonesia.

Pertandingan main bola sepak di Indonesia hampir pasti selalu dicederai perkelahian dan pukul wasit. Yang menyedihkan, terutama saya, bola yang disepak-sepak itu sepertinya menjadi medium balas dendam dan menyumbar nafsu otot (daging) yang digerakkan secara sangat spektakuler oleh emosi tak terkendali. Nafsu melumpuhkan otak dan bahkan moral.

Otak (nalar), pada saat itu menjadi bagian yang paling dihina.Strategi tidak lagi sebagai cara agar manusia sampai pada tujuan kemanusiaan, tetapi dipakai atau seolah-olah dipakai sebagai bentuk lain dari penggusuran martabat pemainnya sendiri. Karena itu, pola hubungan para pemain tatkala bermain bola, tidak menempatkan lawan tanding sebagai kawan bermain, tetapi lawan main dipandang sebagai momok yang patut ditawan.

Bahwa benar, bermain bola sepak, artinya berusaha sekuat-kuatnya supaya menang, tetapi kerap berubah menjadi tuntutan "harus" menang. Karena harus menang, maka segala cara pun dihalalkan atau terhalalkan. Lalu yang terjadi, ada orang tidak lagi mencari dan menyepak bola bundar yang terlepas lari di lapangan, malah mencari dua bola lain milik orang lain, yang seharusnya masih aman melekat di tubuh dibungkus pakaian seragam. Tetapi, halnya akan berbeda jika bermain bola sebaik-baiknya dan sekuat-kuatnya supaya bisa menang. Jika ternyata lawan main lebih unggul dan menang, maka yang dibuat adalah belajar bermain bola sepak lebih baik lagi di kemudian hari, dan belajar dari kemenangan orang lain.

Kita belajar dari orang lain, bukan saja karena orang lain itu lebih lain dari kelainan yang kita punyai, tetapi terutama karena kita perlu mengakui bahwa kelainan orang lain perlu dipelajari agar kali lain kita bisa mengungguli kelainannya. Lalu, satu ketika, klub bola sepak yang kita punyai patut diperhitungkan orang lain di lain megara. Nah, itulah sebening renungan untuk Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup 2007. Terimakasih!!

* Penulis, penduduk Kota Kupang, tinggal di Jl. Antarnusa, penonton setia pertanding sepakbola Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup

Mandiri lebih beruntung


SEPERTI diprediksikan, duel babak semifinal Dji Sam Soe-Pos Kupang Cup antara PS Britama melawan Mandiri FC berlangsung ketat, menarik dan menghibur penonton. Pertemuan dua tim berkualitas tinggi di Stadion Oepoi-Kupang, Senin (5/9/2005) petang itu berlangsung ketat selama 120 menit dengan skor 1-1. Tetapi akhirnya Mandiri FC lebih beruntung. Mereka menang adu penalti 5-4.

Di babak final, Kamis (8/9/2005), Mandiri FC akan melawan pemenang laga QFC BTN vs Sandelwood, Selasa (6/9/2005). Sedangkan Britama akan memperebutkan juara ketiga melawan tim yang kalah petang nanti.

Pertandingan Britama melawan Mandiri berlangsung dalam tempo tinggi dan keras. Namun pada menit-menit awal, kedua tim terkesan bermain ekstra hati-hati. Serangan yang dibangun tidak terburu-buru, lebih mengandalkan umpan terobosan dari tengah. Para pemain belakang mengamankan daerahnya dengan menendang bola sejauh mungkin dari area gawang.

Striker Mandiri, Zulkifly Umar sempat mengejutkan pemain Britama dengan gol cepatnya ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Namun, gol tersebut dianulir Wasit Alberth Lisnahan karena Zulkifly terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap libero Britama, Ibrahim Tupong. Keputusan Lisnahan sempat diprotes para pemain Mandiri namun wasit tetap pada keputusannya.

Pertandingan selanjutnya yang disaksikan sekitar 2.500 penonton tersebut berlangsung ketat dan keras. Begitu tingginya suhu pertandingan membuat sejumlah pemain sempat bersitegang setelah berbenturan fisik saat memperebutkan bola.

Hendra Takunama membuat Britama lebih dulu unggul lewat golnya pada menit ke-35. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Hendra yang mendapat bola mental dari Lambert Kadju dengan mudah menaklukkan kiper Mandiri, Ronald Mukhtar. Keunggulan 1-0 untuk Mandiri bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, pertandingan yang dipimpin wasit Alberth Lisnahan dibantu Yaya Huru dan Ferdy Takoy tersebut tetap memikat. Sorak-sorai pendukung kedua tim terus membahana sepanjang pertandingan.

Striker Mandiri, Zulkifly Umar dan Fanus Patipelohi tercatattiga kali mendapat peluang emas yang gagal dimanfaatkan. Namun, stoper Mandiri, Us, berhasil menyelamatkan timnya dengan gol yang dicetak pada menit ke-79. Lima menit setelah gol balasan Mandiri, sebuah tendangan lambung Jimi Lebao kurang sempurna dipetik Ronald Mukthar. Bola yang jatuh terlihat melewati garis, namun wasit Lisnahan tetap menginstruksikan pertandingan dilanjutkan. Hal tersebut sempat menyulut protes pemain dan ofisial Britama. Mereka menilai bola tendangan Jimi Lebao sudah melewati garis gawang, namun Lisnahan tetap pada keputusannya bahwa bola belum masuk.

Hingga akhir pertandingan kedudukan tetap 1-1. Begitupun saat perpanjangan waktu 2x15 menit tidak ada lagi gol yang tercipta. Saat adu penalti, Jimi Lebao dan Yohanes Ie gagal mengeksekusi bola untuk Britama dan hanya Kristoforus Umbu Yogar, Hendra Takunama, Odus Piri dan Victor Kapitan yang berhasil. Sementara dari Mandiri, selain Lambert Kadju yang gagal, Pieter Fomeni, Nelson Sula, Mad Ivan, Fanus Patipelohi dan Zulkifly Umar sukses jadi algojo.

Dalam pertandingan ini, Wasir Alberth Lisnahan memberikan kartu kuning untuk kapten Mandiri, Lambert Kadju serta dua pemain Britama, Imam Santoso dan Hendra Takunama. Lambert Kadju sudah dua kali menerima kartu kuning sehingga akan absen pada partai final.

Manajer Mandiri FC, Frangky Amalo yang ditemui usai pertandingan tidak bisa mengembunyikan kegembiraannya. "Anak-anak bermain sangat bagus. Mereka menempatkan diri sebagai underdog, sehingga bermain lepas namun dengan motivasi tinggi," ujar Amalo.

Amalo mengakui kalau PS Britama memiliki pemain-pemain dengan kualitas tinggi, namun fakta pertandingan menunjukkan bahwa Mandiri bisa mengimbangi mereka dan menang adu penalti. "Pemain-pemain kami siap kalah dan menang. Jadi kami bermain tanpa beban," kata Amalo. (eko)

Afriana rebut emas POP ASEAN


ATLET atletik NTT, Afriana Paidjo kembali mengukir prestasi. Sukses merebut dua medali emas di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2007 bulan lalu, Afriana dipanggil untuk memperkuat Indonesia pada ASEAN School Athletic Championship di Jakarta 20-24 Agustus 2007 ini.

Pada perlombaan hari pertama cabang atletik nomor lari 1.500 meter di Stadion Madya Jakarta, Senin (20/8/2007), Afriana berhasil meraih medali perunggu dengan catatan waktu 4.51.97 menit. Medali emas direbut atlet Vietnam dan perak olah Thailand. Demikian diinformasikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) NTT, Drs. Muhammad Wongso, melalui Kepala Seksi Olahraga Prestasi, Ary Mulyadi, Senin (20/7/2007) malam.

"Afriana kembali merebut prestasi. Ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan, karena ternyata kita tidak kekurangan bibit-bibit muda dari cabang atletik. Ini adalah motivasi yang sangat besar bagi kita untuk terus melakukan pembinaan," ujar Ary yang juga pengurus Pengprop PASI NTT itu.

Menurut Ary, hari ini, Selasa (21/8/2007), Afriana masih akan berlomba pada nomor lari 3.000 meter. Berdasarkan catatan waktu yang diraihnya saat Popnas, demikian Ary, Afriana masih dijagokan untuk merebut medali di nomor ini. "Dia punya peluang untuk merebut medali di nomor ini karena catatan waktunya cukup bagus. Kita doakan saja mudah-mudahan dia tidak mendapat halangan," harap Ary.

Atas prestasi Afriana, kata Ary, dia juga telah ditawari oleh pemerintah pusat untuk masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang di Ragunan, Jakarta. "Penawaran secara lisan terhadap Afriana untuk masuk sekolah atlet Ragunan sudah kamiperoleh. Mudah-mudahan dengan prestasinya ini, dia bisa langsung mendapat rekomendasi ke Ragunan. Kalau sudah masuk ke Ragunan, Afriana bisa lebih fokus pada latihan sehingga prestasinya akan terus meningkat," kata Ary. (eko)

SYALOM